Bagaimana China Perangi Kesenjangan Kaya dan Miskin?

Siswanto, BBC

Senin, 04 Oktober 2021 | 10:51 WIB
Bagaimana China Perangi Kesenjangan Kaya dan Miskin?
BBC

Suara.com - Dalam beberapa bulan terakhir hampir setiap hari muncul berita pemerintah China menindak pelaku bisnis yang "menyimpang" atau hal-hal yang dipandang "tidak beres".

Banyaknya pengumuman peraturan baru yang keras dan penegakan peraturan yang sudah ada secara ketat.

Target "operasi" ini adalah perusahaan-perusahaan kelas kakap di negara itu.

Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya mengenai perkembangan terkini di China, langkah-langkah itu merupakan bagian dari kebijakan terpusat yang digagas Presiden Xi Jinping, disebut inisiatif "kemakmuran bersama."

Ini istilah yang tidak asing lagi di China. Bahkan sudah muncul sejak tahun 1950-an, saat digunakan oleh pemimpin pertama Republik Rakyat China, Mao Zedong.

Baca juga:

Sejak peringatan HUT ke-100 Partai Komunis China (PKC) beberapa waktu lalu telah jadi sinyalemen bahwa istilah itu kembali digunakan sebagai pedoman kebijakan pemerintah pusat.

Kunci dari kebijakan tersebut adalah upaya pemerintah untuk mengatasi jurang kesenjangan antara yang kaya dan miskin di negara itu.

Namun, sebagian pihak menilai kebijakan baru itu justru berpotensi membahayakan kebangkitan ekonomi terbesar kedua di dunia itu sekaligus menimbulkan ancaman eksistensial bagi PKC.

baca juga

Langkah-langkah keras yang diterapkan belakangan ini juga dipandang sebagai cara untuk mengendalikan para konglomerat yang telah bermunculan dengan pesatnya sekaligus memberi lebih banyak ruang bagi konsumen dan pekerja di perusahaan mereka untuk bersuara terkait bagaimana menjalankan usaha sekaligus mendistribusikan pendapatan.

'Gerakan lokal yang berdampak global'

Sejak muncul retorika itu dari Beijing, dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi sejumlah tindakan penertiban terhadap berbagai kepentingan bisnis di China.

Mulai dari agen asuransi, firma les privat, pengembang real estat bahkan hingga perusahaan-perusahaan yang berencana menjual saham di AS - semua langsung mendapat pengawasan.

Industri teknologi, pada khususnya, telah mengalami sejumlah tindakan dari pihak berwenang, termasuk penertiban atas firma-firma e-commerce, layanan keuangan daring, platform media sosial, pembuat gim, penyedia komputasi awan, ojek online, hingga penambang dan jual-beli uang kripto.

Penertiban itu tentu saja memberi dampak besar bagi perekonomian dan masyarakat China, bahkan efeknya juga bisa terasa ke penjuru dunia.

China sudah lama dikenal sebagai pabriknya dunia, sekaligus juga mesin utama bagi pertumbuhan ekonomi global.

Kini, ketidakpastian seputar regulasi bisnis di China membuatnya sulit bagi perusahaan-perusahaan dari luar negeri untuk membuat keputusan menyangkut potensi investasi mereka di sana.

Meskipun cara lain untuk melihatnya adalah bahwa sementara waktu akan ada beberapa pergolakan jangka pendek ketika aturan baru diterapkan, bisa jadi aturan itu akan menghilangkan ketidakpastian dalam jangka panjang.

Agaknya, begitulah pandangan pemerintah China, setidaknya.

Menghantam si 'Semut' perkasa Jack Ma

Bahkan sebelum jelas terlihat bahwa Presiden Xi Jinping akan membentuk ekonomi China dengan kebijakan kemakmuran bersama yang dibuatnya, Beijing memperlihatkan kuasa besarnya.

Belum sampai setahun yang lalu, Jack Ma, konglomerat pendiri Alibaba yang terkenal berpenampilan flamboyan di banyak acara, bersiap untuk memulai debut perusahaannya di pasar saham, yang digadang-gadang bernilai paling besar di dunia.

Penawaran saham perdana ke publik dari Ant Group - afiliasi keuangan Alibaba dan pemilik Alipay sebagai platform pembayaran terbesar di China, saat itu diperkirakan bakal meraup US$34,4 miliar (lebih dari Rp491 triliun)

Bila IPO itu lancar, ini akan membuat Jack Ma sebagai orang terkaya di Asia. Namun, suatu ketika, dia membuat pidato kontroversial, yaitu mengritik sistem keuangan China.

Hanya dalam hitungan hari, penjualan saham Ant Group itu batal dan setelah sering tampil di berbagai acara penting, Ma pun lama tak terlihat lagi hingga Januari lalu.

Sejak itu, Alibaba diganjar denda US$2,8 miliar (Rp40 triliun lebih) setelah penyelidikan pihak berwenang China menyatakan perusahaan itu menyalahgunakan posisi pasarnya selama bertahun-tahun.

Grup Ant pun mengumumkan rencana restrukturisasi yang drastis atas semua bisnisnya.

Apakah itu bagian dari inisiatif kemakmuran bersama, bisa kita serahkan kepada para sejarawan untuk menjelaskannya di masa datang.

Apa yang bisa kita sampaikan adalah bahwa kejatuhan spektakuler Ma dari puncak kejayaan dan aksi atas kekaisaran bisnisnya yang luas menggambarkan potongan cerita pembuka yang luar biasa dari pertunjukan yang kini menjangkau setiap sudut ekonomi China.

Baca juga:

Menara utang yang tertatih-tatih

Evergrande Group merupakan contoh lain raksasa bisnis yang sudah ditentukan nasibnya dengan kebijakan kemakmuran bersama

Bisnis intinya adalah pembangunan real estat namun perusahaan itu juga meluaskan sayapnya ke usaha manajemen kekayaan, mobil listrik, dan industri makanan dan minuman. Perusahaan itu bahkan pemilik salah satu klub sepak bola terbesar di China, Guangzhou FC.

Evergrande dikelola oleh konglomerat Hui Ka Yan. Dia sempat menjadi orang terkaya se-Asia pada 2017, menurut Forbes.

Namun krisis utang yang melanda Evergrande dalam beberapa pekan terakhir turut mengguncang pasar-pasar keuangan dunia.

Saat merintis jalan menjadi pengembang real estat terbesar di China, Evergrande terlilit utang lebih dari US$300 miliar alias Rp4.260 triliun.

Beijing kini melihat perusahaan-perusahaan properti yang berutang besar sebagai ancaman ekonomi. Maka, Evergrande masuk dalam kategori itu saat Beijing memangkas pinjaman di sektor properti.

Kini, tanpa ada injeksi utang baru, Evergrande tengah kesulitan untuk membayar utang-utang yang sudah ada.

Berlandaskan doktrin kemakmuran bersama, pihak berwenang lebih condong membantu pembeli properti Evergrande dan nasabah bisnis manajemen kekayaan yang dikelolanya ketimbang menolong perusahaan itu dan para krediturnya, seperti pemilik surat utang dan bank.

Baca juga:

Langkah itu baru diterapkan pekan ini saat bank sentral China, tanpa menyebut langsung Evergrande, bertekad untuk melindungi konsumen yang terpapar pada pasar perumahan.

Ini kian menambah pusing pasar-pasar keuangan saat nilai perusahaan itu di bursa saham sudah berkurang lebih dari 80 persen hanya dalam kurun enam bulan terakhir.

Pertarungan besar di bisnis gim

Saat awal Agustus lalu media pemerintah China menyebut gim daring (online) sebagai "candu spiritual" maka ini dianggap sebagai bendera merah.

Kabar itu membuat saham pembuat gim seperti Tencent dan NetEase turun drastis. Para pelaku industri gim pun kini menghadapi aturan baru yang ketat.

Seperti sudah diperkirakan, akhir bulan yang sama pihak berwenang mengungkapkan rencana untuk menertibkan para pemain gim di bawah umur sekaligus menerapkan regulasi yang lebih ketat kepada pembuatnya.

Anak-anak berusia di bawah 18 tahun hanya boleh bermain selama satu jam setiap hari Jumat, akhir pekan, atau saat hari libur.

Waktu mainnya pun ditentukan, yaitu antara pukul 20.00 hingga 21.00.

Soal teknis penerapannya diserahkan kepada pembuat gim masing-masing. Pihak berwenang menyatakan hanya mengawasi dengan lebih ketat untuk memastikan perusahaan-perusahaan gim itu mematuhi aturan baru.

Beijing menegaskan bahwa penertiban ini akan terus berlangsung selama bertahun-tahun.

Bulan lalu, pemerintah pusat juga menerbitkan rencana sepuluh poin yang akan berlangsung hingga akhir 2025. Isinya berupa panduan bagi seperangkat aturan yang lebih ketat atas ekonomi.

Belum jelas seberapa radikal aturan-aturan baru itu bagaimana penegakannya akan membentuk perekonomian terbesar kedua di dunia itu.

Hasilnya kemungkinan besar bisa berdampak juga bagi kita semua, baik yang tinggal di dalam atau di luar China.

Ini adalah bagian kedua dari tiga seri mengenai perubahan peran China di dunia.

Bagian ketiga akan mengeksplorasi implikasi global dari transformasi Beijing dalam menjalankan semua bisnis milik pemerintah China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Personel TNI dari Tamtama hingga Perwira Kini Bisa Ikut Pendidikan Militer di China

Personel TNI dari Tamtama hingga Perwira Kini Bisa Ikut Pendidikan Militer di China

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Pengantin Pesanan: Saat Pernikahan Jadi Modus Perdagangan Orang

Pengantin Pesanan: Saat Pernikahan Jadi Modus Perdagangan Orang

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Airlangga Bantah Tudingan Indonesia Jadi Jalur Transshipment Barang China ke AS

Airlangga Bantah Tudingan Indonesia Jadi Jalur Transshipment Barang China ke AS

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Sangkar Emas dan Romansa Toxic: Membedah Era Revolusioner dalam Drama Blazing Elegance

Sangkar Emas dan Romansa Toxic: Membedah Era Revolusioner dalam Drama Blazing Elegance

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Dijanjikan Rp10 Juta Sebulan di China, Ternyata Dijual! Bareskrim Bongkar Sindikat Pengantin Pesanan

Dijanjikan Rp10 Juta Sebulan di China, Ternyata Dijual! Bareskrim Bongkar Sindikat Pengantin Pesanan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Di Tengah Perayaan HUT RI 81, Negara Ini Kirim Peringatan Keras ke Indonesia: Jangan Provokasi!

Di Tengah Perayaan HUT RI 81, Negara Ini Kirim Peringatan Keras ke Indonesia: Jangan Provokasi!

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia

Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Emas 23 Kg Senilai Rp63 M Nyaris Terbang ke Hong Kong, Diselundupkan 7 WNA China

Emas 23 Kg Senilai Rp63 M Nyaris Terbang ke Hong Kong, Diselundupkan 7 WNA China

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Penjualan Mobil Nasional Juli 2026 Meningkat, Dominasi Mobil China Kian Nyata

Penjualan Mobil Nasional Juli 2026 Meningkat, Dominasi Mobil China Kian Nyata

Otomotif | Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17 WIB

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Health | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:03 WIB

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:47 WIB

×