alexametrics

Ditutupi Awan Kelabu, IHSG Berakhir Anjlok 1,18 Persen Kamis Sore Ini

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi
Ditutupi Awan Kelabu, IHSG Berakhir Anjlok 1,18 Persen Kamis Sore Ini
Ilustrasi Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang hari ini ditutupi awan kelabu, pasalnya IHSG betah di zona merah sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (28/10/2021).

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang hari ini ditutupi awan kelabu, pasalnya IHSG betah di zona merah sepanjang perdagangan hari ini.

Mengutip data RTI pada Kamis (28/10/2021), IHSG ditutup anjlok 1,18 persen ke posisi 6.524 atau melemah 78 basis point.

IHSG bergerak dari batas atas di level 6.600 hingga batas bawah pada level 6.509 setelah dibuka pada level 6.578.

Investor melakukan transaksi senilai Rp 13,5 triliun. Pada pasar reguler terjadi transaksi senilai Rp 12,1 triliun. Pada sisi investor asing, tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp 3,8 triliun dan aksi jual sebesar Rp 4,3 triliun.

Baca Juga: IHSG Anjlok ke Level 6.578 di Hari Sumpah Pemuda

Sehingga investor asing tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp 504,7 miliar.

Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain POLU yang naik 86 point atau menguat 24,71 persen ke level 434. Dilanjutkan TRUS yang naik 84 point atau menguat 24,56 persen ke level 426.

Selanjutnya saham TRUS menguat 24,22 persen atau bertambah 39 point ke level 200. WAPO menguat 20,83 persen atau naik 15 point ke level 87. ATAP menguat 13,88 persen atau naik 15 point ke level 123.

Sementara itu saham-saham yang tergolong top losser antara lain DMND turun 60 point atau melemah 6,93 persen ke level 805. ITMG melemah 6,93 persen atau koreksi 1.675 point ke level 22.475.

Selanjutnya saham ERTX terkoreksi 14 point atau melemah 6,93 persen ke level 188. SAFE turun 18 point atau melemah 6,92 persen ke level 242. PGUN melemah 22 point atau turun 6,91 persen ke level 296.

Baca Juga: Tahun Depan, BEI Targetkan Pendapatan Rp 1,55 Triliun

Komentar