Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Protes Pemerintah Terlalu Ikut Campur, Elon Musk: Biarkan Kripto Terbang!

M Nurhadi

Kamis, 30 September 2021 | 16:55 WIB
Protes Pemerintah Terlalu Ikut Campur, Elon Musk: Biarkan Kripto Terbang!
CEO SpaceX, Elon Musk. [Patrick Pleul/POOL/AFP]

Suara.com - CEO Tesla yang kini masuk jajaran orang terkaya di dunia, Elon Musk mengatakan, pemerintah sebaiknya tidak mengatur pasar kripto atau cryptocurrency.

Menurut dia, pemerintah tidak perlu berbuat apapun karena tidak akan bisa mengalahkan mata uang kripto. Usaha pemerintah hanya memperlambat kemajuan kripto.

"Menurut saya, tidak mungkin menghancurkan crypto. Tetapi, ada kemungkinan bagi pemerintah untuk memperlambat kemajuannya," tegas Musk kepada kolumnis New York Times, Kara Swisher, dilansir dari Foxbusiness pada Kamis (30/9/2021).

Malah, menurut dia, seharusnya pemerintah justru membiarkan mata uang kripto terus berkembang hingga mampu terbang.

"Saya akan mengatakan, jangan lakukan apa-apa dan membiarkannya terbang," kata Musk.

Hal ini ia sampaikan usai munculnya dorongan regulasi yang lebih besar di AS serta sikap pemerintah China yang mengeluarkan tindakan keras terhadap cryptocurrency pekan lalu. 

Ilustrasi Bitcoin. [Shutterstock]
Ilustrasi Bitcoin. [Shutterstock]

Untuk diketahui, sebelumnya pemerintah China telah melarang dan menyatakan semua transaksi serta aktivitas penambangan mata uang kripto di negara itu adalah ilegal.

Elon Musk berpendapat, aturan ini diterapkan kemungkinan disebabkan masalah konsumsi atau penggunaan listrik yang signifikan akibat penambangan kripto.

"Banyak China Selatan mengalami pemadaman listrik secara acak karena permintaan listrik lebih tinggi dari yang diharapkan. Penambangan kripto mungkin memainkan peran dalam hal itu," katanya, dikutip dari Warta Ekonomi.

baca juga

Ia sendiri juga sudah memperingatkan konsumsi listrik yang sangat besar untuk aktivitas penambangan Bitcoin pada awal tahun 2021.

Namun, kini bitcoin menjadi pembayaran alternatif untuk kendaraan Tesla karena ketergantungannya yang besar pada bahan bakar fosil.

Selain kekhawatiran potensial China tentang konsumsi energi dan dampak lingkungannya, Musk mengatakan bahwa cryptocurrency, "Pada dasarnya ditujukan untuk mengurangi kekuatan pemerintah terpusat," dan bahwa orang China "Tidak menyukainya."

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pebisnis Ini Prediksi Masa Depan Bitcoin Makin Cerah Meski Tertekan Kebijakan China

Pebisnis Ini Prediksi Masa Depan Bitcoin Makin Cerah Meski Tertekan Kebijakan China

Bisnis | Kamis, 30 September 2021 | 12:35 WIB

Putus, Grimes Sebut Bakal Bikin Koloni Lesbian di Jupiter Tanpa Elon Musk

Putus, Grimes Sebut Bakal Bikin Koloni Lesbian di Jupiter Tanpa Elon Musk

News | Rabu, 29 September 2021 | 21:51 WIB

Survei: Investor Indonesia Optimistis Nilai Kripto Meningkat 10 Tahun ke Depan

Survei: Investor Indonesia Optimistis Nilai Kripto Meningkat 10 Tahun ke Depan

Tekno | Rabu, 29 September 2021 | 15:46 WIB

Industri Kripto Karya Anak Bangsa Fokus Berbisnis dan Dukung Pemerintah

Industri Kripto Karya Anak Bangsa Fokus Berbisnis dan Dukung Pemerintah

Press Release | Rabu, 29 September 2021 | 11:25 WIB

Elon Musk Nyinyir soal Gugatan Blue Origin

Elon Musk Nyinyir soal Gugatan Blue Origin

Tekno | Rabu, 29 September 2021 | 09:14 WIB

Alibaba Larang Penjualan Alat Tambang Kripto

Alibaba Larang Penjualan Alat Tambang Kripto

Sumut | Selasa, 28 September 2021 | 14:56 WIB

Terkini

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:24 WIB

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:04 WIB

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

×