Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Luhut Beri Komentar Menohok Terkait Cuitan Susi Pudjiastuti soal Karantina Pejabat

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 27 Desember 2021 | 12:15 WIB
Luhut Beri Komentar Menohok Terkait Cuitan Susi Pudjiastuti soal Karantina Pejabat
Susi Pudjiastuti. [Antara/M Agung Rajasa]

Suara.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyindir pemerintah soal perbedaan aturan karantina antara pejabat pemerintah dengan rakyat jelata, sindiran tersebut diutarakan Susi Pudjiastuti lewat akun Twitter pribadi miliknya.

Ternyata cuitan Susi Pudjiastuti ini terdengar juga oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menurut Luhut kebijakan perbedaan aturan karantina ini tidak hanya dilakukan di Indonesia saja tetapi hampir dilakukan di seluruh negara di dunia, tujuannya kata dia agar pelaksanaan tata kenegaraan tetap jalan.

"Karena mekanisme bernegara harus terus jalan. Tapi tentu dengan pengawasan ketat," kata Luhut dalam konferensi pers Update Penanganan Pandemi Covid-19 secara virtual, Senin (27/12/2021).

Luhut pun meminta soal aturan ini jangan disalahartikan dan seolah-olah negara tidak adil kepada rakyatnya.

"Jadi jangan dibentrok dan diadukan antara pejabat pemerintah, orang berada dan rakyat biasa. Saya kira itu tidak arif kalau ada mantan pejabat kalau bicara seperti itu," tegas Luhut.

Luhut menegaskan bahwa negara dalam membuat aturan sudah mempertimbangkan banyak hal termasuk juga soal aturan karantina bagi pejabat dan rakyat.

"Kita tahu apa yang harus kita lakukan saat ini, dengan pengalaman kita selama ini, kita akan memberi yang terbaik buat republik ini," katanya.

Sebelumnya pada 21 Desember 2021, Susi Pudjiastuti mencuitkan soal aturan kebijakan karantina yang berbeda bagi pejabat dan rakyat. Dirinya pun meminta pencerahan soal perbedaan aturan ini.

"Mohon pencerahan, kenapa pejabat dan orang penting boleh karantina di rumah sendiri? Kenapa masyarakat tidak boleh karantina di rumah sendiri? Kenapa yang boleh berhemat atau jadi pelit cuma pejabat/VIP? Kenapa masyarakat tidak boleh berhemat/pelit? Kenapa cara karantina berbeda," cuit Susi Pudjiastuti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Terkendali, Luhut: Masyarakat Bisa Beraktivitas di Penghujung Tahun

Pandemi Terkendali, Luhut: Masyarakat Bisa Beraktivitas di Penghujung Tahun

Bisnis | Senin, 27 Desember 2021 | 11:30 WIB

Menteri Luhut Ingin Masyakarat Berlibur ke Wisata Dalam Negeri

Menteri Luhut Ingin Masyakarat Berlibur ke Wisata Dalam Negeri

Riau | Senin, 27 Desember 2021 | 11:02 WIB

Ada 46 Kasus Varian Omicron di Indonesia, Luhut: Pengetatan Akan Dilakukan Ketika Sudah...

Ada 46 Kasus Varian Omicron di Indonesia, Luhut: Pengetatan Akan Dilakukan Ketika Sudah...

Bekaci | Senin, 27 Desember 2021 | 11:00 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB