PER (Price Earning Ratio)
PER adalah rasio untuk menilai perusahaan yang diukur dari harga saham saat ini terhadap laba per lembar sahamnya (EPS). Untuk tiap lembar saham, PER memperlihatkan harga saham saat ini setara dengan berapa kali pendapatan bersih selama satu tahun.
PER 7x memiliki artian harga saham setara dengan laba bersih perusahaan selama 7 tahun.
Semakin tinggi nilai PER mengindikasikan optimisme pasar memandang masa depan perusahaan dan semakin rendah nilai PER mengindikasikan pesimisme pasar memandang masa depan perusahaan.
Rumus PE:
PER = Harga Lembar Saham / Laba per Saham
Contoh Rasio PER:
Harga lembar saham Perusahaan XYZ adalah Rp.300 dengan laba per saham (EPS) Rp.15.
PER = Rp.300 / Rp.15 = 20x
Berarti PER Perusahaan XYZ adalah 20x.
Berdasarkan perhitungan PER diatas, harga saham Perusahaan XYZ setara dengan laba perusahaan selama 20 tahun.
PEG (Price to Earning Growth)
PEG adalah rasio untuk menghitung nilai suatu saham berdasarkan laba saat ini dan potensi perkembangannya di masa depan. Perhitungannya adalah PER dibagi dengan pertumbuhan laba dalam satu tahun. Semakin rendah rasio PEG, maka semakin baik peluang harga saham tersebut dapat meningkat di masa depan.
Rumus PEG:
PEG = PER / Pertumbuhan EPS Tahunan.
Contoh Rasio PEG:
Sebelum menghitung PEG, para calon investor harus menghitung pertumbuhan EPS terlebih dahulu.
Perusahaan XYZ memiliki PER sebesar 20x. EPS tahun pada tahun 2019 sebesar Rp.250 dan pada tahun 2020 Rp.475.
Pertumbuhan EPS = (EPS 2020 – EPS 2019) / EPS 2019
Pertumbuhan EPS = (Rp.285 – Rp.250) / Rp.250
Pertumbuhan EPS = 0,14 atau 14%
Setelah menghitung Pertumbuhan EPS, dilanjutkan dengan menghitung PEG.
PEG = 20x / 14%
PEG = 142% atau 1,42
Berdasarkan perhitungan PEG diatas, Perusahaan XYZ memiliki PEG 1,42 dan sudah
tergolong mahal.
Dividen Yield
Dividend Yield adalah bagian keuntungan yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham. Apabila perusahaan membukukan keuntungan yang besar, perusahaan dapat membagikan keuntungannya kepada para pemegang saham.
Dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham merupakan selisih antara laba perusahaan dikurangi laba ditahan.
Rumus Dividen Yield:
Dividend Yield = (Dividen per lembar Saham Tahunan / Nilai Pasar per lembar Saham) x 100
Contoh Dividen Yield:
Harga saham perusahaan XYZ sebesar Rp.4000 dan dividen per lembar saham tahunan yang dibagikan sebesar Rp.350.
Dividen Yield = (Rp.350 / Rp.4000) x 100
Dividen Yield = 8,75%
Berdasarkan perhitungan Dividen Yield diatas, Perusahaan XYZ membagikan dividen
sebesar 8,75%. Keuntungan dalam investasi saham sangatlah tinggi namun juga penuh risiko.
Dengan mempelajari rasio-rasio keuangan sebuah perusahaan, para calon investor dapat mengurangi risiko dan memperbesar keuntungan dari berinvestasi saham. (Ryan Andrejavier)