Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Fenomena Sekolah Daring Menjadi Pilihan Setelah Pandemi

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 15 November 2021 | 10:16 WIB
Fenomena Sekolah Daring Menjadi Pilihan Setelah Pandemi
Ilustrasi Sekolah Online di Masa Pandemi. (Unsplash/Kelly Sikkema)

Suara.com - Sejak 16 Maret 2020 lalu, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah menggelar kegiatan belajar-mengajar secara daring, atau dikenal dengan singkatan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Hal ini adalah salah satu usaha untuk mengatasi penyebaran virus Corona (COVID-19).

Virus ini menular sangat cepat dan telah menyebar hampir ke semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Sehingga WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.

Hal tersebut membuat beberapa negara menetapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

Karena Indonesia sedang melakukan PSBB, maka semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sampai pandemi ini mereda. Bersamaan dengan pembatasan skala kegiatan, vaksinasi digencarkan.

Namun, setelah hampir dua tahun dihadapi oleh pandemi, terjadi pergeseran di dunia pendidikan yang cukup signifikan di Indonesia, juga di negara-negara lainnya.

Sekolah online yang diciptakan untuk menjadi solusi saat terjadinya pandemi agar anak-anak dapat terus mengenyam pendidikan sekolah, sekarang berpeluang dilanjutkan.

Bahkan di beberapa sekolah umum yang sudah mulai melakukan aktivitas pembelajaran tatap muka, beberapa orangtua siswa lebih memilih melanjutkan metode daring untuk pendidikan anaknya.

Seperti dilansir oleh weforum.org, secara global, sekolah online berpeluang untuk dilanjutkan setelah pandemi. Salah satu situs berita online Amerika Serikat nytimes.com mengungkapkan, distrik-distrik di Amerika Serikat tengah berlomba untuk mendirikan sekolah daring yang lengkap dan terbaik untuk siswa-siswanya. Dengan kurikulum sama seperti sekolah pada umumnya, ijazah lengkap, sekolah daring semakin diminati.

Bahkan sebelum COVID-19, weforum.org mencatat sudah ada pertumbuhan dan adopsi yang tinggi dalam teknologi pendidikan, dengan investasi edtech global mencapai US$18,66 miliar pada tahun 2019 dan pasar keseluruhan untuk pendidikan online diproyeksikan mencapai $350 miliar pada tahun 2025. Baik itu aplikasi bahasa, les virtual , alat konferensi video, atau perangkat lunak pembelajaran online, telah terjadi lonjakan penggunaan yang signifikan sejak COVID-19.

Di Indonesia sendiri, fenomena sekolah online sudah mulai bermunculan. Mulai dari sekolah online yang bergerak di spesifik ilmu seperti kursus Bahasa Inggris online, juga ada sekolah online khusus PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Salah satunya Sekolah Online Akubisa, yang mengkhususkan untuk pendidikan anak usia 2-6 tahun dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan mengeluarkan ijazah resmi untuk dapat digunakan saat mendaftar ke sekolah dasar.

“Dalam memilih sekolah untuk anak, kita makin memiliki berbagai pilihan metode dan kurikulum belajarnya, apapun selalu ada plus minus dari tiap pilihan,” ungkap Samanta Elsener, M.Psi, Psikolog Anak dan Keluarga dalam Live Podcast Akubisa: BRIGHTER FUTURE FOR ONLINE GENERATION ditulis Senin (15/11/2021).

Sekolah online adalah pilihan yang baik untuk pendidikan anak usia dini. Selain aman karena kegiatan belajar dilakukan di rumah dan didampingi orangtua, juga masa keemasan anak (golden age 0-5 tahun) dapat dimaksimalkan dengan belajar dibimbing guru di sekolah online.

“Pastikan kita tahu apa yang dibutuhkan oleh anak, dengan mengenali karakter dan kebutuhan anak dalam belajarnya. Karena pendidikan anak usia dini merupakan satu hal yang penting untuk pengembangan kemampuan kognitif anak di mana menjadi pintu gerbang utama untuk pendidikan selanjutnya,” tambah Samanta.

Hal ini diamini oleh Mazaya Amania, influencer cilik yang memiliki banyak pengikut di instagram dan tiktok. Di usianya ke-5 tahun, Mazaya sudah lancar bicara dan rajin memproduksi konten bersama kedua orangtuanya. Mazaya sejak kecil sudah disekolahkan daring oleh sang Mama dan memang kecerdasannya terbukti lebih daripada anak seusia Mazaya.

Bahkan Mazaya Amania sudah menjadi narasumber di beberapa acara parenting, salah satunya menjadi bintang tamu di Podcast Akubisa. “Aku suka menggambar,” ungkap anak itu dengan polos dan ceria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendidikan Karakter: Aspek yang Hilang dalam Pembelajaran Daring

Pendidikan Karakter: Aspek yang Hilang dalam Pembelajaran Daring

Your Say | Senin, 08 November 2021 | 08:06 WIB

Kembali Digelar Secara Daring, Jogja Cross Culture Usung Tema Story of Jogja

Kembali Digelar Secara Daring, Jogja Cross Culture Usung Tema Story of Jogja

Jogja | Sabtu, 06 November 2021 | 18:48 WIB

Mudahkan Pedagang Pasar, Disperindag Kota Jogja Luncurkan Program Layanan Simpatik Pasar

Mudahkan Pedagang Pasar, Disperindag Kota Jogja Luncurkan Program Layanan Simpatik Pasar

Jogja | Jum'at, 05 November 2021 | 15:24 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB