Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Komisi IV DPR: Dadahup Jadi Role Model untuk Food Estate

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Jum'at, 26 Maret 2021 | 11:42 WIB
Komisi IV DPR: Dadahup Jadi Role Model untuk Food Estate
Ilustrasi. Petani bekerja di sawah. (Antara)

Suara.com - Program Food Estate Dadahup yang berada di Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), dinilai layak menjadi role model. Sebabnya, program tersebut mampu menaikkan produktivitas padi secara signifikan per hektarnya, yang berarti mampu memberikan kesejahteraan kepada petani secara optimal.

"Food Estate ini bisa menjadi model bagi semua. Harapannya, nantinya masyarakat mau melanjutkannya. Untuk itu, Food Estate tetap perlu didukung dengan distribusi kebijakan menyeluruh untuk kesejahteraan," ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Erna Rini, Kamis (25/3/2021).

Berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke Food Estate Dadahup pada Kamis (25/3). Lokasinya berada di lahan milik Kelompok Tani Sang Hyang Seri di Desa Petak Batuah (A2), Dadahup, Kuala Kapuas, Kalteng. Selain berdialog, agenda ini juga menjadi program panen raya padi Impari 42 dengan luas lahan 50 hektar. Adapun luas totalnya mencapai 320 hektar dengan produktivitas 4,5 sampai 5,3 ton per hektar.

"Kami tentu ingin melihat langsung perkembangan Food Estate secara langsung, bukan hanya sekadar mendengarnya saja. Yang jelas, ada banyak hal menarik yang harus dikaji lebih dalam dan dikembangkan lagi," jelas Anggia.

Senada dengan Anggia, anggota Komisi IV Bambang Purwanto menegaskan, program Food Estate mampu memberikan optimalisasi atas potensi lahan. Sebab, lahan Food Estate di Dadahup merupakan program transmigrasi 1.000 hektar.

"Food Estate program yang bagus, karena mampu menaikkan produktivitas lahan dengan signifikan. Kami ucapkan terima kasih karena Food Estate digulirkan di Kalimantan Tengah, mampu menaikkan semangat para petani untuk terus berkarya," tegas Bambang.

Menjadi program unggulan, Food Estate Kalimantan Tengah menempati lahan dengan luas 30.000 hektar. Selain Kuala Kapuas, lokasi lainnya berada di Pulang Pisau. Untuk wilayah Kuala Kapuas, total luas lahan Food Estate mencapai 20.000 hektar dan sudah ditanami 17.000 hektar. Adapun untuk Food Estate di Pulang Pisau memiliki luas 10.000 hektar dan mayoritas sudah ditanami.

"Program Food Estate menjadi ide Presiden Joko Widodo. Progresnya bagus karena sudah ditanami dan mulai menghasilkan seperti di Dadahup ini. Kalau pun masih ada lahan yang belum ditanami, (itu) karena kondisinya tertutup banjir. Untuk lahan yang sudah ditanami, mampu menaikkan produktivitas rata-rata 3 ton per hektar," jelas Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy.

Produktivitas maksimal memang telah diberikan program Food Estate. Sebelum program ini digulirkan, produktivitas lahan sawah di Dadahup hanya pada angka 1,5 sampai 2 ton per hektar. Mengacu lahan milik Kelompok Tani Sang Hyang Seri, program Food Estate pun memberikan banyak bantuan. Terkait optimalisasi lahan, petani mendapatkan bantuan 7,5 kuintal per hektar.

Selain kapur, sebanyak 24 anggota Kelompok Tani Sang Hyang Seri juga mendapat bantuan masing-masing 300 kilogram per hektar pupuk NPK. Ada juga bantuan benih Impari 42 sebanyak 40 kilogram per hektar, 3 liter per hektar pupuk Hayati, hingga herbisida sebanyak 3 liter per hektar. Sarwo memaparkan, Kalimantan Tengah akan menjadi penyangga pangan bagi Indonesia.

"Ada banyak kemajuan dari program Food Estate, karena mereka kini bisa menanam dua kali. Tentu akan ditingkatkan lagi menjadi tiga kali setahun. Kalau produksinya naik, maka provisitas dan produktivitasnya tentu akan naik juga. Kalimantan Tengah akan menjadi penyangga pangan untuk wilayah timur. Jadi, Presiden Joko Widodo sangat fokus dengan Food Estate ini," ungkap Sarwo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua

CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:55 WIB

CELIOS Ungkap Biofuel Tak Hanya Mahal, Tapi Berisiko bagi Fiskal Negara: Mengapa?

CELIOS Ungkap Biofuel Tak Hanya Mahal, Tapi Berisiko bagi Fiskal Negara: Mengapa?

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:10 WIB

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda

600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:59 WIB

6 Deretan Fakta Rute Sawah Google Maps Menuju Tol Jogja-Solo Lebaran 2026, Pemudik Jadi Korban

6 Deretan Fakta Rute Sawah Google Maps Menuju Tol Jogja-Solo Lebaran 2026, Pemudik Jadi Korban

Otomotif | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:32 WIB

Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol

Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:34 WIB

Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat

Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:12 WIB

Upaya Kabur Gagal, Dua Tersangka Korupsi Kementan Diciduk Polisi di Ogan Ilir

Upaya Kabur Gagal, Dua Tersangka Korupsi Kementan Diciduk Polisi di Ogan Ilir

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 09:18 WIB

Sawah Rusak 94 Ribu Hektare di Sumatra, Mentan Minta Tambahan Dana Rp2,1 Triliun untuk Perbaikan

Sawah Rusak 94 Ribu Hektare di Sumatra, Mentan Minta Tambahan Dana Rp2,1 Triliun untuk Perbaikan

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 07:17 WIB

Terkini

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB