Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha

Achmad Fauzi Suara.Com
Minggu, 01 Maret 2026 | 15:05 WIB
Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha
Pesawat Garuda Indonesia dengan Livery Khusus Pikachu dan Aksen Batik/(Dok GIAA).
Baca 10 detik
  • Garuda Indonesia menghentikan sementara penerbangan menuju Doha, Qatar, efektif mulai 28 Februari 2026 karena penutupan wilayah udara.
  • Penghentian operasional ini merupakan upaya preventif menyusul eskalasi situasi militer di kawasan Timur Tengah sejak Sabtu, 28 Februari 2026.
  • Eskalasi dipicu operasi militer AS-Israel yang ditujukan pada kepemimpinan Iran, berujung aksi balasan Iran menargetkan pangkalan AS di Teluk.

Suara.com - Maskapai Garuda Indonesia menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju Doha, Qatar per 28 Februari 2026. Pemberhentian sementara ini higga pemberitahuan lebih lanjut.

Manajemen Garuda Indonesia mengungkapkan, pemberhentian operasional rute ini imba adanya penutupan sementara wilayah udara Qatar akibat eskalasi situasi di kawasan Timur Tengah.

"Langkah ini diambil sebagai upaya preventif dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan," tulis Manajemen Garuda Indonesia seperti dikutip, Minggu (1/3/2026).

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia.(ist)
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia.(ist)

Namun demikian, Garuda Indonesia memastikan rute international lainnya tetap berjalan normal dan dipastikan tidak melintasi wilayah terdampak.

Dalam hal ini, Garuda Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi secara intensif.

"Penumpang yang terdampak diimbau untuk melakukan pengecekan secara berkala jadwal penerbangan melalui Contact Center 24 jam di 021–2351 9999 / 0804 1 807 807 atau melalui garuda-indonesia.com," tulis Manajemen.

Sebelumnya, operasi tempur berskala besar ini dimulai secara serentak pada hari Sabtu tanggal 28 Februari 2026 yang mengejutkan publik.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengonfirmasi bahwa pasukannya telah diperintahkan untuk melakukan aksi militer tersebut.

Langkah ini diambil bersamaan dengan dukungan penuh dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah operasi terpadu.

Baca Juga: 4 Kapal Pertamina Masih Berada di Timur Tengah, 2 Berada di Area Selat Hormuz

Alasan utama yang dikemukakan oleh kedua pemimpin negara tersebut adalah tuntutan terhadap pergantian kepemimpinan di Teheran.

Target utama dari operasi militer ini ditujukan langsung kepada stabilitas pemerintahan di bawah kendali rezim Ayatollah Khamenei.

Pemerintah Iran tidak tinggal diam dan langsung melancarkan aksi balasan yang tidak kalah sengit di berbagai titik.

Pasukan Iran dilaporkan membidik sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat yang tersebar di wilayah strategis Teluk.

Serangan rudal dan alat tempur lainnya dikabarkan menyasar area militer di negara tetangga seperti Bahrain dan Kuwait.

Ketegangan juga dilaporkan meningkat di wilayah Uni Emirat Arab serta Qatar menyusul serangan balasan dari pihak Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI