Purbaya Sentil Balik Bank Dunia soal Defisit APBN: Jangan Terlalu Percaya World Bank!

Dicky Prastya

Kamis, 18 Desember 2025 | 19:02 WIB
Purbaya Sentil Balik Bank Dunia soal Defisit APBN: Jangan Terlalu Percaya World Bank!
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya merespons prediksi World Bank mengenai defisit APBN 2027 sebesar 2,9% dengan santai.
  • Purbaya menekankan bahwa pengendalian defisit APBN bergantung pada keahlian pemerintah mengelola pendapatan dan belanja negara.
  • World Bank menyoroti pelebaran defisit karena penurunan harga komoditas, restitusi pajak, dan pengalihan dividen BUMN.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai soal prediksi Bank Dunia atau World Bank yang memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) tembus 2,9 persen pada 2027.

Menkeu Purbaya mengaku tak mempermasalahkan prediksi World Bank yang angkanya bisa selisih tipis dari ambang batas aman Undang-Undang Keuangan Negara sebesar 3 persen. Ia berkelakar kalau prediksi mereka malah sering meleset.

"Ya suka-suka dia (World Bank). Dia prediksi boleh, enggak prediksi juga enggak apa-apa. Tapi kan selama ini juga sering meleset," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Purbaya lalu menjelaskan kalau selama ini APBN ada di bawah kendali Pemerintah, bukan tergantung dari pihak luar. Ketika defisit APBN melebar atau tidak, ia menganggap kalau itu tergantung dari kepiawaian Pemerintah.

"APBN kan di bawah kendali kita, bukan market yang jalan sendiri. Jadi defisit melebar atau enggak, tergantung kepiawaian kita untuk mengendalikan belanja dan meningkatkan pendapatan dari pajak maupun bea cukai maupun PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak)," beber Purbaya.

Ia memaparkan kalau saat ini ekonomi Indonesia tengah berbenah. Untuk Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), Purbaya mengaku tengah memperbaiki platform Coretax.

Begitu pula di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu, Purbaya mengklaim kalau lembaga itu sedang membenahi kinerjanya. Ia menyinggung soal penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) di Bea Cukai.

Purbaya mengklaim kalau penggunaan AI itu bisa menambah penerimaan negara hingga Rp 1 triliun. Nantinya dia juga akan memperbaiki hal lain di Bea Cukai untuk menambal kebocoran.

"Kita sudah menerapkan AI di lapangan dan harusnya ke depan akan membaik terus. Itu dari perbaikan AI aja itu kita bisa dapat Rp 1 triliun minimal itu. Nanti kita akan perbaiki lagi yang lain-lain harusnya kebocoran dari Bea Cukai akan berkurang dengan signifikan," beber dia.

baca juga

Bendahara Negara mengatakan kalau prediksi Bank Dunia adalah ceteris paribus, yang mana penghitungan dilakukan di kondisi saat ini atau yang sudah terjadi.

"Jadi yang dilakukan oleh World bank adalah prediksi ceteris paribus, dalam keadaan seperti sekarang enggak ada apa-apa, enggak ada perbaikan. Ya gitu lah, prediksi makro ekonomi ya gitu. Past Behavior dari sistemnya. Padahal kan kita sedang berubah," lanjutnya.

Purbaya turut memastikan kalau belanja Pemerintah juga akan dikendalikan. Ia tak menampik kalau defisit APBN bisa melebar atau sebaliknya, tinggal bagaimana Pemerintah yang mengelola.

"Jadi Anda jangan terlalu percaya World Bank. Kenapa Anda referensinya World Bank lagi?" jelas Purbaya.

Peringatan World Bank ke Purbaya

Dalam laporan teranyarnya, lembaga donor internasional tersebut memperingatkan adanya potensi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terus menganga secara bertahap hingga tahun 2027.

Laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025 memproyeksikan defisit fiskal Indonesia akan melebar hingga menyentuh angka 2,9% pada 2027. Angka ini hanya selisih tipis dari ambang batas aman yang ditetapkan Undang-Undang Keuangan Negara, yakni sebesar 3%.

Bank Dunia mencatat pelebaran defisit ini bukan tanpa alasan. Setidaknya ada tiga faktor krusial yang menekan postur APBN seperti rasio penerimaan negara terus berkurang akibat penurunan harga komoditas global, percepatan pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi) turut menggerus penerimaan neto dan hilangnya setoran dividen BUMN dari kas negara karena kini dialihkan ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

“Defisit fiskal melebar seiring melemahnya penerimaan negara akibat kendala struktural. Diperlukan strategi penerimaan negara yang lebih berani dan proaktif,” tulis Bank Dunia dalam dokumen tersebut, Kamis (18/12/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Capai 3% Buntut Penurunan Suku Bunga The Fed

Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Capai 3% Buntut Penurunan Suku Bunga The Fed

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 18:34 WIB

Purbaya Umumkan APBN Defisit Rp 560,3 Triliun per November 2025, 2,35% dari PDB

Purbaya Umumkan APBN Defisit Rp 560,3 Triliun per November 2025, 2,35% dari PDB

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 16:27 WIB

Bank Dunia Ingatkan Menkeu Purbaya: Defisit 2027 Nyaris Sentuh Batas Bahaya 3%

Bank Dunia Ingatkan Menkeu Purbaya: Defisit 2027 Nyaris Sentuh Batas Bahaya 3%

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 12:49 WIB

Efek Banjir Sumatra, Kemenkeu Permudah Cairkan Dana Transfer ke Daerah Terdampak Bencana

Efek Banjir Sumatra, Kemenkeu Permudah Cairkan Dana Transfer ke Daerah Terdampak Bencana

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 17:30 WIB

Kemenkeu Salurkan Dana Rp 4 Miliar ke Korban Banjir Sumatra

Kemenkeu Salurkan Dana Rp 4 Miliar ke Korban Banjir Sumatra

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 17:12 WIB

Purbaya Akui Ada Kementerian Lelet Serap Anggaran, Dana Dikembalikan Tembus Rp 4,5 T

Purbaya Akui Ada Kementerian Lelet Serap Anggaran, Dana Dikembalikan Tembus Rp 4,5 T

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:27 WIB

Terkini

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

News | Senin, 02 November 2026 | 19:37 WIB

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 19:36 WIB

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Link Pengecekan NIK Penerima BSU 2026, Cek Status Penerima Rp900 Ribu di Sini

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

News | Senin, 02 November 2026 | 19:33 WIB

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

News | Senin, 02 November 2026 | 19:29 WIB

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

×