alexametrics

Rujukan Berjenjang Bantu Rachmad dan Keluarga Dapatkan Pelayanan Kesehatan Berkualitas

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Rujukan Berjenjang Bantu Rachmad dan Keluarga Dapatkan Pelayanan Kesehatan Berkualitas
Rachmad Hidayat, Peserta JKN-KIS. (Dok: BPJS Kesehatan)

Setiap masyarakat diharapkan paham dan mengakui manfaat dari jaminan kesehatan.

Suara.com - Sistem rujukan berjenjang merupakan salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Indonesia. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan komprehensif yang dijamin program jaminan kesehatan sosial ini, setiap peserta atau pasien diharuskan untuk mengakses layanan kesehatan tingkat pertama di Puskesmas, klinik ataupun praktek dokter perorangan.

Prosedur diatas wajib diikuti oleh seluruh peserta, sama seperti halnya yang dijalani Rachmad Hidayat (35). Pria yang berprofesi sebagai salah seorang pengemudi di salah satu badan usaha yang beroperasional di Kota Lhokseumawe ini kerap memanfaatkan layanan kesehatan di Klinik Lhokseumawe Husada, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

Ketika ditanyakan perihal pengalamannya menggunakan jaminan kesehatan, bapak dari 2 orang anak balita ini mengaku bahwa ia tak pernah mengalami kendala karena sudah paham betul prosedur pengobatan dan pelayanan kesehatan dalam Program JKN-KIS.

“Kalau saya selalu ikut prosedur, berobat ke klinik dulu, diperiksa dokter, dikasih obat, lalu kalau belum juga sembuh dan dibilang butuh pemeriksaan lanjutan, baru nanti dokter kasih rujukan kita untuk berobat ke dokter spesialis di rumah sakit,” jelas Rachmad saat di tempat kerjanya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Generasi Muda Juga Butuh Perlindungan JKN-KIS

Lebih lanjut Rachmad mengaku bahwa ia sama sekali tidak merasa kesulitan dengan sistem yang rujukan berjenjang dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Rachmad lantas merasa dipermudah dengan pengelompokan jenis layanan.

“Lebih bagus begitu (red: rujukan berjenjang), klinik dekat dengan rumah kita jadi lebih mudah, dokternya juga sudah kenal kita karena kita selalu (red: datang) ke sana untuk periksa, jadi lebih nyaman juga, anak-anak juga sudah sering berobat sama dokter itu jadi kami tidak susah lagi,” ujar Rachmad.

Tidak hanya layanan biasa, Rachmad mengaku merasa lebih terbantu dengan adanya beberapa inovasi yang dibuat BPJS Kesehatan selaku penyelenggara Program JKN-KIS.

“Selama pandemi ini ada beberapa kali saya pakai Mobile JKN untuk konsultasi dengan dokter, bisa nyambung juga dengan kondisi tempat tidur yang tersedia di rumah sakit, jadi itu benar-benar sangat membantu,” ujar Rachmad.

Di akhir perbincangan, Rachmad berharap agar setiap masyarakat bisa paham dan mengakui manfaat yang besar dari jaminan kesehatan.

Baca Juga: Menderita Asam Urat, Pasien Ini Konsultasi Dokter dengan Mobile JKN

“Yang bilang susah pakai BPJS itu pasti mereka belum merasakannya sendiri. Rasakanlah, jalani sesuai prosedur, pasti mudah,”  tutup Rachmad. 

Komentar