4 Tips Memulai Usaha Bisnis Baju Muslim Untuk Pemula, Omzet Pasti Tinggi

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:56 WIB
4 Tips Memulai Usaha Bisnis Baju Muslim Untuk Pemula, Omzet Pasti Tinggi
Busana Muslim dengan brand Kapake yang diproduksi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung Barat. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Suara.com - Bisnis baju muslim memiliki peluang yang cukup menjanjikan. Terlebih, Indonesia yang menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia membuat tren pakaian muslim berkembang cepat.

Jika kamu berniat memulai bisnis di bidang ini, berikut empat tips yang harus diperhatikan sebelum memulai usaha bisnis baju muslim.

1. Mengikuti Tren

Tren dalam bisnis busana bisa menjadi acuan untuk menentukan barang apa yang bakal dijual dalam kurun waktu tertentu. Tren biasanya berasal dari isu-isu sosial yang belakangan berkembang. Vogue, sebuah situs yang mengulas soal mode, menyebutkan bahwa salah satu tren berbusana yang berkembang pada 2021 dan seterusnya adalah yang berhubungan dengan krisis iklim.

Agenda fashion global yang juga berpengaruh pada tren busana muslim di Indonesia bakal berkaitan dengan pakaian berkelanjutan. Pakaian ini akan didominasi dengan warna-warna earth tone dan proses kerja yang hanya mengeluarkan sedikit emisi. Tren tersebut sangat berkebalikan dengan fast fashion yang mendominasi selama ini.

2. Kuasai Pemasaran Digital

Platform digital bisa menjadi jawaban atas strategi pemasaran pada bisnis busana muslim. Tidak hanya karena jangkauannya yang luas, pemasaran digital juga memiliki iklan tertarget yang berbasis data. Iklan ini akan secara otomatis muncul di media sosial pengguna yang disesuaikan dengan selera atau kebiasaan pencariannya.

Sebagai contoh, di Instagram jika kamu terbiasa mencari toko online dengan model tertentu maka toko online serupa bakal muncul sebagai saran yang bisa dikunjungi. Pebisnis perlu memanfaatkan metode ini agar iklan mereka sesuai dengan target pasar dan berdampak pada penjualan.

3. Menjaga Keterikatan dengan Konsumen

Baca Juga: Modal Rp 10 Ribu, Dewan Sukses Raup Omzet Puluhan Juta dari Bisnis Dorokdok

Menjaga keterikatan antara konsumen dan penguasa perlu juga dipertimbangkan saat akan memulai usaha bisnis baju muslim. Pedagang bisa membuat program diskon khusus di momen tertentu, seperti jelang hari raya.

Keterikatan jangka panjang juga bisa dibangun dengan komunikasi dua arah antara pedagang dan pembeli. Misalnya dengan menyediakan platform interactive chat atau menerima kritik saran dari pembeli.

4. Datangi Pembeli Secara Langsung

Meski terdengar tradisional namun cara ini cukup ampuh dilakukan di daerah-daerah kecil. Dengan mendatangi konsumen secara langsung, keterikatan bisa lebih terbangun. Selain itu, pedagang yang aktif juga bisa menarik pelanggan tetap.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI