Risiko Korupsi Makin Marak di Masa Pandemi, IICD Beri Solusi ke Perusahaan

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:57 WIB
Risiko Korupsi Makin Marak di Masa Pandemi, IICD Beri Solusi ke Perusahaan
Ilustrasi - korupsi. ANTARA/Shutterstock/am.

Suara.com - Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD) mengungkapkan risiko korupsi dan penyuapan di masa pandemi Covid-19 makin terbuka. Bahkan, ke depannya dua penyimpangan itu bakal marak terjadi.

Dewan Perwalian IICD, Airlangga Hartarto mengatakan, risiko itu terjadi karena beberapa faktor yang diantaranya adanya ketidakpastian dan iklim finansial yang bergejolak.

"Selain itu, pengalihan fokus kegiatan ekonomi, dan meningkatnya risiko kesehatan dalam penanganan covid-19, ada risiko keamanan cyber yang jadi ciri ekosistem bisnis di abad 21," ujar Airlangga dalam sebuah webinar, Selasa (31/8/2021).

Menurut Airlangga, perusahaan harus memiliki mitigasi untuk menghilangkan korupsi dan penyuapan di masa pandemi ini.

Mengutip transparan internasional 2020, Airlangga menyebut terdapat empat langkah agar perusahaan bisa menghilangkan budaya korupsi dan penyuapan di tengah pandemi.

Pertama, perusahaan harus memiliki kerangka asssesment risiko yang baik dan secara aktif diterapkan dalam nilai risiko yang muncul di dalam perubahan operasi di masa pandemi.

"Kedua, keterlibatan langsung top manajemen, komunikasi reguler kepada para pekerja untuk membantu bisa melalui video atau petermuan yang bersifat daring," ucap dia.

Kemudian ketiga, perusahaan harus berperan membantu pemerintah dengan tidak memberi peluang terjadinya korupsi.

"lalu Keempat, berbagai keterbatasan yang ditetapkan terhadap aktivitas perusahaan dalam rangka mengurangi mobilitas virus ini diharapkan perusahaan mengantisipasi dengan WFH," kata dia.

baca juga

Sementara, Ketua umum IICD, Bapak Sigit Pramono mengungkapkan, pihaknya akan menerapkan Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KAKI) yang merupakan wujud nyata komitmen IICD dalam isu anti-korupsi untuk mempromosikan pentingnya kehadiran GCG di Indonesia.

Adapun, KAKI adalah koalisi bagi sektor swasta Indonesia untuk secara kolektif menciptakan, mengadopsi, dan menyebarkan anti-korupsi yang efektif melalui kebijakan kepatuhan dan pengambilan inisiatif untuk mengurangi korupsi dan mempromosikan ekosistem bisnis yang bersih di Indonesia

"KAKI diharapkan dapat menjadi platform untuk mempersatukan pihak-pihak bisnis yang berintegritas dan membantu perusahaan-perusahaan untuk menciptakan iklim bisnis tanpa korupsi," pungkas Sigit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menohok, Firly Dituding Jadikan Koruptor sebagai Pahlawan

Menohok, Firly Dituding Jadikan Koruptor sebagai Pahlawan

Jabar | Selasa, 31 Agustus 2021 | 13:29 WIB

Telisik Kasus Kadisbud Denpasar, Jaksa Periksa Dua Orang Saksi Ahli

Telisik Kasus Kadisbud Denpasar, Jaksa Periksa Dua Orang Saksi Ahli

Bali | Selasa, 31 Agustus 2021 | 07:47 WIB

Divonis 12 Tahun Bui, Maling Duit Rakyat Juliari Batubara Tak Ajukan Banding

Divonis 12 Tahun Bui, Maling Duit Rakyat Juliari Batubara Tak Ajukan Banding

News | Selasa, 31 Agustus 2021 | 05:51 WIB

Terkini

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

×