Perusahaan Harry Tanoe Caplok Emiten Energi, Ingin Keruk Untung di Batu Bara?

M Nurhadi Suara.Com
Senin, 18 Oktober 2021 | 10:14 WIB
Perusahaan Harry Tanoe Caplok Emiten Energi, Ingin Keruk Untung di Batu Bara?
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. [Dok HIPMI]

Suara.com - Perusahaan yang bergerak di bidang transportasi udara, PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) kini mulai mulai merambah ke sektor energi, tepatnya batu bara.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman akusisi IATA atas PT MNC Energi dari PT MNC Investama Tbk (BHIT) sebagai pemegang saham mayoritas.

Kabar ini sudah dikonfirmasi oleh Head of Investor Relations MNC Group, Natassha Yunita. Dalam keterangannya, melalui transaksi ini IATA akan menjadi induk dari semua perusahaan batu bara MNC Group.

Langkah ini menurutnya sangat baik, lantaran IATA dianggap berhasil memanfaatkan momentum yang timbul dari lonjakan harga komoditas batubara yang berkelanjutan.

Tidak hanya itu, IATA juga tengah mengusahakan akusisi perusahaan ekplorasi dan produsen tambang batu bara di Sumatera Selatan, PT Bhak Coal Resources.

Perusahaan itu tidak lain merupakan perusahaan induk dari perusahaan-perusahaan yang memiliki izin usaha atas sejumlah usaha tambang yang mencapai 10 perusahaan.

Secara keseluruhan, perkiraan sumber daya yang dikelola mencapai 1,75 miliar metrik ton (MT) dan estimasi cadangan sebesar 750 juta MT.

Sepuluh perusahaan itu diantaranya, PT Putra Muba Coal, PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal, PT Indonesia Batu Prima Energi, PT Arthaco Prima Energi, PT Sumatra Resources, PT Energi Inti Bara Pratama, PT Sriwijaya Energi Persada, PT Titan Prawira Sriwijaya, PT Primaraya Energi, dan PT Putra Mandiri Coal.

Di Kalimantan Timur, ada perusahaan produsen tambang batu bara, PT Nuansacipta Coal Investment kemudian di Papua, ada perusahaan ekplorasi minyak di wilayah itu PT Suma Sarana.

Baca Juga: PLN Sudah Siapkan Cara untuk Atasi Pasokan Batu Bara untuk PLTU

Akusisi ini akan dijalankan setelah hasil uji dirilis atas PT MNC Energi dirilis.

Belakangan, harga batu bara memang melonjak, bahkan harga Newcastle hingga mencapai $269,5 per ton pada bulan ini, harga ter nggi sepanjang masa. Secara tidak langsung harga ini turut mengerek harga batu bara Indonesia.

Krisis energi di berbagai belahan dunia juga turut jadi faktor pendorong hal ini. Terlebih, China saat ini masih dilarang atas impor batu bara dari Australia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI