Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Airlangga dan Sri Mulyani Kompak Sebut Dana Asing Bisa Kabur dari Indonesia

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 23 November 2021 | 14:20 WIB
Airlangga dan Sri Mulyani Kompak Sebut Dana Asing Bisa Kabur dari Indonesia
Dolar AS [shutterstock]

Suara.com - Tak hanya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saja yang ketar-ketir terhadap ancaman kaburnya dana asing dari Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun merasakan hal yang sama.

Sri Mulyani mengatakan dinamika perekonomian global membawa risiko disrupsi suplai dan aliran modal, tingginya angka inflasi di sejumlah negara maju membuat bank sentral masing-masing negara ingin menaikkan suku bunga acuannya.

"Ini perlu diwaspadai karena dampaknya ke seluruh dunia termasuk Indonesia karena kalau itu terjadi di negara negara maju  mereka (negara maju)  akan dipaksa pengetatan moneter dan  capital outflow dan pengetatan nilai tukar," kata Sri Mulyani dalam sebuah webinar, Selasa (23/11/2021).

Menurutnya, negara maju mengalami kenaikan inflasi serta kenaikan harga komoditas dan semuanya mendorong kenaikan secara drastis. Apalagi, beberapa negara menaikan defisitnya pada keuangan negara.

"Negara maju dalam pilihan sulit," imbuhnya.

Lanjutnya,  Indonesia tidak bisa mengontrol kondisi global. Namun pemerintah dapat mengatur kebijakan fiskal untuk merespons perkembangan kondisi itu. 

"Dalam proses pemulihan ini lingkungan global tidak statis, dinamis, atau cenderung volatil," katanya.

Selain itu, Indonesia harus mampu terus menjaga pulihnya permintaan (demand) tanpa membawa dampak inflasi berlebih. Menurutnya, saat ini muncul risiko disrupsi suplai (supply disruption) ketika perekonomian nasional tumbuh, tetapi sejalan dengan kondisi global bahwa terdapat potensi kenaikan inflasi. 

"Kita perlu waspada supply disruption, apabila demand lebih cepat dari supply-nya, ini membentuk demand side inflation," kata Sri Mulyani.

Sebelumnya Menko Airlangga tampak was-was dengan rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve yang kembali memberi sinyal akan lebih cepat melakukan tapering off atau menaikkan suku bunganya.

Kondisi tersebut kata Airlangga akan berdampak pada kaburnya dana asing dari Indonesia.

"Peningkatan suku bunga, nantinya berdampak pada capital flight di negara berkembang termasuk Indonesia karena di sana tingkat bunganya lebih tinggi dari negara berkembang," kata Airlangga dalam webinar Economic Outlook 2022, Senin (22/11/2021).

Untungnya kata Airlangga, saat ini kondisi likuidtas Indonesia dalam kondisi yang sangat baik, mengingat neraca perdagangan Indonesia sudah mencatatkan surplus 18 bulan berturut-turut, serta devisa yang cukup.

"Kita punya neraca dagang positif dan devisa yang tinggi dan bisa menekan perdagangan," katanya.

Selain itu kata dia, The Fed juga berencana untuk menurunkan tingkat obligasi pemerintahnya hingga 50 persen. Semula direncanakan USD10 miliar menjadi USD5 miliar sampai bulan Juni 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Bisa Tagih Pajak WNI yang Ada di Luar Negeri

Sri Mulyani Bisa Tagih Pajak WNI yang Ada di Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 23 November 2021 | 11:11 WIB

Prospek Ekonomi 2022 Makin Cerah, Tetapi Menko Airlangga Hartarto Minta Tetap Waspada

Prospek Ekonomi 2022 Makin Cerah, Tetapi Menko Airlangga Hartarto Minta Tetap Waspada

Bisnis | Senin, 22 November 2021 | 17:42 WIB

Rencana The Fed Bikin Menko Airlangga Was-was, Dana Asing Bisa Kabur

Rencana The Fed Bikin Menko Airlangga Was-was, Dana Asing Bisa Kabur

Bisnis | Senin, 22 November 2021 | 14:48 WIB

Terkini

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB