Suara.com - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) menggandeng perusahaan digital luar negeri Amazon untuk memberikan layanan digital kepada nasabah.
Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin menjelaskan, salah satu kerja sama yang dilakukan dengan Amazon soal layanan komputasi awan yang terkait dengan kinerja bank Banten.
Menurutnya, kerja sama ini untuk mengikuti perkembangan pasar perbankan yang selama ini sudah memberikan layanan perbankan secara digital.
"Captive market kita sudah ada makanya Amazon itu juga sangat tertarik bekerja sama dengan bank Banten. Kami punya satu ekosistem yang siap untuk dikembangkan," ujar Agus dalam keterbukaan informasi, Kamis (9/9/2021).
Saat ini, kata Agus, manajemen Bank Banten tengah memfinalisasi kerja sama dengan perusahaan digital milik Jeff Bezos iti. Ia berharap layanan digital yang bekerja sama dengan Amazon ini bisa diluncurkan dalam waktu dekat ini.
"Kami memutuskan untuk terus meningkatkan kerjasama layanan digital ini saat ini kami sudah bekerjasama dengan FDS yang juga nanti akan terus membantu berkomunikasi dengan Amazon untuk membentuk ekosistemnya. Dalam waktu dekat Bank Banten akan segera menginformasikan kepada publik," kata dia.
Layanan digital ini, tutur Agus, tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh nasabah perorangan saja, tetapi nasabah korporasi yang berada di wilayah Banten juga bisa memanfaatkan layanan digital.
"Seperti kita tahu, beberapa industri besar berada di Banten seperti Krakatau Steel, Chandra Asri dan lain-lain, di samping itu juga ada pelabuhan-pelabuhan, Bandar Udara Internasional soekarno-hatta, jadi potensinya sangat besar sekali," ungkap Agus.
Agus berharap, dengan adanya layanan digital ini bisa membuat kinerja pendapatan bunga hingga Fee based income persero kembali meningkat.
"Pada kuartal II ini, pendapatan bunga kita dibanding dengan pendapatan bunga yang diperoleh di Agustus itu meningkat sekitar 168%, dari indikator ini tentunya kita melihat bahwa rencana Bank Banten untuk bisa melakukan strategi bisa tercapai di bulan Desember 2021," pungkas Agus.