alexametrics

Pakar Minta Pemulihan Ekonomi Nasional Tetap Dilaksanakan Meski Tak Lagi Pandemi

M Nurhadi
Pakar Minta Pemulihan Ekonomi Nasional Tetap Dilaksanakan Meski Tak Lagi Pandemi
ILUSTRASI-Pekerja memproduksi tempe di rumah tempe a-zaki, Perumahan Bogor Raya Permai, Kelurahan Curug, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (21/6/2021). [ANTARA FOTO/Arif Firmansyah]

"Program PEN harus tetap dilanjutkan dengan porsi menyesuaikan, mungkin dengan nilai lebih kecil," kata

Suara.com - Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), diminta Direktur Eksekutif Institute of Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad tetap dijalaAhmad.nkan meski pandemi COVID-19 mulai menurun.

"Program PEN harus tetap dilanjutkan dengan porsi menyesuaikan, mungkin dengan nilai lebih kecil," kata dia.

Selain itu, menurut dia, pemerintah perlu menggenjot masuk investasi ke dalam negeri guna memulihkan ekonomi baik berupa investasi langsung maupun percepatan penyaluran anggaran pemerintah.

Pemerintah juga perlu menarik investasi agar tercipta banyak lapangan kerja untuk masyarakat menengah ke bawah yang kehilangan pekerjaan selama penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Baca Juga: Umat Hindu di Bali Gelar Ritual Penyucian Hewan Kurban

Di samping itu, masyarakat menengah ke bawah juga perlu ditolong oleh pemerintah melalui program bantuan sosial yang terus berlanjut.

Tidak hanya dilanjutkan, menurut Tauhid, program-program bansos yang begitu banyak dari beberapa kementerian dan lembaga juga perlu diintegrasikan.

"Perlu dijadikan sistem jaminan sosial terpadu yang terintegrasi antara kementerian dan lembaga dengan pendataan yang lebih baik dan tepat sasaran," ucapnya.

Kemudian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mesti terus diberikan bantuan baik melalui kebijakan fiskal maupun nonfiskal. Industri kesehatan dalam negeri juga perlu diperkuat agar tidak terus mengandalkan impor.

"Karena sebagian besar, vaksin misalnya, bahan bakunya diimpor. Justru industri berbasis produk kesehatan, termasuk peralatannya, harusnya bisa dikembangkan sehingga apabila ada virus baru masuk, industri kesehatan akan lebih siap," pungkasnya.

Baca Juga: Kemenkes Ungkap Sejumlah Kendala Vaksinasi Covid-19 di Masyarakat Indonesia

Komentar