Erick Buka-bukaan Gunakan Kompor Listrik Bisa Hemat Uang Belanja 20 Persen

Rabu, 31 Maret 2021 | 19:30 WIB
Erick Buka-bukaan Gunakan Kompor Listrik Bisa Hemat Uang Belanja 20 Persen
Menteri BUMN Erick Thohir (batik cokelat) dalam rapat Panja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (29/1/2020). (Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir berencana mengkonversi kompor gas LPG menjadi kompor induksi listrik di masyarakat. Hal ini setelah ketahanan energi listrik sangat mencukupi.

Menurutnya, penggunaan kompor listrik justru menguntungkan masyarakat.

"Kalau 15 juta kompor terrpakai penghematan yang luar biasa dlm menekan kompor LPG. Rakyat diuntungkan yang rata-rata biaya masak di rumah Rp147 ribu. Jadi 118 ribu per bulan hemat lagi 20 persen," ujar Erick dalam MoU PLN dengan BUMN Karya di Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Selain untungkan masyarakat, kata Erick, penggunaan kompor listrik juga bisa menguntungkan negara.

Sebab, kata dia, negara bisa menekan impor LPG karena penggunaan LPG telah berkurang setelah adanya kompor listrik.

"Ini yang kita harapkan terjadi penghematan yang luar biasa yang sekarang ini hampir Rp60 triliun bisa kita gunakan untuk kesejahteraan rakyat yang lebih bermanfaat," ucap dia.

Mantan Bos Klub Inter Milan merasa optimistis masyarakat mau beralih ke kompor listrik. Karena berkaca pada kebijakan pemerintah sebelumnya yang bisa mengkonversi kompor minyak ke gas.

"Kalau dulu kita bisa merubah minyak tanah ke LPG, kenapa juga ke depan LPG kita ubah ke listrik," katanya.

PLN dan 9 BUMN konstruksi, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan Perum Perumnas, serta 1 BUMN Perbankan, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menandatangani nota kesepahaman dalam rangka mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi Nasional demi mewujudkan energi bersih melalui gerakan penggunaan kompor induksi.

Baca Juga: Erick Thohir: Bom di Makassar Bisa Ganggu Vaksinasi

Tujuan dari nota kesepahaman ini adalah meningkatkan penggunaan kompor induksi sektor rumah tangga untuk mengurangi impor LPG dan penghematan devisa negara.

Dalam sinergi ini terdapat dua poin yang menjadi landasan utama. Pertama, mendorong penggunaan kompor induksi pada proyek unit perumahan dan apartemen yang sedang atau akan dibangun.

Kedua, menciptakan kemudahan kepada mitra kerja yang menerapkan program konversi kompor LPG ke kompor induksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI