Ekonom Senior Apresiasi Pertumbuhan Sektor Pertanian di Tengah Pandemi Covid-19

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Kamis, 29 Juli 2021 | 13:46 WIB
Ekonom Senior Apresiasi Pertumbuhan Sektor Pertanian di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi padi (Shutterstock).

Suara.com - Ekonom Senior,Rizal Ramli mengapresiasi kinerja sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan di tengah pandemi Covid-19. Sebab, selain berhasil menjaga pangan nasional, sektor ini juga mampu membuka peluang kerja bagi jutaan orang yang terkena PHK.

"Saya mendengar ada 3 juta petani baru yang masuk saat pandemi ini. Saya kira ini luar biasa dan saya percaya sektor pertanian selalu bertahan dari gejolak di saat industri lain rontok, hotel payah dan yang lain juga payah. Akhirnya banyak profesional pulang kampung dan mereka jadi petani," ujar Rizal Ramli dalam webinar yang berjudul Potensi Sektor Pertanian Dalam Mencegah Krisis Ekonomi, Kamis, (29/7/2021).

Rizal mengatakan, kehadiran petani baru merupakan angin segar sekaligus potensi besar bagi Indonesia untuk menciptakan berbagai peluang usaha. Apalagi, mereka dikenal inovatif, kreatif dan punya pengalaman yang cukup panjang.

"Mudah-mudah mereka bisa survive karena mereka adalah orang orang berpengalaman," katanya.

Meski demikian, Rizal meminta pemerintah segera membuat strategi besar dalam menjawab berbagai tantangan di masa pandemi demi mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat pangan.

"Intinya Indonesia harus jadi mangkok pangan Asia. Kenapa? Kita patut bersyukur karena kita memiliki matahari paling lama sepanjang tahun. Kita juga bersyukur rakyat kita ingin bekerja. Nah dalam kaitan ini Indonesia harus bisa jadi mangkok pangan Asia," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ekonom Senior lainnya yakni Emil Salim. Menurutnya, peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi penting dalam membangun sektor pertanian masa depan. NTP merupakan ukuran berapa biaya masuk dan berapa biaya yang dikeluarkan dari hasil kegiatan olah tanam.

"Fokus Kementan harus meningkatkan kesejahteraan petani melalui NTP diatas 100. Saya melihat NTP perkebunan sudah diatas 130, sehingga menarik untuk berinvestasi. maka tugas kementan adalah menghilangkan hambatan yang menyebabkan tingginya biya bagi petani di lapangan," katanya.

Menurut Prof Emil, pemerintah merupakan instrumen kuat yang masih dipercaya rakyat dalam membela petani. Karena itu, pembelaan itu wajib dubuktikan dengan ketersediaan pupuk dan mendorong pengembangan pupuk organik.

baca juga

"Siapa yang mau bela petani, kalau bukan Kementan. Maka itu, jika pupuk terlamabat, bisakah kita membuat pupuk sendiri dari kandang. Saya bilang para produsen pangan harus menjdi bintang, terlebih diaaat pandemi covid 19," katanya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai tukar petani (NTP) pada bulan Juni 2021 mencapai 103,58 atau naik sebesar 0,19 persen (MtoM). Sebelumnya curva NTP pada bulan Okteber 2020 juga naik di atas 100, dimana NTP Oktober mencapai 102,25, kemudian pada bulan berikutnya, yakni November mencapai 102,86, Desember 103,25, Januari 103,26, Februari 103,10, Maret 103,29, April 102,93 dan bulan Mei tahun ini mencapai 103,29 atau naik sebesar 0,44 persen.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mengatakan, bahwa sektor pertanian selama ini terus melakukan perbaikan menuju pertanian yang maju, mandiri dan modern. Perbaikan itu meliputi sisi hulu maupun hilir. Diantaranya membuka peluang usaha serta akses data bagi petani Indonesia dalam memenihi kebutuhan pupuk.

"Kita sudah melakukan berbagai upaya dimana pertanian selalu menjadi tulang punggung. Misalnya pengadaan pupuk subsidi selalu menjadi kendala serius. Namun alhamdulilah sekarang mulai menunjukan perkembangannya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalam Musrenbangtannas Mentan Ungkapkan Program Kementan pada 2022, Apa Saja?

Dalam Musrenbangtannas Mentan Ungkapkan Program Kementan pada 2022, Apa Saja?

Bisnis | Rabu, 21 Juli 2021 | 12:32 WIB

Mentan: Kebutuhan Pangan Mutlak Dipenuhi secara Berkesinambungan

Mentan: Kebutuhan Pangan Mutlak Dipenuhi secara Berkesinambungan

Bisnis | Selasa, 20 Juli 2021 | 19:10 WIB

Kementan Pastikan Pasokan Hewan Kurban Idul Adha 1442 H Cukup Aman

Kementan Pastikan Pasokan Hewan Kurban Idul Adha 1442 H Cukup Aman

Bisnis | Senin, 19 Juli 2021 | 20:25 WIB

Guru Besar IPB: Pertanian Jadi Harapan Dalam Bangkitkan Ekonomi Nasional

Guru Besar IPB: Pertanian Jadi Harapan Dalam Bangkitkan Ekonomi Nasional

Bisnis | Senin, 19 Juli 2021 | 13:07 WIB

Mentan Dorong Petani Pangkep 3 Kali Tanam untuk Picu Produktivitas Pertanian

Mentan Dorong Petani Pangkep 3 Kali Tanam untuk Picu Produktivitas Pertanian

Bisnis | Senin, 19 Juli 2021 | 12:57 WIB

Pastikan Kesiapan Hari Raya Kurban, Mentan Tinjau RPH Manggala di Kota Makassar

Pastikan Kesiapan Hari Raya Kurban, Mentan Tinjau RPH Manggala di Kota Makassar

Bisnis | Minggu, 18 Juli 2021 | 19:00 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×