alexametrics

Saham Bukalapak Terus Ambles Jadi Rp 965 per Lembar

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Saham Bukalapak Terus Ambles Jadi Rp 965 per Lembar
Bukalapak.

Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terpantau masih berada di zona merah pada perdagangan sesi pertama hari ini Kamis (12/8/2021).

Suara.com - Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terpantau masih berada di zona merah pada perdagangan sesi pertama hari ini Kamis (12/8/2021).

Dari data RTI terpantau, saham BUKA berada pada posisi 965 per lembar saham dengan mentok di ARB atau telah turun sekitar 70 basis poin atau setara 6,76 persen

Saham BUKA berada di level tertinggi Rp 1.000 dan terendah Rp 965 per saham. Total frekuensi perdagangan selama sesi pertama pun mencapai 11.789 kali dengan total volume saham 421,37 unit dengan nilai transaksi Rp 407 miliar.

Kapitalisasi pasarnya pun turun ke bawah Rp 100 triliun, tepatnya Rp 99,45 triliun.

Baca Juga: Mal Kokas Dibuka Kembali, Pengunjung: Akhirnya Bisa Nge-mal Lagi

Beberapa investor ritel PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) meluapkan kekesalannya dengan cara yang tidak biasa.

Salah satunya, investor ritel Eldwin Vancep yang meluapkan amarahnya dengan memberikan rating buruk pada aplikasi Bukalapak yang ada di Playstore.

Sambil menuliskan amarahnya karena harga saham BUKA terus turun hingga Auto Reject Bawah (ARB), Eldwin juga memberikan rating bintang 1 ke aplikasi Bukalapak.

"Bangke, gua hajar kanan di ARA kemaren malah diguyur ARB... Mana amunisi 80 persen porto lagi.... Gua kasih bintang 1 karena harganya gak di maintenance," tulis Eldwin.

Namun, rating dan komentar Eldwin dibalas oleh admin PT Bukalapak.com. Admin tersebut menjelaskan, pergerakan saham BUKA hingga ARB merupakan resmi mekanisme pasar.

Baca Juga: Ekonom: Investor Harus Hati-hati Investasi di Saham Startup seperti Bukalapak

"Hai Kak Eldwin, Sorry ya bikin kamu jadi kurang nyaman, perihal hal tersebut, Bella bantu infoin ya kalau transaksi saham Bukalapak di bursa saham setelah listing murni merupakan mekanisme pasar ya kak," jawab Admin Bukalapak tersebut.

Komentar