Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Data BPS: Neraca Perdagangan Oktober 2021 Surplus 5,73 Miliar Dolar AS

Iwan Supriyatna

Senin, 15 November 2021 | 13:49 WIB
Data BPS: Neraca Perdagangan Oktober 2021 Surplus 5,73 Miliar Dolar AS
Kepala BPS Margo Yuwono.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2021 mengalami surplus 5,73 miliar dolar AS dengan nilai ekspor 22,03 miliar dolar AS dan impor 16,29 miliar dolar AS.

"Kalau kita lihat trennya, neraca perdagangan Indonesia telah membukukan surplus 18 bulan secara beruntun," kata Kepala BPS Margo Yuwono saat menggelar konferensi pers secara virtual, Senin (15/11/2021).

Margo menyampaikan komoditas penyumbang surplus terbesar adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Sedangkan, negara penyumbang surplus terbesar untuk Indonesia adalah Amerika Serikat, Tiongkok, dan Filipina.

Dengan AS, perdagangan RI mengalami surplus 1,7 miliar dolar AS dengan komoditas utama penyumbang surplus yaitu lemak dan minyak hewan nabati, diikuti pakaian dan aksesorinya atau rajutan.

Kemudian, perdagangan RI dengan Tiongkok juga mengalami surplus 1,3 miliar dolar AS dengan komoditas penyebab surplusnya adalah bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Sedangkan, perdagangan Indonesia dengan Filipina mengalami surplus 685,7 juta dolar AS dengan komoditas yang berkontribusi terhadap surplus adalah bahan bakar mineral serta kendaraan dan bagiannya.

Sebaliknya, perdagangan RI mengalami defisit dengan beberapa negara, di antaranya dengan Australia defisit 595 juta dolar AS yang disebabkan oleh komoditas bahan bakar mineral, serta bijih logam perak dan abu.

Kemudian perdagangan RI dengan Thailand juga mengalami defisit sebesar 295,6 juta dolar AS. Adapun komoditas utama penyumbang defisit adalah plastik dan barang dari plastik, kemudian mesin, peralatan mekanik dan bagiannya.

Defisit perdagangan juga dialami Indonesia dengan Ukraina sebesar 216,4 juta dolar AS, di mana komoditas terbesar penyumbang defisit adalah serelia, serta besi dan baja.

baca juga

Margo menyampaikan secara kumulatif, selama Januari-Oktober 2021 surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai 30,81 miliar dolar AS.

"Dari grafik ini bisa dilihat dari 2016 sampai 2021, yang menggembirakan adalah surplus selalu mengalami peningkatan, dan 2021 ini cukup tinggi. Harapannya akan berdampak pada pemulihan ekonomi," ujar Margo. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data BPS: Sebagian Besar Masyarakat Sudah Mulai Aktivitas di Luar Rumah

Data BPS: Sebagian Besar Masyarakat Sudah Mulai Aktivitas di Luar Rumah

Bisnis | Senin, 15 November 2021 | 13:41 WIB

BPS: Jumlah Angkatan Kerja di Kepri Meningkat, Pengangguran Turun, Ini Datanya

BPS: Jumlah Angkatan Kerja di Kepri Meningkat, Pengangguran Turun, Ini Datanya

Batam | Rabu, 10 November 2021 | 10:02 WIB

Awal Pekan, IHSG Dibuka Naik ke Posisi 6.599

Awal Pekan, IHSG Dibuka Naik ke Posisi 6.599

Bisnis | Senin, 08 November 2021 | 09:15 WIB

Terkini

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:31 WIB

×