Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

BPJS Ketenagakerjaan Mau Kurangi Portofolio Investasi, Ini Reaksi BEI

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 31 Maret 2021 | 15:07 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Mau Kurangi Portofolio Investasi, Ini Reaksi BEI
BPJS Ketenagakerjaan. (Dok : BPJS Ketenagakerjaan).

Suara.com - BPJS Ketenagakerjaan berencana untuk mengurangi komposisi investasi saham dan reksa dana mereka di pasar modal, hal ini dilakukan untuk mengurangi kerugian investasi di saat kondisi pasar sedang bergejolak.

Menanggapi hal tersebut Direktur Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengatakan, keputusan untuk berinvestasi ataupun tidak dari sebuah lembaga pengelola dana publik merupakan hak sepenuhnya dari lembaga tersebut.

"Kebijakan investasi dari para pengelola dana publik adalah kebijakan yang independen dan bursa menghargai keputusan dari para pengelola/manajer investasi tersebut," kata Laksono kepada wartawan, Rabu (31/3/2021).

Memang dari hasil penelusuran saat ini BPJS Ketenagakerjaan memiliki porsi di saham kurang lebih 14 persen, deposito 12 persen, dan 65 persen di obligasi.

Hal ini menunjukkan saham merupakan yang paling berfluktuasi. Oleh karena itu, BP Jamsostek ingin berinvestasi secara langsung untuk menghindari fluktuasi yang ada.

"Musti dilihat berapa transaksi BPJS TK di BEI selama beberapa waktu terakhir ini. Silahkan ditanyakan ke BPJS TK karena ini bukan data publik yang bisa kami sebarkan ke publik," tegas Laksono.

Seperti diketahui, sampai Februari 2021, rasio kecukupan dana (RKD) program Jaminan Hari Tua di BPJS Ketenagakerjaan mencapai 95,2 persen.

Jumlah ttersebut belum pernah tercapai 100 persen sejak Desember 2017 yang saat itu mencapai RKD 101 persen.

BPJS Ketenagakerjaan berecana untuk lebih memfokuskan dananya untuk investasi langsung daripada saham dan reksa dana.

baca juga

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menjelaskan bahwa risiko pasar dari saham dan reksadana menjadi salah satu penyebab rasio kecukupan dana program jaminan hari tua (JHT) berada di bawah 100 persen.

"Kami lihat strateginya bisa melakukan perubahan dari saham dan reksa dana ke obligasi atau investasi langsung. Sehingga secara perlahan nanti kami akan rekomposisi aset yang ada untuk meminimalisir risiko pasar yang terjadi seperti saat ini," ujar Anggoro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Berharap Seluruh Sektor Ekonomi Kembali Bergairah Usai Vaksin

Sri Mulyani Berharap Seluruh Sektor Ekonomi Kembali Bergairah Usai Vaksin

Bisnis | Rabu, 31 Maret 2021 | 13:36 WIB

Ini Harapan BEI Usai Terima Prioritas Vaksin dari Jokowi

Ini Harapan BEI Usai Terima Prioritas Vaksin dari Jokowi

Bisnis | Rabu, 31 Maret 2021 | 13:19 WIB

Jokowi Saksikan Vaksinasi di BEI, Sri Mulyani : Anggarannya dari APBN

Jokowi Saksikan Vaksinasi di BEI, Sri Mulyani : Anggarannya dari APBN

Bisnis | Rabu, 31 Maret 2021 | 09:59 WIB

Terkini

Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara

Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 10:49 WIB

Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya

Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 10:12 WIB

Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24

Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 09:57 WIB

Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80

Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 09:22 WIB

IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan

IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 09:16 WIB

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:56 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:36 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:14 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB