Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Peneliti: Perokok Harus Diberi Pilihan untuk Berhenti Merokok

Iwan Supriyatna

Selasa, 09 Maret 2021 | 14:22 WIB
Peneliti: Perokok Harus Diberi Pilihan untuk Berhenti Merokok
Ilustrasi rokok. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, maupun kantong nikotin, terbukti menjadi pilihan yang lebih sesuai bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok dibandingkan dengan terapi pengganti nikotin (nicotine replacement therapy) dan obat varenicline.

Sayangnya, potensi dari produk ini belum dimaksimalkan sebagai salah satu strategi penurunan prelavensi perokok di Indonesia. Hal ini dikarenakan banyaknya mispersepsi terhadap bahaya yang dimiliki oleh produk tembakau alternatif.

Pada Februari 2021, Public Health England, badan eksekutif dari Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris, menerbitkan laporan independen ketujuh yang merangkum bukti terbaru tentang rokok elektronik.

Pada 2020 lalu, sebanyak 27,2 persen orang menggunakan rokok elektrik sebagai bantuan untuk berhenti merokok dalam kurun waktu 12 bulan dibandingkan dengan 15,5 persen orang yang menggunakan terapi pengganti nikotin dan 4,4 persen yang menggunakan obat varenicline.

“Ribuan perokok dapat beralih ke rokok elektronik dan akhirnya berhenti merokok sepenuhnya. Telah banyak bukti yang jelas yang menyatakan bawah rokok elektronik, meski tidak bebas risiko sepenuhnya, memiliki bahaya yang jauh lebih rendah daripada rokok,” kata Direktur Peningkatan Kesehatan Public Health England, John Newton ditulis Selasa (9/3/2021).

Selain itu, Public Health England juga menekankan bahwa kajian ilmiah yang berkelanjutan mengenai produk tembakau alternatif harus dilakukan.

Hal ini bertujuan untuk menghilangkan persepsi yang keliru pada masyarakat mengenai risiko terhadap kesehatan yang diakibatkan oleh penggunaan produk tersebut.

Berdasarkan hasil kajian ilmiah, produk tembakau alternatif memiliki risiko terhdap kesehatan yang jauh lebih rendah daripada rokok.

Dengan banyaknya kajian ilmiah yang dilakukan, maka masyarakat, khususnya perokok dewasa, diharapkan dapat diberi akses terhadap informasi yang akurat dan menyeluruh tentang produk tembakau alternatif.

baca juga

Sehingga, pada akhirnya para perokok dewasa tersebut dapat mempertimbangkan seluruh opsi yang tersedia untuk membantu mereka beralih dari kebiasaan merokok.

Professor Ann McNeill dari King’s College London juga menyatakan bahwa perokok termasuk ke dalam salah satu kelompok yang memprihatinkan. Hal ini lantaran mereka memiliki informasi yang keliru dan tidak memiliki edukasi yang tepat mengenai produk tembakau alternatif.

“Jadi sampai saat ini, baru sedikit perokok dewasa yang mengetahui dan memiliki akses kepada rokok elektronik,” paparnya.

Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP), Amaliya, menambahkan bahwa kajian ilmiah terhadap berbagai produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantung nikotin, harus dilakukan untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya kepada masyarakat.

Apalagi, di Indonesia belum banyak yang melakukan kajian ilmiah tersebut, sedangkan jumlah perokok di Indonesia itu sangat tinggi dan produk tembakau alternatif semakin berkembang di Indonesia.

“Indonesia harus melakukan kajian ilmiah ini. Kita juga dapat berkolaborasi dengan akademisi dari luar negeri agar metode penelitian yang dilakukan lebih komprehensif. Jadi, kita harus membuka wawasan kita terhadap berbagai produk-produk hasil inovasi teknologi,” seru Amaliya.

Hasil kajian ilmiah tersebut nantinya dapat dijadikan acuan dan informasi pelengkap bagi pemerintah dalam membuat kebijakan, sehingga produk tembakau alternatif dapat dijadikan salah satu pilihan bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok.

“Kalau perokok dewasa mau beralih dari kebiasaannya, mereka harus diberikan berbagai pilihan, jangan dibatasi. Silakan berikan mereka NRT, obat varenicline, rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, kantong nikotin, atau alternatif lainnya. Setiap orang itu mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda, jadi jangan disamaratakan. Yang penting tujuannya untuk beralih dari kebiasaan merokok dan akhirnya dapat berhenti sepenuhnya itu tercapai,” tutup Amaliya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Paparan Asap Rokok Tembakau Tingkatkan Risiko Darah Tinggi pada Anak

Studi: Paparan Asap Rokok Tembakau Tingkatkan Risiko Darah Tinggi pada Anak

Health | Selasa, 09 Maret 2021 | 12:03 WIB

Saksi Lihat Kuli Bangunan Merokok di Ruang Aula Sebelum Kejagung Terbakar

Saksi Lihat Kuli Bangunan Merokok di Ruang Aula Sebelum Kejagung Terbakar

News | Senin, 08 Maret 2021 | 19:44 WIB

Miris! Rokok Murah Kian Merajalela

Miris! Rokok Murah Kian Merajalela

Bisnis | Senin, 08 Maret 2021 | 13:38 WIB

Terkini

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:09 WIB

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:07 WIB

Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas

Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:07 WIB

Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan

Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:57 WIB

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:52 WIB

Tumbal Terakhir

Tumbal Terakhir

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:50 WIB

Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI

Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:37 WIB

Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah

Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:33 WIB

Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin

Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:26 WIB

Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater

Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:20 WIB

×