Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen, Apa Penyebabnya?

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 28 Oktober 2021 | 07:45 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen, Apa Penyebabnya?
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia anjlok lebih dari dua persen pada perdagangan Rabu, setelah stok minyak mentah Amerika melesat lebih dari ekspektasi.

Mengutip CNBC, Kamis (28/10/2021) minyak berjangka Brent, patokan internasional, ditutup anjlok USD1,82 atau 2,1 persen menjadi USD84,58 per barel, setelah menyentuh pada level tertinggi tujuh tahun pada sesi Selasa.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), melorot USD1,99 atau 2,4 persen menjadi USD82,66 per barel.

Kenaikan yang lebih besar dari perkiraan dalam stok minyak mentah Amerika memberi beberapa investor dorongan untuk memangkas long position setelah kenaikan kuat dalam beberapa pekan terakhir membawa Brent dan WTI ke level tertinggi multi-tahun.

"Kita mengalami kemunduran yang wajar dalam aksi ambil untung lebih dari apa pun, tetapi masih USD80 untuk (WTI) adalah angka yang kuat," kata Gary Cunningham, Direktur Tradition Energy.

Kedua tolok ukur itu ditutup pada Jumat dengan kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut karena produsen utama menahan pasokan dan permintaan rebound setelah pelonggaran pembatasan pandemi.

Persediaan minyak mentah naik 4,3 juta barel pekan lalu, menurut Departemen Energi Amerika, lebih dari perkiraan peningkatan 1,9 juta barel. Stok bensin susut 2 juta barel, menurunkannya ke level yang tidak terlihat dalam hampir empat tahun, ketika konsumen Amerika bergulat dengan kenaikan harga untuk mengisi tangki kendaraan mereka.

Penyimpanan di pusat pengiriman WTI di Cushing, Oklahoma, lebih terkuras daripada titik mana pun dalam tiga tahun terakhir, dengan harga untuk kontrak berjangka yang lebih lama menunjukkan pasokan bertahan di level tersebut selama berbulan-bulan.

Minyak menguat akhir-akhir ini didorong ekspektasi bahwa sejumlah negara seperti China dan India akan menanggapi kekurangan batu bara dan gas alam dengan beralih ke produk turunan minyak mentah bagi pembangkit listrik dan mesin pemanas.

Permintaan tersebut dapat meningkatkan konsumsi minyak mentah secara keseluruhan lebih dari setengah juta barel minyak per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Goreng Melonjak, Ini yang Dilakukan TPID Sumut

Harga Minyak Goreng Melonjak, Ini yang Dilakukan TPID Sumut

Sumut | Rabu, 27 Oktober 2021 | 10:40 WIB

Lonjakan Harga CPO Berpotensi Berdampak Kenaikan Harga Minyak Goreng

Lonjakan Harga CPO Berpotensi Berdampak Kenaikan Harga Minyak Goreng

Bisnis | Rabu, 27 Oktober 2021 | 10:32 WIB

Harga Minyak Dunia Melesat ke Level Tertingginya Sejak 2014

Harga Minyak Dunia Melesat ke Level Tertingginya Sejak 2014

Bisnis | Rabu, 27 Oktober 2021 | 07:03 WIB

Terkini

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:35 WIB

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:31 WIB

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:38 WIB

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:31 WIB