Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Optimalkan Program Terumbu Buatan, Nelayan Binaan Pupuk Kaltim Ikuti Sertifikasi Menyelam

Iwan Supriyatna

Selasa, 16 November 2021 | 08:07 WIB
Optimalkan Program Terumbu Buatan, Nelayan Binaan Pupuk Kaltim Ikuti Sertifikasi Menyelam
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) gelar pelatihan dan sertifikasi menyelam bagi 9 nelayan binaan dari kelompok Kimasea, Loktuan, Bontang Utara.

Suara.com - Optimalkan program terumbu buatan di perairan Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) gelar pelatihan dan sertifikasi menyelam bagi 9 nelayan binaan dari kelompok Kimasea, Loktuan, Bontang Utara.

Kegiatan berlangsung selama 4 hari, mulai 9-13 November 2021, bekerjasama dengan Profesional Association of Diving Instructor (PADI) dari Bali.

VP CSR PKT Anggono Wijaya, mengatakan pelatihan dan sertifikasi menyelam dilaksanakan untuk mendukung perluasan program terumbu buatan PKT, khususnya monitoring berkala yang melibatkan nelayan binaan dari Kelompok Kimasea.

Hal ini merupakan bagian dari peningkatan kompetensi dan kemampuan nelayan binaan, sehingga optimalisasi program dapat tercapai secara maksimal.

Melalui bekal pelatihan dan sertifikasi, nelayan binaan didorong untuk mampu melakukan pemantauan sederhana dan monitoring perkembangan terumbu buatan dengan baik, sehingga potensi kerusakan terumbu oleh beragam faktor bisa diantisipasi.

Apalagi dengan perluasan penurunan terumbu setiap tahun, kemampuan nelayan binaan untuk melakukan perawatan hingga monitoring perlu ditingkatkan agar kesinambungan ekosistem perairan Bontang semakin terjaga.

“Menyelam perlu bekal serta pengetahuan khusus yang wajib dipenuhi. Untuk itu, pelatihan dan sertifikasi perlu dilakukan bagi nelayan binaan,” tutur Anggono ditulis Selasa (16/11/2021).

Dari pelatihan ini, nelayan binaan diharap bisa melakukan aktivitas penyelaman sesuai ketentuan, serta memperhatikan aspek keselamatan agar tidak menimbulkan risiko dalam memantau perkembangan terumbu buatan.

Selain itu, kemampuan yang dimiliki bisa dimanfaatkan dalam menjaga ekosistem perairan Bontang, baik dari sampah maupun faktor lain yang ditemukan saat aktivitas penyelaman.

“Goals dari pelatihan ini tak hanya difokuskan untuk mendukung program terumbu buatan PKT saja, tapi juga hal lain yang sifatnya positif terhadap ekosistem perairan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Anggono.

Instruktur PADI I Ketut Tarma, menyampaikan pelatihan mencakup dasar teori hingga pengenalan alat, termasuk tata cara dan metode yang wajib dilakukan para penyelam, untuk selanjutnya diterapkan melalui praktik.

Setelah para peserta mampu memahami teori dan praktik secara benar, baru dilakukan sertifikasi dengan melihat kemampuan para penyelam mengimplementasikan materi dengan baik.

Selain untuk implementasi tata cara menyelam dengan benar, pelatihan dan sertifikasi juga upaya untuk meningkatkan aspek keselamatan dengan saling menjaga antar sesama penyelam selama melakukan aktivitas di bawah air.

“Jadi sertifikasi tidak hanya untuk mencapai aspek keselamatan bagi diri selama penyelaman saja, tapi juga mendorong kesadaran para penyelam untuk saling menjaga saat beraktivitas di bawah air,” kata I Ketut Tarma.

Khoirul Anam, salah satu nelayan binaan Kelompok Kimasea yang ikut pelatihan dan sertifikasi mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat baginya, khususnya terkait implementasi metode serta tata cara penyelaman dengan baik dan benar.

Dirinya mengakui bekal pengetahuan dan sertifikasi dibutuhkan untuk aktivitas penyelaman, karena kegiatan di bawah air tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa keterampilan yang mumpuni.

“Dengan bekal ini, kami akan terus berupaya maksimal mendukung program terumbu buatan PKT, khususnya untuk monitoring perkembangan terumbu secara berkala. Kami berterima kasih telah diberdayakan pada program ini, sehingga turut berkontribusi menjaga ekosistem perairan Bontang agar bermanfaat bagi masyarakat,” papar Anam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Kaltim Mampu Menghemat Hingga Rp 60 Miliar Berkat Inovasi Talenta Perusahaan

Pupuk Kaltim Mampu Menghemat Hingga Rp 60 Miliar Berkat Inovasi Talenta Perusahaan

Bisnis | Kamis, 11 November 2021 | 20:52 WIB

47 Peserta Ikuti Program Pupuk Kaltim Apprentice Challenge Batch 5 dan PAC MAKMUR 2021

47 Peserta Ikuti Program Pupuk Kaltim Apprentice Challenge Batch 5 dan PAC MAKMUR 2021

Bisnis | Selasa, 09 November 2021 | 14:48 WIB

Pupuk Kaltim Terus Fasilitasi Penggunaan Tanda SNI ke Produk UMKM Mitra Binaannya

Pupuk Kaltim Terus Fasilitasi Penggunaan Tanda SNI ke Produk UMKM Mitra Binaannya

Bisnis | Senin, 08 November 2021 | 06:11 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB