Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Indonesia Perlu Contoh AS dan China untuk Kendalikan Polusi Udara

Iwan Supriyatna

Rabu, 29 September 2021 | 11:40 WIB
Indonesia Perlu Contoh AS dan China untuk Kendalikan Polusi Udara
Ilustrasi: Udara yang keluar dari pabrik. (Shutterstock)

Suara.com - Penanganan polusi udara di Indonesia memerlukan perhatian serius setelah beberapa waktu lalu Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan kasus polusi udara dengan mengabulkan sebagian gugatan para penggugat kepada pemerintah pusat dan Provinsi DKI.

Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri, menyatakan menghukum pemerintah untuk menetapkan baku mutu udara ambien nasional yang cukup untuk melindungi kesehatan manusia, lingkungan dan ekosistem, termasuk kesehatan populasi yang sensitif berdasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berdasarkan data terbaru Air Quality Life Index (AQLI), sebuah lembaga nirlaba dari University of Chicago, saat ini lebih dari 93 persen penduduk Indonesia tinggal di daerah dengan tingkat Particulate Matter (PM) 2.5 rata-rata tahunan yang melebihi ambang batas pedoman WHO.

Direktur AQLI Ken Lee mengatakan, pemerintah Indonesia bisa mencontoh apa yang pernah dilakukan Amerika Serikat (AS) pada tahun 1960-an, ketika Los Angeles dikenal luas di seluruh dunia sebagai ibu kota kabut asap.

“Waktu itu, kesadaran polusi udara telah muncul, dan orang-orang mulai menuntut perubahan. Pada tahun 1970, Jutaan orang di seluruh AS akhirnya berbaris untuk menuntut lingkungan yang lebih bersih. Itu adalah Hari Bumi Pertama di dunia,” ujar Ken dalam video yang diunggah akun instagram Bicara Udara, diakses Rabu (29/9/2021).

Kongres AS kemudian meloloskan pembaruan penting untuk Undang-Undang mengenai udara bersih AS, dan ini adalah aturan yang pada dasarnya menetapkan seperangkat standar kualitas udara baru. Lalu sejak tahun 1970, di AS terjadi transformasi dan peningkatan dalam hal kualitas udara.

“Tingkat kualitas udara di seluruh negara bagian telah menurun secara substansial antara tahun 1970 dan hari ini, di Los Angeles, penurunan ini kira-kira 60%, dan hasilnya adalah orang-orang di wilayah tersebut hidup lebih lama dan lebih sehat,” terangnya.

Ia juga mencontohkan yang dilakukan oleh pemerintah China. Pada awal 2000-an, China dianggap salah satu negara paling tercemar di dunia. Lalu tahun 2013, China mengalami beberapa hari dengan kualitas udara terburuk dalam sejarah modernnya dengan rata-rata konsentrasi PM 2.5 di Beijing adalah sekitar 69 mikrogram per meter kubik, mirip dengan tingkat udara Jakarta saat ini.

“Sebagai tanggapan atas meningkatnya kekhawatiran publik tentang polusi udara, pemerintah China menyatakan perang terhadap polusi pada awal 2014 dan mereka akhirnya mengalokasikan ratusan miliar dolar untuk mengatasi masalah tersebut. Mereka menetapkan target pengurangan yang tinggi untuk wilayah sasaran,” jelasnya.

Pandemi Covid-19 turut membawa kesehatan masyarakat menjadi masalah yang penting. Dikatakan oleh Ken, saat ini publik Indonesia sangat responsif terhadap informasi baru tentang dampak bahaya polusi udara. Ini menjadi waktu yang tepat bagi pemerintah untuk lebih perhatian terhadap pengendalian polusi udara.

“Polusi udara adalah masalah yang bisa kita selesaikan. Ketika orang menjadi sadar, mereka mulai menuntut perubahan. Dan jika respons pemerintah dengan langkah-langkah kebijakan yang kuat dan tepat, tingkat polusi pada akhirnya akan turun,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ragam Teknologi Kendaraan Listrik Buatan Filipina Jadi Solusi Lawan Polusi Udara

Ragam Teknologi Kendaraan Listrik Buatan Filipina Jadi Solusi Lawan Polusi Udara

Video | Selasa, 28 September 2021 | 14:05 WIB

Gawat! Kebakaran Hutan Bikin Risiko Terkena Penyakit Pernapasan Meningkat Pesat

Gawat! Kebakaran Hutan Bikin Risiko Terkena Penyakit Pernapasan Meningkat Pesat

Health | Senin, 27 September 2021 | 16:05 WIB

Studi: Paparan Ozon pada Lansia Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Studi: Paparan Ozon pada Lansia Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Sabtu, 25 September 2021 | 14:58 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB