6 Produsen Mobil Besar Setop Produksi Mobil Bahan Bakar Fosil Pada 2040

Siswanto, Deutsche Welle

Sabtu, 13 November 2021 | 07:22 WIB
6 Produsen Mobil Besar Setop Produksi Mobil Bahan Bakar Fosil Pada 2040
DW

Suara.com - Enam produsen mobil berjanji menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar fosil pada 2040 untuk mengurangi emisi karbon. Tapi nama-nama teratas produsen mobil tak terlibat sehingga dikhawatirkan akan menjadi tantangan.

Enam pembuat mobil besar pada Rabu (10/11) berkomitmen untuk menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar fosil di seluruh dunia pada tahun 2040. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya global untuk mengurangi emisi karbon, kata pemerintah Inggris dalam sebuah pernyataan.

Meski begitu, sumber yang mengetahui isi perjanjian tersebut mengatakan beberapa pembuat mobil besar termasuk dua teratas di dunia, yakni Toyota Motor Corp (7203.T) dan Volkswagen AG (VOWG_p.DE), serta pasar mobil penting Cina, Amerika Serikat, dan Jerman belum mendaftar.

Ini berarti, tantangan untuk beralih ke masa depan tanpa emisi masih tetap ada. Mobil, truk, kapal, bus dan pesawat menyumbang sekitar seperempat dari semua emisi karbon global, menurut data dari Badan Energi Internasional.

Sebagian besarnya berasal dari kendaraan di darat. Enam perusahaan ini, ditetapkan untuk menandatangani perjanjian pada pembicaraan iklim KTT COP26 di Glasgow.

Sebuah inisiatif terbaru untuk membantu membatasi pemanasan global pada pertengahan abad ini.

Ke-6 perusahan tersebut adalah: 1. Volvo Swedia (VOLVb.ST) 2. Produsen mobil AS Ford Motor Co (FN) 3. General Motors Co (GM.N) 4. Mercedes-Benz Daimler AG (DAIGn.DE) 5. BYD Co Ltd Cina (002594.SZ) 6. Jaguar Land Rover yang merupakan sebuah unit Tata Motors Ltd India (TAMO.NS) Volvo telah berkomitmen untuk sepenuhnya memproduksi kendaraan listrik pada tahun 2030.

Keengganan Cina dan AS bergabung menimbulkan pertanyaan Inggris, yang menjadi tuan rumah KTT COP26, mengatakan empat negara baru termasuk Selandia Baru dan Polandia bergabung dengan negara-negara lain yang telah berkomitmen untuk memastikan semua mobil bebas emisi pada tahun 2040 atau lebih awal.

Pernyataan itu muncul pada hari yang didedikasikan untuk membahas masalah transportasi di konferensi tersebut.

baca juga

Namun, keengganan Cina yang menjadi pasar mobil terbesar di dunia, dan Amerika Serikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia serta pasar mobil terbesar kedua, untuk bergabung dengan janji tersebut menimbulkan pertanyaan tentang efektivitasnya.

GM mengatakan "bangga berdiri bersama perusahaan lain, pemerintah dan organisasi masyarakat sipil untuk mendukung deklarasi berkomitmen untuk bekerja menuju transisi ke kendaraan nol emisi 100% pada tahun 2035."

Ford mengonfirmasi partisipasinya dan berkata: "Semua orang akan bekerja sama untuk mencapai keberhasilan."

Komitmen berbiaya mahal Seorang sumber mengatakan bahwa sementara Amerika Serikat tidak bergabung dengan janji tersebut, kota pembeli mobil utama seperti California dan New York telah mendaftar.

Seorang sumber dari industri otomotif mengatakan beberapa pembuat mobil mewaspadai janji tersebut karena membuat mereka berkomitmen pada perubahan teknologi yang mahal, tetapi tidak memiliki komitmen serupa dari pemerintah untuk memastikan bahwa infrastruktur pengisian dan jaringan yang diperlukan akan dibangun untuk mendukung kendaraan listrik.

Pada musim panas, Komisi Eropa mengusulkan larangan efektif terhadap kendaraan berbahan bakar fosil pada tahun 2035, disertai dengan komitmen untuk membebankan biaya infrastruktur yang diminta oleh pembuat mobil.

Produsen mobil No. 4 dunia, Stellantis (STLA.MI), juga tidak ada di daftar janji terbaru tersebut, begitu pun pembuat mobil Jepang Honda Motor Co Ltd (7267.T) dan Nissan Motor Co Ltd (7201.T); BMW Jerman (BMWG.DE) dan Hyundai Motor Co Korea (005380.KS).

Sementara, perusahaan ride-hailing Uber Technologies Inc (UBER.N) dikabarkan juga akan menandatangani perjanjian tersebut.

Pernyataan pemerintah Inggris mengatakan deklarasi bersama juga akan ditandatangani oleh perusahaan termasuk pengecer makanan Sainsbury's (SBRY.L) dan kota-kota di seluruh dunia yang bertujuan untuk membuat kendaraan mereka ramah lingkungan. pkp/vlz (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Australia Pasang Target Baru dalam RUU Pengurangan Emisi yang Diloloskan Parlemen

Australia Pasang Target Baru dalam RUU Pengurangan Emisi yang Diloloskan Parlemen

News | Jum'at, 09 September 2022 | 15:30 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×