- Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan kepercayaan investor asing terhadap ekonomi Indonesia dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026).
- Selisih imbal hasil SBN Indonesia dan US Treasury Maret 2026 hanya naik terbatas menjadi 243 basis points.
- Arus modal asing Maret 2026 menunjukkan tren positif pada SRBI dan saham, meski SBN mengalami sedikit *outflow*.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau investor asing masih percaya dengan kondisi ekonomi Indonesia di tengah konflik geopolitik Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
Hal ini disampaikan Menkeu Purbaya di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026) lalu.
Mulanya Purbaya membandingkan selisih imbal hasil antara Surat Berharga Negara (SBN) milik Pemerintah Indonesia dengan US Treasury milik Pemerintah Amerika Serikat.
Per Maret 2026, level SBN dan US Treasury hanya sebesar 243 basis points (bps). Angka ini naik 0,3 bps dari 240 bps pada Januari 2025.
"Naiknya hanya terbatas 0,3 basis point. Artinya asing masih percaya ke kita," katanya, dikutip Minggu (15/3/2026).
Ia juga menyoroti perkembangan arus modal asing yang sempat mengalami fluktuasi, tapi kembali mencatatkan aliran masuk dalam beberapa bulan terakhir.
"Ya memang sempat naik turun naik turun tapi kita lihat sejak November Desember cenderung positif sekarang juga masih positif," lanjutnya.
Bendahara Negara menerangkan kalau aliran modal asing yang keluar dari Indonesia (outflow) hanya ada di SBN dengan angka Rp 700 miliar. Namun komponen lain seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan saham justru sebaliknya.
"Kita lihat data di bulan Maret terakhir yang outflow hanya SBN Rp 0,7 triliun di kotak itu, Pak. SRBI inflow Rp 2,2 triliun Maret ya. Jadi saham juga masih inflow Rp 2,2 triliun di bulan Maret," beber dia.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Negara, Bukan Pengusaha
"Jadi setelah goncang goncang goncang di bulan Maret sepertinya masih masuk ke sini, Pak. Artinya mereka percaya betul bahwa pondasi kita bagus. Ini kalau investor-investor yang asli seperti ini, Pak. Karena mereka taruh uang," jelasnya.