Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Platform Myriad Kembangkan Fitur untuk Monetisasi Konten

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 06 Agustus 2021 | 06:33 WIB
Platform Myriad Kembangkan Fitur untuk Monetisasi Konten
Myriad.

Suara.com - Sebagai media sosial terdesentralisasi, saat ini, Myriad sedang mengembangkan fitur yang sebelumnya tidak ada pada platform media sosial lainnya. Sebut saja kemampuan untuk memonetisasi konten dan memberikan kekuasaan penuh pada pengguna atas pengiklan di halaman sosial mereka.

Pengguna Myriad tidak akan dikuasai oleh sistem monetisasi terpusat yang dikendalikan oleh para eksekutif teknologi.

Tujuan utama dari skema periklanan media sosial terdesentralisasi adalah untuk memungkinkan pengguna mendapatkan hasil maksimal dari konten mereka tanpa takut didemonetisasi.

"Karena Myriad terdesentralisasi, hal ini mencegah kekuasaan bergabung dalam satu entitas. Di Myriad, Anda tidak perlu khawatir konten Anda disensor. Ini karena platform kami lebih memprioritaskan konten kreator daripada pengiklan.
Bayangkan sebuah platform yang dapat membantu Anda mencari uang dengan kebebasan kreatif yang berlimpah, itulah Myriad," kata Jean-Daniel Gauthier, CEO & Co-Founder Myriad ditulis Jumat (6/8/2021).

Desentralisasi juga memberikan kekuasaan penuh dalam skala komunitas. Salah satu masalah utama dengan media sosial besar saat ini adalah bahwa standar yang diberlakukan pada kebanyakan platform tidak mencerminkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Platform media sosial besar cenderung menyesuaikan dengan keinginan pengiklan karena umumnya merekalah sumber pendapatan utama.

Myriad memiliki berbagai fitur revolusioner yang membuatnya berbeda. Salah satu adalah interaksi  dan monetisasi  lintas platform melalui tip pengguna. Masalah pada aplikasi media sosial terdesentralisasi adalah mereka kesulitan menghasilkan penonton. Ini dikarenakan masih banyak orang yang belum mendaftar untuk layanan tersebut.

Ambillah Mastodon sebagai contoh. Mastodon adalah platform microblogging terdesentralisasi yang mirip dengan fitur Twitter. Mastodon dibuat pada tahun 2016 dan hanya memiliki sebagian kecil pengguna dibandingkan dengan Twitter. Agar pengguna dapat mempertimbangkan untuk pindah haluan, diperlukan adanya skema migrasi yang mulus.

Di Myriad, pengguna baru tidak perlu khawatir akan kehilangan konten dari konten kreator favorit di platform lain. Myriad akan memiliki sistem pemantauan konten secara anonim. Pengguna dapat mengimpor konten kesayangan ke Myriad. Dan tetap dapat menikmati pengalaman dari platform lain sambil memanfaatkan fitur privasi kami yang lebih aman.

Myriad juga akan memungkinkan konten kreator dari berbagai platform yang didukung untuk dapat menerima tips dari konten mereka. Pemberian tip dapat dilakukan meskipun pengguna belum memiliki akun Myriad.

Saat ini, platform media sosial yang didukung adalah Facebook, Twitter, dan Reddit. Konsepnya sederhana, setiap pengguna akan dapat memberi tip menggunakan token $MYRIA di Myriad. Dan setiap pengguna di Facebook, Twitter, dan Reddit akan memiliki alamat dompet unik dari profil mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lexus Siapkan Model Penantang Audi Q2 Gunakan Basis Toyota Yaris Cross

Lexus Siapkan Model Penantang Audi Q2 Gunakan Basis Toyota Yaris Cross

Otomotif | Kamis, 29 Juli 2021 | 12:28 WIB

Konfirmasi Siapkan Delapan Model Mobil Listrik, Stellantis Gunakan Platform Baru

Konfirmasi Siapkan Delapan Model Mobil Listrik, Stellantis Gunakan Platform Baru

Otomotif | Senin, 19 Juli 2021 | 21:05 WIB

Bocoran Telkomsel : Akan Investasi Besar-Besaran di Platform Digital

Bocoran Telkomsel : Akan Investasi Besar-Besaran di Platform Digital

Sulsel | Minggu, 18 Juli 2021 | 09:40 WIB

Terkini

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:56 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB