alexametrics

Generasi Muda Juga Butuh Perlindungan JKN-KIS

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Generasi Muda Juga Butuh Perlindungan JKN-KIS
Dina Ayu Khinanty (23), Peserta JKN-KIS. (Dok: BPJS Kesehatan)

Semua generasi milenial dapat memastikan dirinya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Suara.com - Pentingnya proteksi kesehatan diri sejak dini melalui jaminan kesehatan haruslah menjadi salah satu kesadaran bagi para generasi milenial. Hal ini diyakini oleh Dina Ayu Khinanty (23), seorang milenial yang sejak dini memproteksi dirinya dengan menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dina yang berdomisili di Kota Prabumulih ini berpendapat bahwa semua kalangan juga berhak dan harus memperoleh perlindungan kesehatan. Sebagai generasi milenial seyogyanya bisa mulai menata hidup dan membagi waktu sebaik mungkin. Bisa berlatih membagi waktu untuk bekerja, bersosialisasi hingga berlibur. Namun ada satu hal yang sebetulnya sangat penting yang luput dari perhatian kalangan kaum milenial saat ini yaitu lalai terhadap masalah perlindungan jaminan kesehatan.

“Semua orang bisa memperoleh jaminan kesehatan, sekarang sudah ada Program JKN-KIS yang melindungi seluruh masyarakat Indonesia dari semua kalangan usia tanpa melihat apakah orang tersebut memiliki penyakit bawaan atau tidak. Semua bisa dijaminkan oleh Program JKN-KIS sesuai dengan prosedur,” terang Dina.

Dina mengatakan, kaum milenial masih beranggapan bahwa jaminan kesehatan hanya dibutuhkan oleh mereka yang sudah tua saja. Padahal generasi milenial juga membutuhkan jaminan kesehatan sebagai bentuk proteksi maksimal. Hal ini menjadi wajar karena risiko sakit bisa datang kapan saja dan siapa saja tanpa memandang usia.

Baca Juga: Menderita Asam Urat, Pasien Ini Konsultasi Dokter dengan Mobile JKN

Menurut Dina terdapat beberapa alasan kaum milenial harus terdaftar sebagai peserta JKN-KIS di antaranya adalah dapat meringankan beban ketika terdapat pengeluaran besar yang tidak terduga seperti biaya berobat ke rumah sakit. Tabungan yang rencananya digunakan untuk keperluan di masa depan pun tidak perlu jebol ketika terjadi hal-hal bermasalah seperti sakit.

“Saya belum pernah memanfaatkan kartu JKN-KIS untuk berobat namun tidak pernah keberatan jika terus membayar iuran. Sampai sekarang saya sangat bersyukur karena memang belum pernah menggunakannya untuk berobat, anggap saja iuran yang saya bayarkan sebagai investasi kesehatan masa depan dan membantu biaya pelayanan kesehatan peserta lain yang sakit,” tutur Dina.

Dina juga menyampaikan pernah melihat teman-temannya memanfaatkan JKN-KIS untuk berobat dan memang sangat membantu. Dina berharap agar semua generasi milenial dapat memastikan dirinya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Berbekal pengalaman dari teman-teman saya yang usianya masih muda tetapi cukup sering memanfaatkan JKN-KIS untuk rutin berobat, saya tidak ragu untuk menjadikan JKN-KIS sebagai prioritas jaminan perlindungan kesehatan bagi diri saya. Saya juga tidak keberatan membayarkan iuran karena memang untuk jaga-jaga jika sakit. Apabila sakit tidak perlu bingung mengumpulkan uang untuk biaya ke rumah sakit karena pasti telah dijamin oleh JKN-KIS sesuai prosedur. Program ini sangat membantu masyarakat, harus terus berjalan dan perlu didukung semua pihak termasuk generasi milenial seperti saya," ucapnya.

Baca Juga: TNI Siap Bantu BPJS Kesehatan Jadi Sumber Informasi JKN-KIS

Komentar