Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Pati Singkong Bisa Jadi Solusi Penumpukan Sampah di TPA

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 18 Desember 2025 | 22:03 WIB
Pati Singkong Bisa Jadi Solusi Penumpukan Sampah di TPA
Ilustrasi - Foto udara sejumlah truk sampah mengantre di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Griyo Mulyo Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (18/11/2025). [ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc]
  • Greenhope memperkenalkan pelapis sampah berbasis sari pati singkong sebagai solusi praktis pengganti penutup tanah di TPA.
  • Inovasi ini dirancang untuk terurai alami dalam tiga bulan tanpa residu mikroplastik berbahaya, serta telah diuji coba di TPA Pekalongan.
  • Teknologi ini mendukung petani lokal melalui pembelian singkong dengan harga premium dan lebih ekonomis.

Suara.com - Masalah sampah di Indonesia, khususnya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), menuntut adanya terobosan teknologi yang praktis namun tetap menjaga kelestarian alam.

Menjawab tantangan tersebut, Greenhope, perusahaan teknologi material berkelanjutan, memperkenalkan inovasi pelapis sampah ramah lingkungan yang berbahan dasar sari pati singkong.

Teknologi ini dirancang untuk menggantikan penggunaan tanah sebagai penutup tumpukan sampah sementara, yang selama ini dinilai kurang efisien dan berdampak pada kerusakan lahan.

Produk bioplastik ini hadir dalam bentuk lembaran film plastik dengan spesifikasi lebar 1 meter dan panjang mencapai 250 meter, serta ketebalan sekitar 80 mikron.

Sejak mulai dirancang pada tahun 2017, inovasi ini difokuskan untuk menjadi penutup sementara tumpukan sampah di TPA guna mencegah bau menyengat, penyebaran penyakit melalui lalat, serta polusi udara.

Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk terurai secara alami di lingkungan TPA dalam waktu kurang lebih tiga bulan saja, tanpa meninggalkan residu mikroplastik yang berbahaya bagi ekosistem.

Teknologi ini diperkenalkan secara resmi dalam sebuah forum interaktif yang berlangsung di pabrik Greenhope, Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (17/12).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono. Dalam sesi pemaparannya, Co-Founder & CEO Greenhope, Tommy Tjiptadjaja, menjelaskan bagaimana pelapis berbahan nabati ini bekerja secara ilmiah di lapangan.

Menurut Tommy, pelapis ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup fisik, tetapi juga membantu proses biodegradasi sampah di bawahnya.

Material pati singkong tersebut akan terurai menjadi cairan H2O, gas alami seperti CO2, serta biomassa tanah yang bermanfaat. Hal ini memberikan nilai tambah bagi kesuburan tanah di sekitar area pemrosesan sampah setelah masa pakai pelapis berakhir.

Greenhope kenalkan produk pendukung TPA ramah lingkungan [Ist]
Greenhope kenalkan produk pendukung TPA ramah lingkungan [Ist]

“Sejak awal, mimpi kami adalah membangun bisnis yang memberi dampak langsung bagi lingkungan dan sosial. Produk ini tidak hanya membantu TPA, tapi juga mensejahterakan petani singkong lokal,” ujar Tommy.

Greenhope tidak hanya fokus pada aspek teknis material, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang inklusif. Perusahaan diketahui membeli singkong dengan harga premium dari para petani lokal untuk memastikan rantai pasok yang berkelanjutan.

Atas upaya ini, Greenhope telah mengantongi sertifikasi Fair for Life, yang menegaskan bahwa perusahaan menjalankan standar keberlanjutan sosial dan perdagangan yang adil.

Dari sisi operasional di TPA, penggunaan pelapis pati singkong ini diklaim jauh lebih ekonomis dibandingkan metode konvensional yang menggunakan tanah urukan.

Tommy menjelaskan bahwa biaya yang dikeluarkan pengelola TPA bisa ditekan secara signifikan. Selain itu, pemasangannya jauh lebih praktis karena tidak membutuhkan alat berat seperti ekskavator untuk meratakan tanah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bom Waktu di Bawah Flyover: Mengapa Sampah Menggunung di Ciputat?

Bom Waktu di Bawah Flyover: Mengapa Sampah Menggunung di Ciputat?

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 17:08 WIB

Pramono Anung Tantang Gen Z Jakarta Atasi Macet dan Sampah, Hadiahnya Jalan-Jalan ke New York

Pramono Anung Tantang Gen Z Jakarta Atasi Macet dan Sampah, Hadiahnya Jalan-Jalan ke New York

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 13:48 WIB

Viral Tumpukan Sampah Ciputat Akhirnya Diangkut, Pemkot Tangsel Siapkan Solusi PSEL

Viral Tumpukan Sampah Ciputat Akhirnya Diangkut, Pemkot Tangsel Siapkan Solusi PSEL

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 20:40 WIB

Terkini

Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing

Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:39 WIB

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:36 WIB

BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan

BRI Multiguna Karya Mempermudah Berbagai Rencana Untuk Segala Kebutuhan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:29 WIB

Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi

Purbaya Ancam Potong Anggaran Kementerian dan TKD Pemda Jika Hambat Proyek Investasi

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:24 WIB

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Rupiah Terkapar ke Level Rp17.529 per Dolar AS, Cetak Rekor Buruk Baru Sore Ini

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:54 WIB

PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan

PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:53 WIB

Langkah Tegas, DJP Jawa Timur Blokir Rekening 3.185 Penunggak Pajak di 11 Bank

Langkah Tegas, DJP Jawa Timur Blokir Rekening 3.185 Penunggak Pajak di 11 Bank

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:39 WIB

Pesan Tegas Purbaya: Jabatan Adalah Fungsi Pelayanan, Bukan Sekadar Fasilitas

Pesan Tegas Purbaya: Jabatan Adalah Fungsi Pelayanan, Bukan Sekadar Fasilitas

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:32 WIB

Si Kaya Borong Mobil Listrik, Si Miskin Ribut Upah Tak Naik

Si Kaya Borong Mobil Listrik, Si Miskin Ribut Upah Tak Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:29 WIB

Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik

Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:03 WIB