Gawat! Kebakaran Hutan Bikin Risiko Terkena Penyakit Pernapasan Meningkat Pesat

M. Reza Sulaiman, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 27 September 2021 | 16:05 WIB
Gawat! Kebakaran Hutan Bikin Risiko Terkena Penyakit Pernapasan Meningkat Pesat
Kebakaran hutan di Yunani. (foto: AFP)

Suara.com - Kebakaran hutan tidak hanya merusak lingkungan. Pakar mengungkap kebakaran hutan menghasilkan asap yang sangat banyak, membuat risiko terserang penyakit pernapasan meningkat pesat.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian, yang menyebut asap kebakaran hutan mengandung bahan kimia beracun yang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan.

Melansir Healthline, penelitian melihat dampak asap kebakaran hutan hebat California pada tahun ini, yang disebut telah memengaruhi sebagian besar wilayah Amerika Serikat.

Menurut Dokter Spesialis Paru Dr. Len Horovitz di Lenox Hill Hospital New York City, kualitas udara ditentukan oleh empat atau lima partikel yang berbeda. Mulai dari ozon, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, serta karbon monoksida.

Api membakar semak dan pepohonan di hutan Petak 42 E, KRPH Bungatan, BKPH Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (24/8/2021).  ANTARA FOTO
Api membakar semak dan pepohonan di hutan Petak 42 E, KRPH Bungatan, BKPH Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (24/8/2021). ANTARA FOTO

“Dan ini memberikan kontribusi pada indeks kualitas udara,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, kualitas udara ini diukur pada skala angka 0 hingga 500. Meski demikian, jika mendekati angka yang tinggi, ini bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan.

“Dari 0 Sampai 50 masih bagus, tapi kalau dari 50 sampai 100 itu mulai tidak baik. Dan jika kualitas udara mencapai 150 sampai 200, itu sudah dianggap bahwa kualitas udara sangat buruk,” ungkap Horovitz lebih lanjut.

Lewat data dari AirNow.gov, Indeks Kualitas Udara AS (AQI), setiap pengukuran udara mulai dari 151-300, disebut dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan bagi masyarakat.

Pada 20 Juli lalu, negara bagian New York memperingatkan bahwa Indeks Kualitas Udara bisa mencapai 100, dan ini dapat memberikan efek negatif pada kesehatan akibat adanya partikel halus (PM 2.5) dari kebakaran hutan di Pantai Barat.

baca juga

Di samping itu, menurut New York State Department Health, partikel halus (PM 2.5) merupakan partikel kecil udara yang mengurangi jarak pandang, sehingga ini menyebabkan penglihatan udara tampak kabur.

“Teorinya, partikel PM 2.5 cukup kecil untuk masuk ke paru-paru, sehingga ini akan memperburuk kondisi paru-paru,” ungkap Dr. Len Horovitz.

“Baik itu asma, emfisema, penyakit paru obstruktif kronik, dan tentu saja Covid-19, yang mungkin menjadi lahan subur peradangan,” lanjut Dr. Len Horovitz.

Oleh sebab itu, dengan memberi jarak dari kebakaran hutan, ini dapat terhindar dari risiko terkena paparan asap udara.

Terkait hubungannya dengan Covid-19, ini telah disampaikan oleh studi dari Desert Research Institute di Nevada. Dikatakan, asap kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko terpapar virus Covid-19.

Para peneliti telah menemukan, peningkatan ini hampir 18 persen dalam kasus Covid-19, setelah peristiwa terjadinya asap kebakaran hutan pada 2020 lalu di Reno, Nevada.

Para peneliti mencoba menggunakan model untuk melihat hubungan antara PM 2.5 dari asap kebakaran hutan dengan data tingkat positif tes Covid-19, yang diambil dari Renown Health.

Mereka menyimpulkan, bahwa PM 2.5 dari asap kebakaran hutan meningkatkan kasus Covid-19 sebesar 17,7 persen selama peristiwa pada 16 Agustus-10 Oktober 2020.

“Hasil kami menunjukkan, adanya peningkatan substansial dalam tingkat positif Covid-19, di mana ini dipengaruhi oleh asap api dari kebakaran hutan di California,” ungkap penulis studi Daniel Kiser, MS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Soroti Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Hektare, Sebut Tak Masuk Akal

Prabowo Soroti Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Hektare, Sebut Tak Masuk Akal

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:04 WIB

Bukan Cuma Ganggu Pernapasan, Asap Karhutla Dikaitkan dengan Masalah Kesehatan Mental

Bukan Cuma Ganggu Pernapasan, Asap Karhutla Dikaitkan dengan Masalah Kesehatan Mental

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 13:30 WIB

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

News | Senin, 21 September 2026 | 15:32 WIB

Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra

Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra

News | Senin, 21 September 2026 | 11:23 WIB

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 15:05 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:05 WIB

Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan

Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 09:00 WIB

Sedih Hutan Terus Terbakar, Prabowo Kantongi 95 Nama Perusahaan Nakal

Sedih Hutan Terus Terbakar, Prabowo Kantongi 95 Nama Perusahaan Nakal

News | Sabtu, 19 September 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:11 WIB

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:09 WIB

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 22:08 WIB

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Apa Itu DOGSO? Bikin Pemain Singapura Kartu Merah Usai Langgar Mitchell Baker

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:06 WIB

×