Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Hanya 8 Persen Petani Pelaku Usaha Hutan Punya Akses ke Pasar

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 25 Agustus 2021 | 10:29 WIB
Hanya 8 Persen Petani Pelaku Usaha Hutan Punya Akses ke Pasar
Webinar Katadata SAFE Forum 2021 Collaboration for The Future Economy.

Suara.com - Pertumbuhan bisnis produk hutan berbasis masyarakat masih sangat rendah. Para petani di pedesaan yang menjadi pelaku usaha hutan ini masih sangat banyak yang tak memiliki akses ke pasar. Hanya sekitar 8 persen dari total 7.529 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Indonesia, yang bisa mengakses pasar.

Hal itu diutarakan oleh Direktur Program MFP4 (Multistakeholder Forestry Programme Phase 4), Tri Nugroho dalam webinar Katadata SAFE Forum 2021 Collaboration for The Future Economy.

Untuk mengatasi hal ini, dan sekaligus sebagai upaya meningkatkan hidup masyarakat yang bergantung pada hutan, MFP4 yang merupakan hasil kerjasama bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Inggris, melakukan kerjasama dengan lembaga yang disebut sebagai Market Access Player (MAP) yang memiliki kemampuan menjembatani masyarakat pelaku usaha hutan dengan pasar.

Menurut Tri Nugroho, MAP berbeda dengan pedagang biasa. Pedagang hanya membeli satu komoditas, dan membawanya ke pasar, menjualnya ke pasar dan mengambil margin keuntungan. Tidak demikian dengan MAP.

“Market Access Player tidak demikian. Dia membeli, memberikan nilai tambah, memperkuat masyarakat, dan menjualnya dengan pesan-pesan kepada pasar yang menceritakan the story behind the comodity,” ujar Tri Nugroho ditulis Rabu (25/8/2021).

Salah satu contoh MAP yang juga menjadi pembicara di webinar Katadata ini adalah Partnership Director, Sekolah Seniman Pangan (SSP), Etih Suryatin. SSP diawali dari adanya kekhawatiran dan adanya potensi sumber daya alam yang luas namun terlupakan dan belum diolah menjadi produk yang punya nilai ekonomi tinggi.

SSP merupakan sekolah kewirausahaan berbasih pelatihan berorientasi pada praktik langsung untuk mengasah kemampuan kewirausahaan para petani, nelayan, dan food artisan di Indonesia.

“Kami mengembangkan wirausaha pedesaan, termasuk pengembangan produknya. Kami bersifat action based learning,” kata Etih dalam webinar yang dipandu oleh CEO Forest Digest Asep Sugih Suntana sebagai moderator.

Berbagai produk unik khas Indonesia pun sudah berhasil dipasarkan oleh SSP. Mulai dari garam dari Nypa, kulit kayu yang rasanya mirip bawang sehingga dijadikan penyedap masakan, sampai chips lezat yang dihasilkan dari tanaman keladi. Semua diberi kemasan dan dibranding secara modern, menarik, dan disertai tulisan cerita menarik dibalik produk-produk istimewa itu.

Cerita menarik lainnya juga diungkapkan oleh MAP lain yang juga hadir sebagai pembicara di ajang ini, yaitu Founder and CEO Nares Essential Oils, Khafidz Nasrullah. Nares berawal dari kejelian Khafidz yang mampu melihat potensi dari sampah daun cengkeh yang selalu terbuang di Kendal.

“Di situlah saya mulai mengolah sampah sisa daun cengkeh menjadi essential oils,” ujar Khafidz.

Sejak lama memang sisa daun cengkeh dimanfaatkan sebagai essential oil, jadi ini bukan hal baru. Namun, Khafidz tak ingin menjadi penjual essential oil dari daun cengkeh yang biasa-biasa saja.

Meskipun ia awalnya tak bisa berbahasa Inggris, ia berupaya mencari pasar luar negeri dengan cara menelepon dan e-mail ke luar negeri. Di situlah ia mulai mengenal pasar yang lebih luas.

Kini ia punya 21 produk essential oils yang semua berasal dari alam Indonesia. Berasal dari bunga-bunga, rempah-rempah dan bahkan buah asli Indonesia, yang ia produksi dengan standar internasional.

Marketnya menurut anak buruh tani yang semula tak mau jadi petani ini, ternyata sudah sangat besar, saat ini sudah mencapai 600 ton, dari berbagai belahan dunia.

“Dan yang menarik, bisnis model kami menggunakan pendekatan yang berbasis masyarakat. Karena sedikit saja essential oil ini membutuhkan bahan yang banyak, sehingga tidak mungkin dikerjakan sendiri,” kata Khafidz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Hutan di Situbondo

Kebakaran Hutan di Situbondo

Foto | Rabu, 25 Agustus 2021 | 08:53 WIB

Ibnu Jamil Menangis Tersesat di Hutan Kalimantan: Antara Hidup dan Mati

Ibnu Jamil Menangis Tersesat di Hutan Kalimantan: Antara Hidup dan Mati

Kalbar | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 13:48 WIB

Emisi Gas Rumah Kaca Berganda Akibat Kebakaran Hutan Siberia

Emisi Gas Rumah Kaca Berganda Akibat Kebakaran Hutan Siberia

Tekno | Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:23 WIB

Terkini

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:57 WIB

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:16 WIB

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:21 WIB

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:23 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB