Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Tingkat Kematian Ayam Petelur Kandang Bebas Baterai Terus Menurun

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 27 Juli 2021 | 08:18 WIB
Tingkat Kematian Ayam Petelur Kandang Bebas Baterai Terus Menurun
Ilustrasi peternakan ayam. (Antara/Seno)

Suara.com - Menurut  Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature, berdasarkan analisis data komersial terbesar,  tingkat kematian ayam petelur menurun dari waktu ke waktu dalam sistem kandang bebas baterai karena adanya peningkatan pengalaman dan pengetahuan manajemen. 

Dengan menggunakan berbagai data dari 16 negara berbeda dan 176 juta ayam, studi ini membandingkan kematian ayam petelur di sistem kandang yang berbeda, kandang baterai konvensional, sistem enriched cage dan sistem bebas kandang baterai (kandang aviari ).

Hal ini mengungkapkan bahwa dalam periode satu dekade, pengalaman dalam mengelola sistem kandang baterai telah dikaitkan dengan adanya penurunan rata-rata 4-6% kematian, atau tingkat penurunan kematian yang lebih rendah daripada yang sudah dilaporkan, dibandingkan dengan sistem kandang yang sudah mencapai titik jenuh.

Dapat disimpulkan bahwa tingkat kematian di populasi unggas dalam sistem bebas kandang tidak setinggi di dalam sistem kandang baterai konvensional. 

“Ketika perbandingan dibuat antara sistem dengan tingkat “kematangan” teknologi yang setara, kematian di kandang rumahan bebas kandang baterai tidak lebih tinggi dari pada sistem kandang,” ungkap Dr. Cynthia Schuck-Paim, salah satu penulis studi tersebut ditulis Selasa (27/7/2021).

Faktanya, tren yang bisa diamati dari data menunjukkan bahwa kematian dapat lebih ditekan di kandang bebas baterai jika (kualitas) manajemen dapat terus ditingkatkan dan genetika mampu dioptimalkan dalam sistem tersebut.

"Selama beberapa dekade, sistem industri kandang telah dikembangkan (secara spesifik) untuk mengurangi kerugian yang disebabkan oleh kematian individu ungggas produktif, dan wajar jika sistem housing yang baru diadopsi mengikuti jalur yang sama," ungkap penelitian tersebut, yang juga menyebutkan bahwa faktor risiko kematian di sistem bebas kandang baterai, seperti tantangan adanya patogen baru dan paparan pada luka akibat patukan unggas lain yang dapat dikelola jika produsen dapat memperoleh pengalaman yang diperlukan untuk menjalankan sistem bebas kandang baterai dengan sukses.

Karena insentif keuangan, studi tersebut mengatakan, produsen telah menyesuaikan sistem kandang industri untuk mengurangi kerugian yang disebabkan oleh kematian, sambil mempertahankan standar kesejahteraan yang rendah dan terkadang menurunkannya lebih jauh.

“Studi ini penting karena mengungkapkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi angka kematian adalah pengetahuan produsen sendiri dan insentif. Oleh karena itu, jika insentifnya berupa tunjangan finansial, maka studi tersebut menunjukkan bahwa dengan pengetahuan, pengalaman dan teknologi, sistem tanpa bebas kandang baterai tidak hanya lebih efisien, tetapi juga menghadirkan alternatif yang lebih etis bagi konsumen,” ungkap Fadila, Communications and Corporate Engagement Manager Act For Farmed Animals. 

Sinergia Animal dan Animal Friends Jogja melalui koalisi AFFA,  bekerja untuk mendorong sistem pangan dan metode pertanian yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Upaya mereka telah membantu perusahaan besar seperti Autogrill, Burger King dan Pizza Marzano, yang baru-baru ini untuk mengadopsi kebijakan yang mengalihkan seluruh rantai pasok mereka ke sistem bebas kandang baterai.

Adanya perubahan sistem yang cepat dari kandang baterai menuju bebas kandang baterai adalah tren global dan lebih dari 100 perusahaan, seperti Nestlé, Unilever, Mondelez International, Restaurant Brands International dan Wyndham Hotels & Resorts juga telah ikut berkomitmen untuk berhenti memasok telur dari kandang baterai secara global.

Manfaat sistem kandang bebas baterai telah menjadi subyek dari beberapa penelitian. Menurut penelitian yang dipublikasikan di World’s Poultry Science Journal, “Ayam dalam sistem bebas kandang baterai memiliki kesehatan muskuloskeletal terbaik, penurunan insiden osteoporosis, dan lebih sedikit patah tulang yang terjadi selama depopulasi”.

Dalam kandang baterai, satu ayam menghabiskan hidup mereka dengan beberapa unggas lainnya, dalam ruang yang masing-masing lebih kecil dari selembar kertas A4. Mereka tidak dapat merentangkan sayap mereka sepenuhnya atau berjalan dengan bebas.

Dalam sistem ini, ayam juga tidak dapat melakukan beberapa perilaku paling mendasar yang padahal penting untuk kesejahteraannya, seperti bersarang, bertelur, dan mandi debu.

Mereka harus berdiri di atas kawat logam, yang biasanya menyebabkan kaki mereka terluka, dan osteoporosis karena kurangnya gerakan, yang dapat menyebabkan patah tulang yang menyakitkan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ya Ampun! Peternak Ayam di Banyumas Divonis Hukuman Penjara, Ini Kasusnya

Ya Ampun! Peternak Ayam di Banyumas Divonis Hukuman Penjara, Ini Kasusnya

Jawa Tengah | Rabu, 17 Maret 2021 | 18:18 WIB

Diperas Oknum Polisi Rp90 Juta, Peternak Ayam Petelur di Banyumas Demo

Diperas Oknum Polisi Rp90 Juta, Peternak Ayam Petelur di Banyumas Demo

Jawa Tengah | Selasa, 26 Januari 2021 | 14:19 WIB

Saat Akan Buat Seblak, Risa Kaget Temukan Telur Bertuliskan Lafaz Allah

Saat Akan Buat Seblak, Risa Kaget Temukan Telur Bertuliskan Lafaz Allah

Jatim | Kamis, 28 November 2019 | 21:51 WIB

Terkini

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:04 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:58 WIB

Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg

Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:26 WIB

Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani

Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:23 WIB