Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.654,942
LQ45 760,985
Srikehati 352,266
JII 532,569
USD/IDR 17.184

Harga Emas Dunia Naik Tipis Usai Dolar AS Melemah

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 10 September 2021 | 08:15 WIB
Harga Emas Dunia Naik Tipis Usai Dolar AS Melemah
Ilustrasi emas batang dan uang Dolar AS [Shutterstock]

Suara.com - Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan hari Kamis, kenaikan ini didorong akibat mata uang Dolar AS yang melemah.

Tetapi kenaikan ini dibatasi oleh spekulasi terbaru bahwa Federal Reserve dapat memulai tapering untuk mendukung ekonomi.

Mengutip CNBC, Jumat (10/9/2021) harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi 1.797,41 dolar AS per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,4 persen menjadi 1.800 dolar AS per ounce.

Membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, dolar turun tipis, sementara euro memperpanjang kenaikan moderat setelah ECB mengatakan akan memperlambat laju pembelian obligasi di bawah skema daruratnya.

"Data klaim pengangguran mingguan Amerika mendekati posisi terendah 18-bulan yang memperkuat keyakinan bahwa pengumuman tapering (The Fed) pada Desember sangat mungkin. Jadi, harga emas akan berkonsolidasi di sekitar level ini," kata Ed Moya, analis OANDA.

Peningkatan kemungkinan bahwa ECB dapat mulai mengurangi stimulus di beberapa titik, tahun depan, mendorong penurunan emas kembali ke bawah USD1.800 per ounce di awal sesi, Moya menambahkan.

Klaim awal untuk tunjangan pengangguran Amerika turun 35.000 menjadi 310.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir hingga 4 September, level terendah sejak pertengahan Maret 2020.

Emas cenderung naik ketika suku bunga rendah, sementara beberapa investor juga melihat bullion sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang dapat mengikuti langkah-langkah stimulus.

Analis StoneX, Rhona O'Connell mengatakan, ketidakpastian secara keseluruhan menjaga emas tetap didukung, sementara elemen jangka panjang yang menopang harga adalah prevalensi suku bunga riil negatif.

"Varian Delta (virus korona) jelas masih merupakan sebuah masalah yang memusingkan," ujar O'Connell.

Di tempat lain, perak naik 0,6 persen menjadi 24,09 dolar AS per ounce, platinum turun 0,1 persen menjadi 978,93 dolar AS per ounce, setelah sebelumnya menyentuh level terendah hampir tiga minggu.

Paladium anjlok 3,2 persen menjadi 2.180,27 dolar AS per ounce, setelah jatuh sebanyaknya 4,8 persen menjadi 2.143,69 dolar AS level terendah dalam lebih dari setahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai Naik, Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp 930.000/Gram

Mulai Naik, Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp 930.000/Gram

Bisnis | Kamis, 09 September 2021 | 09:24 WIB

Dolar AS dan Imbal Hasil Sama-sama Kuat, Harga Emas Ambrol

Dolar AS dan Imbal Hasil Sama-sama Kuat, Harga Emas Ambrol

Bisnis | Kamis, 09 September 2021 | 08:31 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 12.000 Jadi Rp 928.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 12.000 Jadi Rp 928.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 08 September 2021 | 10:37 WIB

Terkini

Daftar Harga LPG Non Subsidi 2026: 12 Kg Rp228 Ribu dan 5 Kg Rp107 Ribu, Ini Penjelasan Pertamina Pa

Daftar Harga LPG Non Subsidi 2026: 12 Kg Rp228 Ribu dan 5 Kg Rp107 Ribu, Ini Penjelasan Pertamina Pa

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:14 WIB

Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Tepat, Bisa Tekan Kompensasi APBN Pertamina

Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Tepat, Bisa Tekan Kompensasi APBN Pertamina

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:48 WIB

Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg yang Alami Kenaikan

Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg yang Alami Kenaikan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:44 WIB

1 Lowongan Dilamar 12 Orang, Ini Kondisi Nyata Pasar Kerja Indonesia 2026

1 Lowongan Dilamar 12 Orang, Ini Kondisi Nyata Pasar Kerja Indonesia 2026

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:40 WIB

CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur Baru

CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur Baru

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:24 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak 6 Persen Usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus 96 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Melonjak 6 Persen Usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus 96 Dolar AS

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:09 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:41 WIB

AS Luncurkan Robot Bawah Laut di Selat Hormuz, Sita Kapal Kapal Iran

AS Luncurkan Robot Bawah Laut di Selat Hormuz, Sita Kapal Kapal Iran

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:27 WIB

Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini

Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:21 WIB

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:13 WIB