Krisis Energi Buat Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Kian Meroket

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:40 WIB
Krisis Energi Buat Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Kian Meroket
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia kembali meroket ke level tertinggi pada perdagangan Senin, didorong permintaan global yang kuat serta permintan China untuk memasok kebutuhan listrik dan gas di negara tersebut.

Mengutip CNBC, Selasa (12/10/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat USD1,26 atau 1,5 persen, menjadi USD83,65 per barel. Pada sesi itu, Brent sempat menembus USD84,60 per barel, level tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melambung USD1,17 atau 1,5 persen menjadi menetap di posisi USD80,52 per barel, setelah menyentuh level tertinggi sejak akhir 2014, yakni USD82,18.

Laju pemulihan ekonomi dari pandemi mendongkrak permintaan energi pada saat produksi minyak melambat karena pengurangan dari negara-negara produsen selama pandemi, fokus pada dividen oleh perusahaan minyak dan tekanan pada pemerintah untuk beralih ke energi yang lebih bersih.

Pejabat pemerintah AS, Senin, mengatakan Gedung Putih mendukung seruannya kepada negara-negara penghasil minyak untuk "melakukan lebih banyak" dan mereka memantau dengan cermat harga minyak dan bensin.

Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai OPEC Plus, menahan diri untuk tidak meningkatkan pasokan bahkan ketika harga telah naik.

Pada Juli, kelompok tersebut setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari untuk memulihkan 5,8 juta barel per hari dalam pembatasan pasokan yang tersisa dari kesepakatan 2020 untuk memangkas output setelah wabah virus korona.

Harga listrik melonjak ke rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, didorong kekurangan energi yang meluas di Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Melonjaknya harga gas alam mendorong pembangkit listrik beralih ke minyak.

Analis memperkirakan peralihan dari gas alam ke minyak dapat meningkatkan permintaan minyak mentah dari 250.000 menjadi 750.000 barel per hari.

baca juga

Di India, sejumlah negara bagian mengalami pemadaman listrik karena kekurangan pasokan batu bara. Pemerintah China memerintahkan perusahaan tambang untuk meningkatkan produksi batu bara karena harga listrik melonjak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Melonjak Tinggi, WTI Sentuh 80 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Melonjak Tinggi, WTI Sentuh 80 Dolar AS per Barel

Bisnis | Senin, 11 Oktober 2021 | 09:03 WIB

Krisis Energi Belum Mereda, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Krisis Energi Belum Mereda, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 09 Oktober 2021 | 08:52 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Setelah Sempat Anjlok 2 Persen

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Setelah Sempat Anjlok 2 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 07:43 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×