Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Digemari Masyarakat, Tahu Time Jadi Peluang Bisnis Menggiurkan

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 25 Agustus 2021 | 07:20 WIB
Digemari Masyarakat, Tahu Time Jadi Peluang Bisnis Menggiurkan
Ilustrasi Uang. (pixabay.com/EmAji)

Suara.com - Pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup, membuka usaha menjadi salah satu pilihan terbaik. Namun demikian, dalam memilih peluang bisnis juga harus jeli dalam memilih usaha.

Lantas usaha yang seperti apa yang masih bisa jalan? Ada beberapa sektor usaha yang menjadi peluang usaha di masa pandemi, salah satunya adalah Food & Beverage.

Bisnis kuliner menjadi salah satu sektor bisnis tahan krisis ekonomi, karena masyarakat masih membutuhkan makan dalam kondisi apapun.

Tidak hanya itu, kuliner cemilan tahu saat ini juga tengah naik daun dipicu maraknya cara penyajiannya yang lebih kekinian. Sebut saja Tahu Time, cemilan berbahan dasar tahu ini bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan, karena tahu sendiri merupakan salah satu cemilan favorit masyarakat Indonesia.

Sementara, Tahu Time, dikemas dengan kualitas rasa yang menjadi ciri khas, yang dapat dinikmati dengan sambal yang disesuaikan dengan selera, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan bikin ketagihan.

Tahu Time memiliki 3 varian rasa, yaitu Tahu Krispi dengan lapisan tepung bumbu dengan cita rasa yang khas, Tahu Walik yang unik karena dibuat dengan metode dibalik sehingga kulitnya crunchy dan diisi dengan aci yang kenyal. Dan terakhir Tahu isi Pedas atau jeletot, yang menawarkan rasa pedas namun bikin nagih.

Stepanus, Owner & CEO Tahu Time mengatakan, tahu adalah makanan tradisional yang sudah menjadi jajanan favorit masyarakat Indonesia dari kalangan bawah sampai atas.

Rasanya yang gurih sangat digemari oleh semua kalangan untuk disantap kapanpun dan dimanapun. Sementara itu, dengan konsep bisnis modern untuk mengangkat tahu sebagai jajanan tradisional menjadi makanan kekinian yang bisa menjangkau berbagai kalangan, dengan harga ramah di kantong.

Tidak hanya itu, Tahu Time juga telah melakukan survei dari sisi Brand, Produk, Harga, Model, Gerobak, modal hingga lokasi usaha yang tepat untuk dijalankan bisnis tahu ini.

Menurutnya, dengan mengusung konsep gerobak, akan dapat menjangkau lebih banyak konsumen karena relatif gampang untuk ditemukan di manapun, dan membuat bisnis ini menjamur di berbagai tempat.

“Tahu Time menjadi produk yang unggul karena memiliki teksture luar yang renyah, tekture dalam yang kenyal dan empuk, serta cita rasa yang cocok untuk konsumen Indonesia,” ujar Stepanus ditulis Rabu (25/8/2021).

Sementara, Maria Johana Salvatrix de Rozari Marketing Direktur Tahu Time menambahkan, Tahu Time bisa menjadi bisnis yang menjanjikan bagi mitra, karena memiliki beberapa keunggulan dan kemudahan, seperti pemasaran produk yang dilakukan dengan offline melalui outlet, online melalui GoFood, dan Mitra Reseller sehingga menjadi solusi dimasa pandemi sekarang.

Menerapkan standar operating procedure (SOP) untuk standarisasi baik dalam cita rasa, bentuk produk, outlet, kemasan dan keunikan. Dan tentu saja produknya yang digemari oleh masyarakat.

“Bisnis tahu memiliki margin yang tinggi, pembayaran tunai dan tingkat pengembalian modal yang relatif cepat. Selain itu mitra usaha akan ditraining baik training produk, pelayanan, control bisnis, dan pendampingan sebelum operasional usaha,” jelas Yetty panggilan akrab Marketing Direktur Tahu Time.

Selanjutnya, untuk menjadi mitra, syaratnya cukup mudah yaitu memiliki niat dan tekad untuk sukses dan memahami bisnis memiliki resiko. Berminat untuk menjalankan bisnis. Memiliki modal usaha yang cukup. Menyediakan usaha lokasi yang strategis. Menyiapkan karyawan untuk training, mengisi formulir peluang bisnis. Mengikuti SOP, tidak memiliki usaha sejenis. Dan bersedia terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam operasional outlet.

Dan yang tidak kalah penting untuk diketahui, lanjut Yetty, nilai paket peluang bisnis yang terjangkau dengan modal Rp 20 juta. Dengan proyeksi harian dapat menjual 25 box per hari, dikali harga Rp 15 ribu per box, dalam satu bulan (30 hari) akan mendapatkan omset kisaran Rp 11.250.000. Jika dikurangi dikurangi biaya-biaya, mitra akan mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 3.200.000 per bulan.

“Dengan keuntungan terjadi, mitra akan balik modal kisaran 6,5 bulan,” tutup Yetty.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cari Peluang Bisnis dengan Modal Rp 6 Jutaan? Intip Kuliner Croffle

Cari Peluang Bisnis dengan Modal Rp 6 Jutaan? Intip Kuliner Croffle

Bisnis | Senin, 09 Agustus 2021 | 08:03 WIB

Penjualan Daging Beku Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan Saat Pandemi di Jakarta

Penjualan Daging Beku Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan Saat Pandemi di Jakarta

Bisnis | Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:19 WIB

Raup Untung dari Sampah, Urban Compost Bali Ubah Sisa Makanan Jadi Pupuk

Raup Untung dari Sampah, Urban Compost Bali Ubah Sisa Makanan Jadi Pupuk

Video | Jum'at, 30 Juli 2021 | 08:00 WIB

Terkini

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB

IHSG Masih Loyo Pada Penutupan Senin, Padahal 423 Saham Menghijau

IHSG Masih Loyo Pada Penutupan Senin, Padahal 423 Saham Menghijau

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:16 WIB

Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!

Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:10 WIB