Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Pupuk Kaltim Raih Platinum Rank Asia Sustainability Reporting Rating 2021 Keempat Kalinya

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 18 November 2021 | 15:04 WIB
Pupuk Kaltim Raih Platinum Rank Asia Sustainability Reporting Rating 2021 Keempat Kalinya
Pupuk Kaltim/PKT meraih predikat tertinggi Platinum Rank, dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2021.

Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) meraih predikat tertinggi Platinum Rank, dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2021, yang diselenggarakan The National Center for Sustainability Reporting (NCSR), bekerjasama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioner (ICSP).

PKT juga menerima Four Consecutive Year Achievement Award, atas dukungan Perusahaan terhadap Sustainability Reporting dan ASRRAT sejak 2018. Penghargaan diterima Direktur Operasi dan Produksi PKT Hanggara Patrianta, dari Executive Director NCSR Ali Darwin.

Diungkapkan Hanggara, peringkat Platinum ASRRAT 2021 merupakan keempat kalinya diraih PKT, atas kinerja Perusahaan dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), dengan meningkatkan komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat sesuai konsep 3P (People, Profit dan Planet).

Prinsip tersebut menjadi salah satu misi yang dijalankan PKT, yang direfleksikan melalui kebijakan dan program strategis dengan beragam pengembangan secara berkesinambungan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi PKT untuk terus menjalankan aktivitas bisnis yang bertanggungjawab sesuai konsep keberlanjutan, dengan menitikberatkan pada aspek lingkungan, sosial ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Hanggara ditulis Kamis (18/11/2021).

Komitmen tersebut dituangkan PKT melalui laporan berkelanjutan, untuk mengukur capaian implementasi program pada berbagai aspek, sehingga kontribusi Perusahaan dapat memberikan dampak yang lebih signifikan, dengan evaluasi dan peningkatan secara menyeluruh.

Salah satunya dijalankan PKT melalui program PKT Proaktif, yang diinisiasi untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan pandemi Covid-19 serta dampak yang ditimbulkan. Program ini menyasar seluruh aspek mulai kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial kemasyarakat hingga pemberdayaan.

Dalam 2 tahun terakhir, PKT Proaktif terus menggencarkan realisasi program dengan memberikan dukungan penanggulangan pandemi ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti bantuan ratusan ton oksigen, dukungan bagi tenaga kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan UMKM yang terdampak selama pandemi.

“PKT juga melakukan aktivitas yang sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance), sebagai cerminan kinerja unggul PKT dalam menjaga keberlanjutan Perusahaan dan lingkungan. Berbagai program yang dijalankan PKT mencakup 3 pilar ekonomi, sosial dan lingkungan, yang diselaraskan dengan 17 indikator SDGs,” terang Hanggara.

Pengelolaan lingkungan merupakan aspek utama yang menjadi perhatian serius PKT, didukung kesadaran penuh seluruh insan Perusahaan. Inovasi yang digagas juga merupakan wujud komitmen PKT dalam mendorong terciptanya stabilitas lingkungan yang lebih baik, untuk menekan pencemaran dan dampak aktivitas industri semaksimal mungkin.

Peningkatan kinerja lingkungan juga dilaksanakan PKT melalui kebijakan Life Cycle Assesment (LCA) yang mencakup 5 aspek lingkungan, yakni efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, pengurangan pencemaran udara, 3R limbah B3, 3R limbah non B3, serta perlindungan keanekaragaman hayati.

Dari upaya tersebut, PKT berhasil meraih Proper Nasional peringkat Emas empat kali berturut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Rating Leadership AA dan Best ESG Disclosure 2021.

“PKT akan terus berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat keberadaan Perusahaan bagi masyarakat, sehingga keseimbangan antara profit, people dan planet sebagai salah satu misi PKT berjalan lebih maksimal,” tambah Hanggara.

Executive Director NCSR Ali Darwin, mengapresiasi seluruh perusahaan yang berkomitmen dalam penerapan standar pelaporan yang transparan, atas praktik bisnis berkelanjutan di tengah pandemi Covid-19. Tahun ini ada 45 perusahaan yang berpartisipasi dalam ASRRAT 2021 dan 3 diantaranya perusahaan dari Filipina dan Bangladesh.

Penghargaan ASRRAT 2021 merupakan ajang penilaian kualitas laporan keberlanjutan atau sustainability report yang didasarkan pada standar Global Reporting Initiative (GRI). Penilaian dilakukan oleh para asesor berkompeten dan rekomendasi yang dihasilkan bisa menjadi acuan untuk mempertahankan transparansi kinerja dari tahun ke tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Optimalkan Program Terumbu Buatan, Nelayan Binaan Pupuk Kaltim Ikuti Sertifikasi Menyelam

Optimalkan Program Terumbu Buatan, Nelayan Binaan Pupuk Kaltim Ikuti Sertifikasi Menyelam

Bisnis | Selasa, 16 November 2021 | 08:07 WIB

Pupuk Kaltim Mampu Menghemat Hingga Rp 60 Miliar Berkat Inovasi Talenta Perusahaan

Pupuk Kaltim Mampu Menghemat Hingga Rp 60 Miliar Berkat Inovasi Talenta Perusahaan

Bisnis | Kamis, 11 November 2021 | 20:52 WIB

47 Peserta Ikuti Program Pupuk Kaltim Apprentice Challenge Batch 5 dan PAC MAKMUR 2021

47 Peserta Ikuti Program Pupuk Kaltim Apprentice Challenge Batch 5 dan PAC MAKMUR 2021

Bisnis | Selasa, 09 November 2021 | 14:48 WIB

Terkini

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:21 WIB

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:05 WIB

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:12 WIB

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:11 WIB

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:36 WIB

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB