Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Krisis Energi Buat Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Kian Meroket

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:40 WIB
Krisis Energi Buat Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Kian Meroket
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia kembali meroket ke level tertinggi pada perdagangan Senin, didorong permintaan global yang kuat serta permintan China untuk memasok kebutuhan listrik dan gas di negara tersebut.

Mengutip CNBC, Selasa (12/10/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat USD1,26 atau 1,5 persen, menjadi USD83,65 per barel. Pada sesi itu, Brent sempat menembus USD84,60 per barel, level tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melambung USD1,17 atau 1,5 persen menjadi menetap di posisi USD80,52 per barel, setelah menyentuh level tertinggi sejak akhir 2014, yakni USD82,18.

Laju pemulihan ekonomi dari pandemi mendongkrak permintaan energi pada saat produksi minyak melambat karena pengurangan dari negara-negara produsen selama pandemi, fokus pada dividen oleh perusahaan minyak dan tekanan pada pemerintah untuk beralih ke energi yang lebih bersih.

Pejabat pemerintah AS, Senin, mengatakan Gedung Putih mendukung seruannya kepada negara-negara penghasil minyak untuk "melakukan lebih banyak" dan mereka memantau dengan cermat harga minyak dan bensin.

Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai OPEC Plus, menahan diri untuk tidak meningkatkan pasokan bahkan ketika harga telah naik.

Pada Juli, kelompok tersebut setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari untuk memulihkan 5,8 juta barel per hari dalam pembatasan pasokan yang tersisa dari kesepakatan 2020 untuk memangkas output setelah wabah virus korona.

Harga listrik melonjak ke rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, didorong kekurangan energi yang meluas di Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Melonjaknya harga gas alam mendorong pembangkit listrik beralih ke minyak.

Analis memperkirakan peralihan dari gas alam ke minyak dapat meningkatkan permintaan minyak mentah dari 250.000 menjadi 750.000 barel per hari.

baca juga

Di India, sejumlah negara bagian mengalami pemadaman listrik karena kekurangan pasokan batu bara. Pemerintah China memerintahkan perusahaan tambang untuk meningkatkan produksi batu bara karena harga listrik melonjak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Melonjak Tinggi, WTI Sentuh 80 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Melonjak Tinggi, WTI Sentuh 80 Dolar AS per Barel

Bisnis | Senin, 11 Oktober 2021 | 09:03 WIB

Krisis Energi Belum Mereda, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Krisis Energi Belum Mereda, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 09 Oktober 2021 | 08:52 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Setelah Sempat Anjlok 2 Persen

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Setelah Sempat Anjlok 2 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 07:43 WIB

Terkini

Beda Rice Cooker dan Magic Com, Jangan sampai Salah Pilih untuk Masak Nasi

Beda Rice Cooker dan Magic Com, Jangan sampai Salah Pilih untuk Masak Nasi

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:51 WIB

BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia

BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Anggota Geng Motor di Deli Serdang Ditangkap Jual Sabu di Rel Kereta Api

Anggota Geng Motor di Deli Serdang Ditangkap Jual Sabu di Rel Kereta Api

Sumut | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Kapal dari Teluk Thailand Bawa 1,3 Ton Ketamine, Disembunyikan di Ruang Rahasia ABK

Kapal dari Teluk Thailand Bawa 1,3 Ton Ketamine, Disembunyikan di Ruang Rahasia ABK

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Jebakan Narsisme Kebudayaan: Mengapa Delegasi Mahasiswa Harus Berhenti Sekadar Jadi 'Performer'

Jebakan Narsisme Kebudayaan: Mengapa Delegasi Mahasiswa Harus Berhenti Sekadar Jadi 'Performer'

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:46 WIB

JPPI Minta Evaluasi Buku Pelajaran Tak Dimanfaatkan untuk Kepentingan Bisnis

JPPI Minta Evaluasi Buku Pelajaran Tak Dimanfaatkan untuk Kepentingan Bisnis

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra

Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Kala Hati Mengajak Pulang: Perjalanan Nyoman Nadiana Membangun Desa Les

Kala Hati Mengajak Pulang: Perjalanan Nyoman Nadiana Membangun Desa Les

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez

Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:37 WIB

×