Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

Fuad Bawazier Ungkap Sebab Pertumbuhan Ekonomi di Era Jokowi Selalu Meleset

Bimo Aria Fundrika, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 23 Juli 2021 | 20:50 WIB
Fuad Bawazier Ungkap Sebab Pertumbuhan Ekonomi di Era Jokowi Selalu Meleset
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (freepik.com)

Suara.com - Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Fuad Bawazier mengatakan target pertumbuhan ekonomi yang selalu di pasang Pemerintahan Presiden Joko Widodo selalu konsisten salah. Hal tersebut terbukti dari target yang selalu tak pernah tercapai.

Argumentasi tersebut dikatakan Fuad dalam sebuah webinar bertajuk 'Meneropong Pertumbuhan Ekonomi TW 3 Imbas PPKM Darurat, Jumat (23/7/2021).

Target ekonomi tinggi yang dengan percaya diri dipasang oleh pemerintah kata Fuad Bawazier menjadi salah satu faktor kenapa pertumbuhan ekonomi RI tak pernah tercapai.

"Jujur saja, saya semakin tidak percaya pada prediksi angka pertumbuhan ekonomi versi petinggi negeri yang hampir selalu terlalu tinggi dan kemudian hampir selalu juga salah meski sudah berkali-kali diralat," kata Fuad.

Alhasil kata dia, selama era pemerintahan Jokowi target pertumbuhan ekonomi selalu meleset. Terlebih di saat kondisi pandemi seperti ini.

Menurutnya pemerintah berkali-kali merevisi target pertumbuhan ekonomi. Meski sudah diturunkan target pertumbuhannya namun, tetap saja angkanya tak pernah tercapai.

"Tapi, yang terakhir angkanya masih salah, konsisten salah ketinggian," katanya.

Dirinya pun menduga target ekonomi yang selalu tinggi dan optimis tersebut merupakan propaganda pemerintah dengan tujuan politis dan agar para investor merasa yakin akan kondisi ekonomi Indonesia.

"Lebih kepada upaya propaganda saya lihat, bisa untuk tujuan politis, menjaga nilai tukar rupiah, menjaga optimisme masyarakat, investor, dan lain-lain," paparnya.

baca juga

Namun faktanya dilapangan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tak sebaik yang diimpikan dan seoptimis para petinggi negeri.

"Proyeksi proyeksi itu tidak didukung kondisi riil di lapangan di mana UMKM mulai menjerit, pariwisata banyak yang tumbang, dan sebagainya," pungkasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2021 di antara 3,7 persen hingga 4,5 persen akibat penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

“Overall growth (pertumbuhan) tahun 2021 ada di antara 3,7 hingga 4,5 karena pada kuartal I kita tumbuhnya minus 0,7 persen,” kata Sri Mulyani.

Pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjut Sri Mulyani, dipengaruhi oleh skenario penerapan PPKM Darurat. Jika menggunakan skenario moderat dengan penyebaran kasus COVID-19 terus memuncak hingga akhir Juli diikuti dengan relaksasi PPKM pada minggu ke-1 Agustus, dan pemulihan aktivitas ekonomi kembali terjadi secara gradual mulai pertengahan Agustus 2021 maka proyeksi pertumbuhan tahunan 2021 menjadi 4,5 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkab Bandung Barat Imbau Orang Tua Cek Ponsel dan Tak Izinkan Anaknya Keluar Rumah Besok

Pemkab Bandung Barat Imbau Orang Tua Cek Ponsel dan Tak Izinkan Anaknya Keluar Rumah Besok

Jabar | Jum'at, 23 Juli 2021 | 18:19 WIB

Begini Janji Jokowi Soal Sekolah Dibuka di Peringatan Hari Anak Nasional

Begini Janji Jokowi Soal Sekolah Dibuka di Peringatan Hari Anak Nasional

Lifestyle | Jum'at, 23 Juli 2021 | 17:50 WIB

Tanggapi Pendemo Turunkan Jokowi, Denny Siregar: Dari Dulu, Tapi Tidak Berhasil

Tanggapi Pendemo Turunkan Jokowi, Denny Siregar: Dari Dulu, Tapi Tidak Berhasil

Bogor | Jum'at, 23 Juli 2021 | 16:54 WIB

Terkini

Prabowo ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, Lihat Api dari Dekat Tanpa Masker Begini Arahannya

Prabowo ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, Lihat Api dari Dekat Tanpa Masker Begini Arahannya

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Review Bartender Glass of God: Mengobati Luka Jiwa Lewat Segelas Koktail

Review Bartender Glass of God: Mengobati Luka Jiwa Lewat Segelas Koktail

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta

Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta

Jawa Tengah | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan

Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI

Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif

Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara

Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak

Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak

Jogja | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74

Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'

Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'

Kalbar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:32 WIB

×