Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Menko Airlangga: Negara Berkembang Sulit Dapat Akses Vaksin Covid-19

Bangun Santoso | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Minggu, 21 November 2021 | 10:16 WIB
Menko Airlangga: Negara Berkembang Sulit Dapat Akses Vaksin Covid-19
Menko Airlangga Hartarto di International Conference on Humanities and Social Science (ICHSS) 2021.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa saat ini negara-negara di dunia sedang sibuk mengurusi masalah pandemi Covid-19.

Salah satu yang menjadi persoalan adalah soal ketersediaan vaksin Covid-19, menurut Airlangga negara-negara berkembang masih banyak yang kesulitan untuk mendapatkan akses vaksin ketimbang negara maju.

"Negara-negara maju telah mengelola situasi pandemi dengan lebih baik, tetapi banyak negara berkembang yang masih berjuang untuk mengakses vaksin," kata Airlangga dalam acara The Annual Global Town Hall Conference dengan tema "Managing Competition, Conflict, and Cooperation in a Pandemic World", yang diselenggarakan secara virtual oleh Foreign Policy Community of Indnesia ditulis Minggu (21/11/2021).

Menurut dia pandemi Covid-19 telah memberi kita kesempatan untuk melakukan "reset and reshape" dunia dengan cara yang lebih selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Negara-negara di seluruh dunia juga telah berkomitmen untuk mencapai SDGs pada tahun 2030.

The United Nations mencatat sedikitnya terdapat 48 negara yang menghadapi risiko tinggi atau sangat tinggi mengalami “lost generation” akibat berkurangnya kesempatan pendidikan, kehilangan pekerjaan, dan terkendala sistem perawatan kesehatan.

Kerja sama global dalam mencegah kondisi krisis yang berkepanjangan perlu dilakukan, khususnya dalam membantu negara-negara paling miskin dan rentan, kemitraan global dalam bentuk dukungan pendanaan, penangguhan pembayaran utang, dan akses teknologi.

Diperlukan juga mekanisme pembiayaan yang inovatif untuk menutup kesenjangan pendanaan SDGs, termasuk melalui blended finance dan sustainable private investment untuk menghidupkan kembali perekonomian dan menciptakan lapangan kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presidensi G20, PDB Indonesia Diprediksi Meroket Rp 7,4 Triliun

Presidensi G20, PDB Indonesia Diprediksi Meroket Rp 7,4 Triliun

Bisnis | Minggu, 21 November 2021 | 09:45 WIB

Info Vaksin Surabaya 21 November 2021 Beserta Update Kasus COVID-19

Info Vaksin Surabaya 21 November 2021 Beserta Update Kasus COVID-19

Jatim | Minggu, 21 November 2021 | 09:44 WIB

Target 27 Ribu Warga Divaksin, BINDA Kalteng Vaksinasi Hingga Ke Pedalaman

Target 27 Ribu Warga Divaksin, BINDA Kalteng Vaksinasi Hingga Ke Pedalaman

News | Minggu, 21 November 2021 | 08:45 WIB

Kabar Baik, Indonesia Terima Kedatangan 4,8 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Kabar Baik, Indonesia Terima Kedatangan 4,8 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Health | Sabtu, 20 November 2021 | 20:42 WIB

Jelang Target 208 Juta Pada Akhir Tahun, Jumlah Warga yang Divaksin Penuh Baru 88 Juta

Jelang Target 208 Juta Pada Akhir Tahun, Jumlah Warga yang Divaksin Penuh Baru 88 Juta

News | Sabtu, 20 November 2021 | 19:42 WIB

UNICEF: Tim Penggerak PKK Jadi Kunci Percepatan Vaksinasi Covid-19

UNICEF: Tim Penggerak PKK Jadi Kunci Percepatan Vaksinasi Covid-19

Health | Sabtu, 20 November 2021 | 18:18 WIB

Kabar Baik, Indonesia Dapat Hibah Vaksin Lagi dari Luar Negeri

Kabar Baik, Indonesia Dapat Hibah Vaksin Lagi dari Luar Negeri

Health | Sabtu, 20 November 2021 | 15:07 WIB

Terkini

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB