alexametrics

Ekspor UMKM Masih Rendah, Menkop Ungkap Kendalanya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Ekspor UMKM Masih Rendah, Menkop Ungkap Kendalanya
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam webinar yang digelar Suara.com, bertajuk Adaptasi dan Teknologi, Kiat UMKM Lokal Terus Berkembang di Tengah Pandemi, Jumat (19/3/2021). [Suara.com/Reza Gunadha]

Teten Masduki mengatakan kontribusi ekspor UMKM dalam negeri masih sangat rendah hanya 14,37 persen.

Suara.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengatakan kontribusi ekspor UMKM dalam negeri masih sangat rendah hanya 14,37 persen, sehingga kata dia ini jadi pekerjaan rumah yang harus segera diserahkan.

Kata Teten setidaknya ada beberapa faktor yang membuat UMKM tanah air sulit menembus pasar ekspor.

"Minimnya pengetahuan tentang pasar luar negeri, kualitas produk, kapasitas produksi, biaya sertifikasi yang tidak murah, hingga kendala logistik," kata Teten dalam sebuah webinar bertajuk Konfrensi 500K Eksportir Baru, Senin (19/4/2021).

Dari catatan yang ia miliki saat ini kontribusi ekspor UMKM hanya 14,37 persen, angka ini terbilang rendah jika dibandingkan dengan negara-negara anggota APEC.

Baca Juga: Pelaku UMKM Diminta Perhatikan Ini agar Bisa Dapat Bantuan

"Kontribusi ekspor UMKM masih relatif rendah, yaitu 14,37 persen. Tetapi ini masih tertinggal lah dari negara-negara APEC, bahkan APEC sudah mencapai 35 persen," katanya.

Bahkan dia bilang para eksportir di Indonesia masih didominasi oleh pelaku usaha berskala besar dengan porsi 86 persen.

Makanya dalam acara Konfrensi 500K Eksportir Baru, dia berharap program itu bisa menambah lebih banyak lagi UMKM ekspor. Teten melihat UMKM banyak memiliki produk potensial untuk diekspor, seperti pertanian, perikanan, furniture, dekorasi rumah, kosmetik, herbal produk, dan busana muslim.

Dia bilang, Kemenkop akan fokus menyiapkan kapasitas dan daya saing produk. Menurutnya, perlu dilakukan pendampingan berkelanjutan, karena UMKM kebanyakan membuat usaha bukan sepenuhnya untuk bisnis, tapi secara tidak sengaja.

Dia juga ingin izin-izin ekspor ini harus dipermudah termasuk dukungan logistiknya. Selain itu, kata dia, juga diperlukan dukungan pembiayaan.

Baca Juga: Mengenal Sederet Fitur yang Ada di WhatsApp Business

Komentar