Uni Eropa Gugat Indonesia ke WTO Terkait Nikel, Jokowi Buka Suara

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 18 November 2021 | 15:43 WIB
Uni Eropa Gugat Indonesia ke WTO Terkait Nikel, Jokowi Buka Suara
Presiden Jokowi. [Tangkapan layar]

Suara.com - Uni Eropa (EU) tetap melayangkan gugatan terkait larangan ekspor bijih nikel kepada organisasi perdagangan dunia atau World Trade Organization (WTO). Namun Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tidak merasa takut dengan gugatan Uni Eropa tersebut.

Jokowi pun mempersilahkan, EU melanjutkan proses gugatan tersebut. Akan tetapi, ia menegaskan, bahwa Indonesia memiliki berhak untuk tidak mengirimkan hasil sumber daya alam ke negara lain untuk kepentingan dalam negeri.

"Kalau kita sudah stop nikel, nikel stop, itu pun kita dibawa ke WTO oleh EU, silahkan nggak papa. Ini nikel kita kok dari bumi nagara kita, silahkan," ujar Jokowi dalam Kompas100 CEO Forum, Kamis (18/11/2021).

Bahkan, kata Jokowi, dalam pertemuan G20 kemarin banyak negara yang mempertanyakan kebijakan Indonesia. Namun ia mengatakan, jika Indonesia hanya mengirimkan nikel dalam bentuk bahan mentah, yang diuntungkan hanya negara lain.

Sedangkan, Indonesia hanya mendapat nilai dari ekspor nikel tersebut, tidak mendapatkan keuntungan lebih dari nikel jika menjadi barang jadi.

"Jadi, yang buka lapangan kerja mereka dong, kita nggak dapet apa-apa. Tapi kalau mau kerja sama ayo, kerja sama setengah jadi nggak papa, nanti dikirimkan ke negara lain jadi barang jadi. Nggak papa kita terbuka, bikin di sini investasi di sini," tegas dia.

Mantan Walikota Solo ini menyebut, selama ini Indonesia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan negara lain untuk membuat suatu produk jadi di dalam negeri. Akan tetapi ia menegaskan, Indonesia telah menutup keran ekspor bahan mentah nikel.

Jokowi menambahkan, penutupan keran ekspor tambang tidak hanya berhenti sampai nikel saja, bauksit hingga tembaga juga secara bertahap akan dilarang untuk ekspor barang mentahnya.

"Tahun depan mungkin stop bauksit, kalau smelter kita siap stop bauksit. Hingga kita bisa membuka lapangan kerja hilirisasi industrialisasi di negara kita. Bauksit sudah tahun depannya lagi stop tembaga, smelter kita di gresik mungkin hampir selesai," tutur dia.

baca juga

"Kenapa kita lakukan ini, kita ingin nilai tambah kita ingin added value, kita ingin ciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya, dan itu mulai disadari negara lain. Mereka mau tidak mau investasi di indonesia, atau berpartner dengan kita, pilihannya hanya itu aja. Silahkan mau investasi sendiri bisa, mau dengan swasta, mau dengan BUMN silahkan, kita terbuka. Tapi jangan kamu tarik WTO karena kita stop," pungkas Mantan Gubernur DKI Jakarta Ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Informasi Komisioner KPU Ketemu Jokowi, Sepakati Jadwal Pemilu Februari 2024

Ada Informasi Komisioner KPU Ketemu Jokowi, Sepakati Jadwal Pemilu Februari 2024

News | Kamis, 18 November 2021 | 14:51 WIB

Presiden Jokowi: Pengendalian Covid Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi di 2022

Presiden Jokowi: Pengendalian Covid Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi di 2022

Bisnis | Kamis, 18 November 2021 | 14:40 WIB

Jenderal Dudung Jadi KSAD, Novel Bamukmin Sentil Rezim Jokowi Sangat Zalim

Jenderal Dudung Jadi KSAD, Novel Bamukmin Sentil Rezim Jokowi Sangat Zalim

Sumbar | Kamis, 18 November 2021 | 12:37 WIB

Terkini

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:36 WIB

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Shayne Pattynama Bingung Tak Kunjung Dimainkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Kemudahan Mengontrol Fitur Mobil Listrik Changan Nevo Q05 Lewat Smartphone

Kemudahan Mengontrol Fitur Mobil Listrik Changan Nevo Q05 Lewat Smartphone

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Perum Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Perum Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"

Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:25 WIB

×