Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kekhawatiran Atas Virus Varian Omicron, Wall Street Berakhir Lebih Rendah

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Sabtu, 18 Desember 2021 | 06:35 WIB
Kekhawatiran Atas Virus Varian Omicron, Wall Street Berakhir Lebih Rendah
Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. Sebagai ilustrasi [REUTERS/Brendan McDermid/aa].

Suara.com - Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), terbebani oleh saham Big Tech karena investor khawatir tentang virus Corona varian Omicron dan mencerna keputusan Federal Reserve untuk mengakhiri stimulus era pandemi lebih cepat.

Dikutip dari kantor berita Antara, Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1,48 persen atau 532,20 poin menjadi menetap di 35.365,44 poin. Indeks S&P 500 jatuh 1,03 persen atau 48,03 poin, menjadi berakhir di 4.620,64 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 0,07 persen atau 10,75 poin menjadi ditutup di 15.169,68 poin.

Ketiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) berakhir dengan mencatat penurunan selama seminggu setelah The Fed pada Rabu (15/12/2021) mengisyaratkan kenaikan suku bunga tiga perempat poin persentase hingga akhir 2022 untuk memerangi lonjakan inflasi.

Untuk minggu ini, S&P 500 turun 1,9 persen, Dow kehilangan 1,7 persen dan Nasdaq turun 2,9 persen.

Nvidia merosot 2,1 persen dan Alphabet turun 1,9 persen, keduanya membebani S&P 500 dan Nasdaq.

Indeks saham pertumbuhan S&P 500 kehilangan 0,7 persen dan indeks value stocks (saham yang harganya di bawah nilai intrinsiknya) S&P 500 jatuh 1,4 persen.

Semua dari 11 indeks sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor keuangan memimpin kerugian dengan penurunan 2,3 persen, diikuti sektor energi kehilangan 2,2 persen.

Menambah ketidakpastian, Pfizer mengatakan pada Jumat (17/12/2021) bahwa pandemi dapat berlanjut hingga tahun depan. Negara-negara Eropa bersiap untuk perjalanan lebih lanjut dan pembatasan sosial serta sebuah penelitian memperingatkan bahwa varian virus corona Omicron yang menyebar dengan cepat lima kali lebih mungkin menginfeksi orang daripada pendahulunya, Delta.


Pedagang menunjuk pada penjualan pajak akhir tahun dan berakhirnya opsi saham secara bersamaan, indeks saham berjangka dan kontrak opsi indeks - yang dikenal sebagai triple witching - sebagai penyebab potensial volatilitas.

"Ini adalah hari kedaluwarsa opsi yang besar," kata Joe Saluzzi, co-manager perdagangan di Themis Trading di Chatham, New Jersey. "Dan sekarang Anda menggambar di atas itu beberapa Omicron, dan Anda memiliki volatilitas, dan saya pikir itu menciptakan banyak ketidakpastian di antara investor. Di mana Anda akan memposisikan untuk akhir tahun?"

Saham pertumbuhan kelas berat termasuk Nvidia dan Microsoft telah mengungguli pasar yang lebih luas pada tahun 2021, sementara indeks Philadelphia SE Semiconductor telah melonjak sekitar 35 persen. Indeks acuan S&P 500 naik sekitar 23 persen pada periode yang sama.

Di catatan positif, indeks Russell 2000 yang melacak saham berkapitalisasi kecil naik 1,0 persen setelah jatuh lebih dari 10 persen dari rekor tertinggi di awal November.

Dengan berakhirnya opsi, volume di bursa AS melonjak menjadi 16,6 miliar saham, jauh di atas rata-rata 11,9 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Dalam sesi Jumat (17/12/2021), Oracle jatuh 6,4 persen setelah Wall Street Journal melaporkan pembuat perangkat lunak perusahaan itu sedang dalam pembicaraan untuk membeli perusahaan catatan medis elektronik Cerner dalam kesepakatan yang dapat bernilai 30 miliar dolar AS. Saham Cerner melonjak 12,9 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:48 WIB

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:41 WIB

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:48 WIB

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:59 WIB

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:45 WIB

IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak

IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok

Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:25 WIB

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:50 WIB

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:02 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB