Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Jajaran Direksi Berkurang, Bos Garuda Indonesia Sebut Bagian dari Efesiensi

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 18:00 WIB
Jajaran Direksi Berkurang, Bos Garuda Indonesia Sebut Bagian dari Efesiensi
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Jajaran Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) berkurang dari yang sebelumnya berjumlah delapan orang, kini menjadi tersisa enam orang saja. 

Perubahan jumlah direksi ini sesuai dengan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar Garuda Indonesia hari ini (13/8).

Adapun, beberapa jabatan direksi yang menghilang diantaranya, Wakil Direktur Utama yang sebelumnya diduduki oleh Donny Oskaria dan Direktur Niaga dan Kargo yang sebelumnya diemban oleh Mohammad R Pahlevi. 

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, pengurangan jumlah direksi ini tidak lepas dari program efesiensi karyawan yang digelar perseroan.

"Soal direksi ini upaya nggak terhindarkan dari waktu ke waktu kami melakukan streamlining jumlah karyawan. Secara nggak langsung direksi juga," ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Jumat (13/8/2021).

Pengurangan jumlah orang juga terjadi di jajaran Komisaris. Sebelumnya, Komisaris Garuda Indonesia berjumlah lima kini hanya tersisa tiga orang. 

Adapun, dua komisaris independen yaitu Elisa Lumbantoruan dan Yenny Wahid juga digeser dari posisinya.

Lalu, Peter F Gontha juga tidak lagi menjadi sebagai komisaris, serta Chairul Tanjung yang tadinya menjabat wakil komisaris utama kini hanya menjadi komisaris.

Sebelumnya, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan nama Yenny Wahid memutuskan undur diri dari jabatan Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero).

Pengunduran Yenny Wahid diungkapkannya lewat cuitan di akun twitter pribadinya @yennywahid yang diunggah pada hari ini, Jumat (13/8/2021).

Dalam cuitannya, anak dari Presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid ini mengungkapkan kondisi Garuda Indonesia yang terpuruk akibat pandemi.

"Akibat pandemi, maskapai kebanggaan kita, @IndonesiaGaruda mengalami penurunan pendapatan drastis. Untuk penghematan biaya, saya memutuskan mengundurkan diri dari posisi komisaris independen. Semoga hal ini bisa membantu meringankan Garuda," cuit Yenny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia

Menteri Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia

Bisnis | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 17:33 WIB

Hutang Garuda Indonesia Terus Menghantui, Pengamat Penerbangan: Putuskan Opsi

Hutang Garuda Indonesia Terus Menghantui, Pengamat Penerbangan: Putuskan Opsi

Kaltim | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 16:31 WIB

Garuda Indonesia Terpuruk, Anak Gusdur Undur Diri

Garuda Indonesia Terpuruk, Anak Gusdur Undur Diri

Kaltim | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 16:20 WIB

Terkini

Emas Jadi Primadona Saat Dunia Bergejolak, Minat Investasi Melonjak

Emas Jadi Primadona Saat Dunia Bergejolak, Minat Investasi Melonjak

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 13:02 WIB

Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI

Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:55 WIB

Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah

Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:34 WIB

Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama

Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:09 WIB

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:03 WIB

Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya

Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 11:52 WIB

Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan

Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 11:37 WIB

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:54 WIB

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:46 WIB

Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI

Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:37 WIB