alexametrics

Bisnis Agen Perjalanan di Inggris Dihantam Varian Omicron

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Bisnis Agen Perjalanan di Inggris Dihantam Varian Omicron
Covid-19 varian Omicron. [Dok.Antara]

Perusahaan agen perjalanan di Inggris mengaku bisnisnya terdampak akibat adanya varian Covid-19 baru yaitu omicron.

Suara.com - Perusahaan agen perjalanan di Inggris mengaku bisnisnya terdampak akibat adanya varian Covid-19 baru yaitu omicron. Sebab, dengan adanya varian baru tersebut membuat pemerintah Inggris menutup perjalanan dari beberapa negara.

Bahkan, perusahaan agen perjalanan telah meminta pemerintah untuk memberikan bantuan keuangan mendesak terkait dengan penutupan perjalanan tersebut.

Menurut Asosiasi perjalanan di Inggris Abta, penutupan ini merusak pemulihan bisnis yang saat ini tengah berlangsung.

Kepala eksekutif Abta, Mark Tanzer mengatakan, kesehatan masyarakat harus didahulukan, tetapi pemerintah harus berupaya mencegah keterpurukan perusahaan perjalanan dengan memberikan dukungan keuangan dalam bentuk hibah dan pengembalian cuti untuk staf perjalanan.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Kasus Varian Omicron di India Melonjak

"Kami tidak dapat terus seperti ini dengan perubahan persyaratan tetapi tidak ada yang mendukung bisnis tersebut yang paling terpengaruh," ujar Tanzer seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (7/12/2021).

Dengan kondisi ini memperingatkan bahwa bisnis kecil mungkin merasa sulit untuk bertahan setelah dua kali musim panas yang juga terdampak covid-19.

Menurut Abta, pekerjaan di seluruh industri perjalanan telah berkurang setengahnya sejak awal pandemi pada Maret tahun lalu. Volume pemesanan selama musim panas dan musim gugur tahun ini hanya 28%.

Industri telah meminta pemerintah untuk memberikan lebih banyak dukungan bagi perusahaan, serta memberi murah pada biaya tes PCR untuk para pelancong.

"Tidak hanya tidak adanya dukungan khusus untuk sektor ini, tetapi banyak perusahaan telah dikecualikan atau ditolak aksesnya ke dana hibah umum – jadi tidak mengherankan jika banyak anggota kami merasa benar-benar ditinggalkan oleh pemerintah," kata Tanzer.

Baca Juga: Tenggorokan Gatal Bisa Jadi Gejala Varian Omicron, Ini Temuan Dokter!

Komentar