Protes Pemerintah Terlalu Ikut Campur, Elon Musk: Biarkan Kripto Terbang!

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 30 September 2021 | 16:55 WIB
Protes Pemerintah Terlalu Ikut Campur, Elon Musk: Biarkan Kripto Terbang!
CEO SpaceX, Elon Musk. [Patrick Pleul/POOL/AFP]

Suara.com - CEO Tesla yang kini masuk jajaran orang terkaya di dunia, Elon Musk mengatakan, pemerintah sebaiknya tidak mengatur pasar kripto atau cryptocurrency.

Menurut dia, pemerintah tidak perlu berbuat apapun karena tidak akan bisa mengalahkan mata uang kripto. Usaha pemerintah hanya memperlambat kemajuan kripto.

"Menurut saya, tidak mungkin menghancurkan crypto. Tetapi, ada kemungkinan bagi pemerintah untuk memperlambat kemajuannya," tegas Musk kepada kolumnis New York Times, Kara Swisher, dilansir dari Foxbusiness pada Kamis (30/9/2021).

Malah, menurut dia, seharusnya pemerintah justru membiarkan mata uang kripto terus berkembang hingga mampu terbang.

"Saya akan mengatakan, jangan lakukan apa-apa dan membiarkannya terbang," kata Musk.

Hal ini ia sampaikan usai munculnya dorongan regulasi yang lebih besar di AS serta sikap pemerintah China yang mengeluarkan tindakan keras terhadap cryptocurrency pekan lalu. 

Ilustrasi Bitcoin. [Shutterstock]
Ilustrasi Bitcoin. [Shutterstock]

Untuk diketahui, sebelumnya pemerintah China telah melarang dan menyatakan semua transaksi serta aktivitas penambangan mata uang kripto di negara itu adalah ilegal.

Elon Musk berpendapat, aturan ini diterapkan kemungkinan disebabkan masalah konsumsi atau penggunaan listrik yang signifikan akibat penambangan kripto.

"Banyak China Selatan mengalami pemadaman listrik secara acak karena permintaan listrik lebih tinggi dari yang diharapkan. Penambangan kripto mungkin memainkan peran dalam hal itu," katanya, dikutip dari Warta Ekonomi.

Ia sendiri juga sudah memperingatkan konsumsi listrik yang sangat besar untuk aktivitas penambangan Bitcoin pada awal tahun 2021.

Namun, kini bitcoin menjadi pembayaran alternatif untuk kendaraan Tesla karena ketergantungannya yang besar pada bahan bakar fosil.

Selain kekhawatiran potensial China tentang konsumsi energi dan dampak lingkungannya, Musk mengatakan bahwa cryptocurrency, "Pada dasarnya ditujukan untuk mengurangi kekuatan pemerintah terpusat," dan bahwa orang China "Tidak menyukainya."

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pebisnis Ini Prediksi Masa Depan Bitcoin Makin Cerah Meski Tertekan Kebijakan China

Pebisnis Ini Prediksi Masa Depan Bitcoin Makin Cerah Meski Tertekan Kebijakan China

Bisnis | Kamis, 30 September 2021 | 12:35 WIB

Putus, Grimes Sebut Bakal Bikin Koloni Lesbian di Jupiter Tanpa Elon Musk

Putus, Grimes Sebut Bakal Bikin Koloni Lesbian di Jupiter Tanpa Elon Musk

News | Rabu, 29 September 2021 | 21:51 WIB

Survei: Investor Indonesia Optimistis Nilai Kripto Meningkat 10 Tahun ke Depan

Survei: Investor Indonesia Optimistis Nilai Kripto Meningkat 10 Tahun ke Depan

Tekno | Rabu, 29 September 2021 | 15:46 WIB

Industri Kripto Karya Anak Bangsa Fokus Berbisnis dan Dukung Pemerintah

Industri Kripto Karya Anak Bangsa Fokus Berbisnis dan Dukung Pemerintah

Press Release | Rabu, 29 September 2021 | 11:25 WIB

Elon Musk Nyinyir soal Gugatan Blue Origin

Elon Musk Nyinyir soal Gugatan Blue Origin

Tekno | Rabu, 29 September 2021 | 09:14 WIB

Alibaba Larang Penjualan Alat Tambang Kripto

Alibaba Larang Penjualan Alat Tambang Kripto

Sumut | Selasa, 28 September 2021 | 14:56 WIB

Terkini

Trump Blak-blakan Ingin 'Rampas' Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Incaran Utama

Trump Blak-blakan Ingin 'Rampas' Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Incaran Utama

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:17 WIB

Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk

Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:10 WIB

Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)

Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:08 WIB

Sikat 'Underground Economy', Bea Cukai-Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta

Sikat 'Underground Economy', Bea Cukai-Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:03 WIB

Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!

Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:00 WIB

Mark Up Video Promosi Desa: Pakar Sebut Amsal Sitepu Tak Bisa Dipidana Tanpa Bukti 'Kick Back'

Mark Up Video Promosi Desa: Pakar Sebut Amsal Sitepu Tak Bisa Dipidana Tanpa Bukti 'Kick Back'

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:57 WIB

IHSG Masih Diramal Bakal Tertekan, Cek Saham Hari Ini yang Cuan

IHSG Masih Diramal Bakal Tertekan, Cek Saham Hari Ini yang Cuan

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:33 WIB

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB