Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Ekonomi Berbasis Pengetahuan Kunci untuk Pembangunan Berkelanjutan

Iwan Supriyatna

Rabu, 24 November 2021 | 16:09 WIB
Ekonomi Berbasis Pengetahuan Kunci untuk Pembangunan Berkelanjutan
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (pixabay).

Suara.com - Indonesia berlomba untuk mencapai Visi 2045: menjadi ekonomi terbesar kelima secara global yang didorong oleh ekonomi pengetahuan. Capaian ini membutuhkan investasi dalam pengetahuan dan inovasi untuk mengatasi masalah kebijakan penting seperti penanggulangan COVID-19.

Kementerian PPN/Bappenas dan Knowledge Sector Initiative (KSI) menyelenggarakan webinar tingkat tinggi bertema ‘Menuju Visi Indonesia 2045: Transformasi Ekonomi Berbasis Pengetahuan dan Inovasi.’

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa Kementerian PPN/Bappenas telah menyusun enam strategi besar dalam Transformasi Ekonomi Indonesia yang diharapkan mampu menjadi game-changers menuju Indonesia Maju 2045.

“Pandemi telah mendisrupsi kehidupan kita, tetapi juga mendorong percepatan perubahan untuk melakukan kemajuan ke depan. Tantangan ini tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara lama. Maka, tidak ada cara lain kecuali dilakukan sebuah transformasi ekonomi yang memperhitungkan keadaan dunia. Kolaborasi triple helix antara pemerintah, swasta, dan lembaga riset menjadi penting untuk bisa menjawab kebutuhan kompleksitas ekonomi ke depan, didorong oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Menteri Suharso ditulis Rabu (24/11/2021).

Australia merupakan mitra penting dalam mencapai Visi Indonesia 2045. Membuka diskusi, Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Penny Williams PSM, menyatakan komitmen negaranya untuk meningkatkan kemitraan ekonomi dan pembangunan antara Australia dan Indonesia.

“Sebagai sahabat dekat dan tetangga, Australia siap melanjutkan kemitraan dengan Indonesia dalam mencapai agenda berbasis pengetahuannya.” kata Dubes Williams.

Untuk mewujudkan ekonomi pengetahuan di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memainkan peran penting dalam menetapkan arah penelitian dan pengembangan negara.

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri, menjelaskan BRIN akan memprioritaskan sektor iptek untuk investasi jangka panjang. BRIN akan menciptakan fondasi berbasis penelitian yang kuat dan berkelanjutan yang berfokus pada ekonomi digital, hijau, dan biru.

Regional Director for Equitable Growth, Finance, and Institutions (EFI) Group for East Asia Pacific of the World Bank, Hassan Zaman, menyampaikan pentingnya penelitian dan inovasi bagi pembangunan ekonomi dengan memberikan contoh dari negara lain.

baca juga

Dalam pandangannya, dibutuhkan lebih banyak kebijakan berbasis bukti yang dikembangkan melalui kolaborasi dan kemitraan yang lebih luas untuk mendorong pembangunan ekonomi.

Turut berkontribusi dalam forum tersebut, Executive Secretary of the United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific, Profesor Armida Alisjahbana, menjelaskan pentingnya kolaborasi dengan para pemangku kepentingan UN-ESCAP untuk membantu Indonesia bertransformasi menjadi ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, Chief Executive Officer Asakreativita, Dr. Vivi Alatas, memberikan rekomendasi kebijakan tentang bagaimana ekonomi berbasis pengetahuan dapat membantu mengentaskan kemiskinan.

Selain itu, Executive Manager of Commercialisation at the Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), Werner van der Merwe, memberikan contoh bagaimana Australia berhasil mengubah penelitian menjadi inovasi.

Dalam memperkuat kolaborasi pengetahuan antara kedua negara, Pro Vice-Chancellor and President of Monash University Indonesia, Profesor Andrew MacIntrye, membahas bagaimana pengetahuan bilateral dan kolaborasi penelitian antara Australia dan Indonesia berpotensi berperan dalam penciptaan pengetahuan dan inovasi di sektor R&D dan dalam komersialisasi untuk digunakan dalam industri, untuk berkontribusi pada ekonomi digital-hijau-biru Indonesia.

Transformasi ekonomi menuju ekonomi berbasis pengetahuan adalah kunci untuk pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif. Kebijakan progresif diperlukan untuk memastikan ekosistem pengetahuan dan inovasi Indonesia menjadi landasan bagi pembangunan ekonomi.

Melalui diskusi kebijakan ini, Pemerintah Indonesia dan Australia menunjukkan pentingnya transformasi ekonomi berbasis pengetahuan untuk mencapai Visi Indonesia 2045.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Promosikan Potensi Ekonomi Jabar, Ridwan Kamil Bakal Zoom Meeting dengan Pengusaha Ukraina

Promosikan Potensi Ekonomi Jabar, Ridwan Kamil Bakal Zoom Meeting dengan Pengusaha Ukraina

Jabar | Rabu, 24 November 2021 | 15:17 WIB

Mantan Anggota DPRD Pasbar Ditahan, Mahyeldi Sebut Premanisme Ganggu Pertumbuhan Ekonomi

Mantan Anggota DPRD Pasbar Ditahan, Mahyeldi Sebut Premanisme Ganggu Pertumbuhan Ekonomi

Sumbar | Rabu, 24 November 2021 | 07:15 WIB

Mahyeldi Klaim Premanisme Ganggu Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

Mahyeldi Klaim Premanisme Ganggu Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

Sumbar | Selasa, 23 November 2021 | 22:04 WIB

Terkini

6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu

6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:11 WIB

Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap

Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat

Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam

Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:05 WIB

5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman

Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:00 WIB

7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia

7 Negara di Asia yang Merayakan Kemerdekaan pada Bulan Agustus, Tak Cuma Indonesia

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera

Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga

Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:50 WIB

AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship

AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:47 WIB

×