Kimia Farma Jual Vaksin, Erick Thohir : Apa Salahnya, Masha Allah

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 14 Juli 2021 | 08:41 WIB
Kimia Farma Jual Vaksin, Erick Thohir : Apa Salahnya, Masha Allah
Menteri BUMN Erick Thohir. (Suara.com/Ummi HS).

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali menjelaskan asal-usul digelarnya vaksinasi gotong royong individu atau vaksinasi berbayar. Ia menegaskan, digelarnya vaksinasi berbayar ini hanya untuk mempercepat program vaksinasi.

Erick menjelaskan, dengan adanya varian delta Covid-19 membuat pemerintah harus cepat untuk melakukan vaksinasi. Sebab, dari semua kasus kematian, kebanyakan mereka belum divaksin.

Berangkat dari alasan itu, Ketua Pelaksana KPCPEN ini mengerahkan BUMN-nya membantu percepatan vaksinasi lewat vaksinasi gotong royong berbayar.

"Bapak presiden tidak berpikir bahwa ini apa-apa, harus dipercepat kenapa? dengan varian delta ini kemarin kalau kita ingat angkanya sudah 60 ribu lebih yang meninggal karena covid. Salah satunya perceptaan vaksinasi ini adalah tadi sebagai proteksi awal," ujar Erick kepada wartawan yang ditulis Rabu (14/7/2021).

"Karena kalau sudah divaksin kalau terkena pun itu tidak fatal dan terbukti data-datanya kebanyakan mohon maaf yang meninggal itu yang belum divaksin. Nah percepatan vaksinasi ini sekarang harus dilakukan," tambahnya.

Mantan Bos Klub Inter Milan ini mengungkapkan, BUMN-BUMN juga selalu membantu pemerintah dalam pelaksanaan program vaksinasi gratis. BUMN, katanya, menggelar vaksinasi gratis di bandara hingga stasiun kereta api.

Erick melihat, BUMN terlebih Kimia Farma memiliki jaringan klinik dan tenaga kesehatan yang lumayan banyak.

"Kami punya jaringan apotik KF itu 1.300, dan di dalam apotek, itu kemarin saya sudah lihat ada kliniknya, ada dokternya ada nakesnya, apa salahnya kalau kami ingin kurangi beban nakes yang ada di rumah sakit. Apa salahnya kita ingin bantu dan ini ada penugasan. Dengan itu kami coba praktek dulu di 8 klinik supaya bantu vaksin, begitu kan. Jadi kami bukan berarti sekonyongkonyong kami melakukan ini tadi," ucap Erick.

Mantan Ketua Inasgoc ini juga membantah adanya tuduhan pembelian vaksin gotong royong ini dengan dana APBN. Erick juga membantah vaksin yang digunakan untuk vaksinasi berbayar ini berasal dari hibah atau sumbangan.

"Aduh Masha Allah, saya rasa, saya dan tim saya bukan dari bagian seperti itulah. Kami tidak mungkin vaksin sumbangan dikomersialisasikan masha Allah, mohon maaf masha Allah begitu," pungkas Erick.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19 Bikin Para Ahli Ragu, Efek Sampingnya Lebih Parah?

Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19 Bikin Para Ahli Ragu, Efek Sampingnya Lebih Parah?

Health | Rabu, 14 Juli 2021 | 08:02 WIB

Perbatasan Akan Diperketat, Masuk Kota Makassar Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksin

Perbatasan Akan Diperketat, Masuk Kota Makassar Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksin

Sulsel | Rabu, 14 Juli 2021 | 07:15 WIB

Heboh Nakes Pura-pura Suntik Vaksin, Netizen Geram: Ini Penipuan, Keterlaluan

Heboh Nakes Pura-pura Suntik Vaksin, Netizen Geram: Ini Penipuan, Keterlaluan

Banten | Rabu, 14 Juli 2021 | 07:15 WIB

Terkini

Usai Pengumuman Pembatasan BBM, Harga Bumbu Dapur Hari Ini Naik

Usai Pengumuman Pembatasan BBM, Harga Bumbu Dapur Hari Ini Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 10:45 WIB

Pangkas Anggaran Besar-Besaran, Pemerintah Tetap Salurkan Bansos ke 22 Juta Keluarga

Pangkas Anggaran Besar-Besaran, Pemerintah Tetap Salurkan Bansos ke 22 Juta Keluarga

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 10:30 WIB

Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Ini Daftar Terbarunya

Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Ini Daftar Terbarunya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 10:02 WIB

Emas Antam Tiba-tiba Mahal Lagi, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram

Emas Antam Tiba-tiba Mahal Lagi, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:57 WIB

Rupiah Kembali Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.983

Rupiah Kembali Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.983

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:53 WIB

APBN Mulai Ngos-ngosan! Anggaran Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas PNS Mau di Hemat, MBG Gas Terus

APBN Mulai Ngos-ngosan! Anggaran Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas PNS Mau di Hemat, MBG Gas Terus

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:52 WIB

Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal

Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:52 WIB

Bidik Peluang ARA, IPO BSA Logistics (WBSA) Jadi Magnet Baru Investor Ritel

Bidik Peluang ARA, IPO BSA Logistics (WBSA) Jadi Magnet Baru Investor Ritel

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:44 WIB

HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya

HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:43 WIB

IHSG Dibuka Menghijau 1,43%, Simak Saham-saham yang Naik Pagi Ini

IHSG Dibuka Menghijau 1,43%, Simak Saham-saham yang Naik Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:17 WIB