PUPR: Rumah Layak Huni di Labuan Bajo Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Minggu, 13 Juni 2021 | 07:48 WIB
PUPR: Rumah Layak Huni di Labuan Bajo Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Ilustrasi rumah masyarakat di Labuan Bajo, NTT. (Dok: PUPR)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

“Balai P2P Nusa Tenggara II sebagai perwakilan dari Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR di wilayah Nusa Tenggara Timur Bersama pemerintah daerah setempat bekerja sama untuk menata kawasan ini jadi kawasan pariwisata premium dengan mengubah rumah-rumah masyarakat yang sebelumnya tidak layak huni menjadi homestay sehingga para wisatawan bisa tinggal di sini,” terangnya.

Labuan Bajo, NTT. (Dok: PUPR)
Labuan Bajo, NTT. (Dok: PUPR)

Program Sarhunta ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Nusa Tenggara Timur Balai P2P Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR sejak tahun 2020 di Labuan Bajo. Pelaksanaanya dilakukan di dua daerah, yakni Kabupaten Manggarai Barat tersebar di empat kecamatan dan 12 kelurahan/ desa, serta Kabupaten Manggarai di satu kecamatan dan empat desa.

Hal itu membuat banyak wisatawan mulai datang berkunjung dan tempat-tempat pariwisata di Labuan Bajo mulai terbuka. Kini banyak wisatawan yang datang berkunjung ke Labuan Bajo dan memanfaatkan Sarhunta yang dibangun dan difungsikan masyarakat sebagai homestay.

Bermanfaat Positif bagi Warga

Program Sarhunta sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat di Labuan Bajo. Rumah-rumah masyarakat yag dirubah dari sebelumnya tidak layak huni dan menjadi lebih layak huni bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai homestay atau tempat penginapan bagi para wisatawan yang dating berkunjung.

Dampak langsung yang dirasakan adalah masyarakat kini bisa memiliki pemasukan tambahan dari uang sewa homestay yang dimiliki. Jadi jika sebelumnya masyarakat hanya mengandalkan pendapatan dari hasil sebagai nelayan, dengan menjual hasil ikannya maka mereka kini memiliki hunian layak yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat tinggal, sekaligus tempat penginapan dengan sarana dan fasilitas pendukung yang mereka siapkan juga.

Dalam proses pembangunannya pun masyarakat dilibatkan secara aktif agar mereka bisa merasa memiliki dan menjaga bangunan Sarhunta ini. Pemilik rumah maupun tukang bangunan yang bekerja juga bisa mendapatkan upah kerja sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap, semoga Sarhunta yang sudah dibangun di  Labuan Bajo ini bisa dijaga dan dipelihara sebaik mungkin oleh pemiliknya. Kami yakin, Sarhunta ini juga akan mendorong sektor pariwisata dan semakin banyak wisatawan bisa menikmati keindahan alam di Labuan Bajo,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang penerima bantuan Program Sarhunta di Labuan Bajo, Arif Rahman menyatakan, sangat senang bisa mendapatkan bantuan perumahan tersebut. Menurutnya, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan negara-negara lain di dunia, sektor pariwisata di Labuan Bajo mengalami penurunan yang sangat drastis.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun Rusun Sekolah Tinggi Agama Hindu di Bali

Ilustrasi rumah masyarakat di Labuan Bajo, NTT. (Dok: PUPR)
Ilustrasi rumah masyarakat di Labuan Bajo, NTT. (Dok: PUPR)

“Dulu hampir tidak ada kunjungan wisatawan baik lokal maupun internasional yang ke sini. Hal itu tentunya berdampak pada pendapatan masyarakat dan sektor pariwisata yang sebelumnya cukup tinggi. Sekarang mulai banyak wsiatawan datang berkunjung dan menginap di Sarhunta. Kami mengucapkan terimakasih ke Kementerian PUPR atas bantuan Sarhunta ini dan berharap agar program perumahan ini bisa dilanjutkan karena masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni,” katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI