Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Nyawa Garuda Indonesia Ada di Tangan Pertamina

Iwan Supriyatna

Rabu, 27 Oktober 2021 | 05:18 WIB
Nyawa Garuda Indonesia Ada di Tangan Pertamina
Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Garuda Indonesia yang memiliki utang menumpuk hingga Rp 70 triliun menimbulkan tanda tanya besar akan nasibnya yang kini sudah berada di ujung tanduk.

Upaya penyelematan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pun terus digembar-gemborkan, mulai dari restrukturasi hingga perbaikan kinerja operasional penerbangan. Sinyal positif industri penerbangan nasional yang berangsur pulih pun ikut menjadi pegangan Garuda Indonesia untuk bisa bertahan.

"Kami optimistis dengan sinyal positif outlook industri penerbangan nasional di tengah situasi pandemi yang mulai terkendali serta dibukanya sektor pariwisata unggulan Indonesia, menjadi momentum penting dalam langkah langkah perbaikan kinerja yang saat ini hingga ke depannya akan terus kami optimalkan," imbuh manajemen Garuda pada Kamis, 21 Oktober 2021 lalu.

Meski begitu, Garuda Indonesia tak bisa menutup mata bahwa tak sedikit permasalahan yang membelit maskapai BUMN itu, termasuk di antaranya wacana penutupan Garuda Indonesia dan digantikan oleh maskapai Pelita Air.

Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, tak mengiyakan namun juga tak menampik adanya kabar tersebut. Ia berdalih, negosiasi dengan para lessor dan pihak-pihak yang memiliki piutang adalah fokus utama untuk menyelamatkan Garuda Indonesia.

"Soal opsi mengenai Pelita itu nanti lah ya. Yang utama sebenarnya adalah kita sekarang berusaha, terus berjuang untuk bisa bernegosiasi dengan para lessor, pihak-pihak yang memiliki piutang dengan Garuda," tegasnya kepada wartawan, Senin, 25 Oktober 2021.

Lain Arya, lain pula Dahlan Iskan. Mantan menteri BUMN itu mengatakan, nyawa Garuda bukan berada di tangan para lessor, perusahaan yang menyewakan pesawat kepada Garuda, "Nyawa Garuda Indonesia sebenarnya ada di tangan Pertamina. Bukan di perusahaan penyewa pesawat di Amerika atau Eropa."

Mengapa Pertamina? Melansir dari disway.id, Dahlan menuliskan bahwa Garuda Indonesia selama ini masih akan baik-baik saja sepanjang Pertamina memberinya bahan bakar. Padahal, nilai bahan bakar yang belum dibayar Garuda kepada Pertamina nilainya mencapai Rp12 triliun.

"Misalkan besok pagi Pertamina ambil keputusan: tidak mau lagi kirim bahan bakar ke Garuda. Langsung, semua pesawat Garuda tidak bisa terbang," tegas Dahlan dilansir pada Selasa, 26 Oktober 2021.

Dalam tulisannya, Dahlan mencoba memahami jalan pikiran Pertamina yang tetap mengirim bahan bakar ke Garuda meski menurut Dahlan itu suatu hal yang tidak mungkin dan tidak masuk akal.

Dahlan kemudian menulis, di dalam neraca keuangan, piutang senilai Rp12 triliun itu masuk ke dalam laba dan Pertamina mengalami kerugian pada tahun lalu. Sementara tahun ini, Pertamina membukukan laba senilai Rp13 triliun.

"Tapi, apakah berarti Pertamina punya uang Rp13 triliun? Tidak. Dari laba Rp13 triliun itu yang Rp12 triliun masih nyangkut di Garuda," kata Dahlan.

Bila Rp12 triliun itu terwujud di dalam laba Pertamina, berarti pertamina juga harus membayar pajak penghasilannya. Dahlan berandai, jika besaran pajak itu 30%, Pertamina harus membayar pajak laba yang masih nyangkut sekitar Rp3 triliun.

"Betapa ruginya Pertamina di transaksinya dengan Garuda itu. Atau Pertamina menjual bahan bakar ke Garuda dengan harga lebih mahal, memasukkan risiko ke dalam harga?" tanya Dahlan.

"Tentu hanya Pertamina dan Garuda yang tahu. Tapi mengapa Pertamina terus mengirim bahan bakar ke Garuda? Dugaan saya, ada perintah dari pemegang saham, pemerintah," katanya lagi.

Dahlan menyebut kalau dokumen perintah itu ada di tangan Pertamina, tentu itu baik bagi Pertamina. Seandainya Garuda pada akhirnya ditutup dan Garuda tidak bisa membayar utang Rp12 triliun itu, Pertamina mungkin bisa menggunakan dokumen perintah tersebut untuk menagih langsung ke pemerintah.

Dengan demikian, tentu Pertamina tidak harus menerima uang kontan. Bisa saja dalam bentuk potongan dividen. Artinya Pertamina dianggap sudah setor dividen senilai piutang yang ada dokumennya itu.

Permasalah mengenai bahan bakar itu dinilai Dahlan sebagai alasan mengapa nama Pelita Air kemudian muncul sebagai calon pengganti Garuda jika benar-benar dibubarkan. Pasalnya, Pelita Air merupakan entitas anak perusahaan Pertamina.

Dahlan mengatakan, jika pun Pertamina kelak akan gterus mengirim bahan bakar ke Pelita, perhitungan akuntansinya pun lebih mudah. Sebab, piutang itu dapat diputuskan langsung di RUPS sebagai tambahan modal dan hal itu tentu tidak bisa dilakukan Pertamina terhadap Garuda.

"Dengan mengubah Pelita menjadi 'Garuda Baru' persoalan manajemen lebih mudah. Tidak punya beban masa lalu. Saat ini Pelita masih sangat langsing. Bisa cari pesawat yang lebih murah, Bisa cari tenaga yang lebih selektif. Asal penyakit lama Garuda tidak terulang di Pelita," kata Dahlan lagi.

Berita ini sebelumnya dimuat WartaEkonomi.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Utang Numpuk, Nasib di Ujung Tanduk! Dahlan Iskan: Nyawa Garuda Ada di Tangan Pertamina!"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Disebut Pegang Kunci Penyelamat Garuda Indonesia dari Belenggu Pailit

Pertamina Disebut Pegang Kunci Penyelamat Garuda Indonesia dari Belenggu Pailit

Kaltim | Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:56 WIB

Mantan Menteri BUMN Sebut Kunci Selamat Garuda Indonesia Dipegang Pertamina

Mantan Menteri BUMN Sebut Kunci Selamat Garuda Indonesia Dipegang Pertamina

Bisnis | Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:44 WIB

Keuangan Sudah Berdarah, Garuda Indonesia Terancam Ditutup

Keuangan Sudah Berdarah, Garuda Indonesia Terancam Ditutup

Bali | Senin, 25 Oktober 2021 | 17:07 WIB

Terkini

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB