Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Cara Menentukan Target Pasar Bagi Pelaku UMKM Pemula Agar Penjualan Melesat Pesat

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 01 Juli 2021 | 23:24 WIB
Cara Menentukan Target Pasar Bagi Pelaku UMKM Pemula Agar Penjualan Melesat Pesat
Cara menentukan target pasar bagi pelaku UMKM - Ilustrasi Berbisnis. (Xendit)

Suara.com - Salah satu upaya meningkatkan penjualan UMKM ialah dengan menentukan target pasar. Ada beberapa cara menentukan target pasar bagi pelaku UMKM yang harus dimengerti.

Pasalnya, menentukan target pasar dapat mengarahkan kegiatan pemasaran kepada kelompok konsumen tertentu sesuai produk yang diproduksi. Ada lima cara menentukan target pasar bagi pelaku UMKM pemula.

1. Tentukan Tipe Konsumen

UMKM harus mampu mengenali siapa pihak yang membutuhkan barang yang anda produksi. Selain itu, perlu dilakukan segmentasi konsumen yang paling sesuai dengan produk. Untuk menentukan siapa konsumen yang ditarget, perlu di diperhatikan beberapa hal sebagai berikut.

  • Demografik
    Menentukan demografik berperan penting untuk mengetahui siapa target pasar Anda. Misal, produk kopi lebih banyak diminati laki-laki atau perempuan usia remaja hingga dewasa, mulai dari 14 hingga 35 tahunan.
  • Letak Geografi
    Pengelompokan target konsumen berdasarkan lokasinya bertujuan untuk mencocokkan karakter barang dengan harapan yang diperlukan wilayah tertentu. Misalnya, produk kopi pada kota besar atau kota-kota berkembang.
  • Preferensi Gaya Hidup
    Tentukan target pasar berdasarkan kelas ekonomi, kepribadiann, minat, hingga tingkat pendidikan, pendapatan, dan jenis pekerjaan. Usaha kopi sangat cocok ditujukan kepada para pekerja kantoran di kota besar atau berkembang dengan preferensi hidup dan kelas sosial ekonomi menengah ke atas.

2. Cari Tahu Kebutuhan Target Pasar

Cari tahu apa yang konsumen perlukan, tujuannya untuk melakukan tes produk. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui kesesuaian produk dengan target pasar. Ikuti bazar untuk melakukan tes produk terhadap besarnya minat konsumen.

3. Evaluasi Target Pasar

Setelah mendapatkan target pasar berdasarkan tipe  konsumen, lakukan evaluasi.

Pastikan tipe konsumen sesuai dengan target pasar produk dengan mengetahui ketertarikan konsumen. Upaya ini mampu meningkatkan bisnis yang sedang dijalankan.

4. Pelajari Strategi Pemasaran

Bila konsumen yang ditargetkan didominasi oleh kalangan milenial, strategi pasar yang dapat dilakukan yakni dengan menggunakan sosial media. Seperti halnya, Instagram, TikTok, hingga Aplikasi Pesan Makanan Online cukup sering digunakan untuk mempromosikan produk UMKM.

Namun jika target pasar didominasi oleh orang tua, maka model pemasaran di media sosial belum tentu efektif. 

5. Lakukan Analisa Respon Konsumen

Pastikan konsumen yang menjadi target pasar sudah sesuai. Selalu lakukan evaluasi terhadap respon konsumen terkait produk. Misalnya, lihat respon konsumen melalui penilaian aplikasi antar makanan online.

Selain itu, lihat produk apa yang paling banyak diminati dan sepi atau jumlah pengunjung. Bila perlu, mintalah kritik dan saran dari konsumen mengenai jenis usaha Anda. Cara ini dapat meningkatkan penjualan produk UMKM Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaku UMKM di Lampung Dikunjungi Menteri BUMN dan Dirut BRI

Pelaku UMKM di Lampung Dikunjungi Menteri BUMN dan Dirut BRI

Bogor | Senin, 21 Juni 2021 | 16:32 WIB

Serap Aspirasi Pelaku UMKM, Menteri BUMN dan Dirut BRI Kunjungi Pengusaha Mikro di Lampung

Serap Aspirasi Pelaku UMKM, Menteri BUMN dan Dirut BRI Kunjungi Pengusaha Mikro di Lampung

Bisnis | Senin, 21 Juni 2021 | 16:29 WIB

7 Cara Kerja Sama dengan Influencer Sesuai Budget dan Target Pasar

7 Cara Kerja Sama dengan Influencer Sesuai Budget dan Target Pasar

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2020 | 15:11 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB