Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk memimpin proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung. Sebelumnya beredar kabar proyek tersebut sempat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menanggapi hal ini Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Alia Karenina, membantah bahwa bosnya tersebut bukanlah pemimpin Komite untuk penyelesaian percepatan proyek tersebut.
"Terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa ada peralihan pimpinan Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung, dapat kami luruskan bahwa sejak awal tidak ada penugasan Kereta Cepat Indonesia - China (KCIC) ke Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto," kata Alia dalam keterangan persnya, Minggu (10/10/2021).
Dia pun bilang bahwa Menko Perekonomian Airlangga Hartarto hanya ditugaskan sebagai Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) yang mendorong percepatan pelaksanaan PSN (Proyek Strategis Nasional) dalam pemulihan ekonomi nasional.

"Perpres No. 122 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas mengatur bahwa di dalam KPPIP, Menko Perekonomian sebagai Ketua KPPIP dan Menko Maritim sebagai Wakil Ketua KPPIP," paparnya.
Menurutnya sesuai dengan tugas-fungsi nya yang membidangi sektor transportasi, sehingga dapat dipahami bahwa Menko Maritim (saat ini nomenklaturnya adalah Menko Marves) sudah menangani pembangunan KA Cepat Jakarta - Bandung sejak awal penetapan Perpres tersebut.
Dengan demikian sejak 2019, kata dia, Menko Marvest tetap menangani percepatan pembangunan Kereta Cepat Jakarta - Bandung sesuai tupoksinya dan untuk itu Menteri BUMN melaporkan perkembangannya kepada Menko Marvest.